Informasi
ADVERTISEMENT

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia aja, nggak usah jauh-jauh ke luar negeri

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia saja Mojok.co

#3 Magister Manajemen, ilmu universal yang aplikasinya tergantung kultur setempat

Ilmu manajemen memang universal di atas kertas. Tapi, praktiknya, tunduk pada hukum alam lokal. Mulai dari perilaku konsumen di setiap tempat yang unik, riuhnya ekonomi informal, aturan pajak yang bikin pusing, hingga keliaran social commerce yang masing-masing punya aturan main sendiri.

Makanya, lulusan S2 manajemen luar negeri sering kali terlalu kaku memegang teori. Terbiasa dicekoki studi kasus korporasi multinasional, mereka justru gagap saat harus berhadapan langsung dengan pasar domestik yang karakternya random. 

Apalagi, kalau sudah masuk ke ekosistem UMKM yang super heterogen. Kesimpulannya, mending mengambil jurusan ini di kampus dalam negeri saja dengan studi kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mahasiswa.

#4 Belajar menata destinasi lokal lewat S2 Pariwisata dalam negeri

Indonesia itu ibarat surga pariwisata. Malangnya, pengelolaannya masih sering kedodoran dan butuh analisis yang lebih serius. Bukan sekadar proyek musiman yang lalu lenyap setelah tren tertentu dirasa usang. Kendalanya, potensi alam, desa wisata, hingga aturan adat kerap dikelola setengah-setengah tanpa arah.

Di sinilah kuliah S2 pariwisata punya urgensi nyata. Bukan sekadar menyusun slide presentasi di aplikasi Canva atau program Power Point. Namun, melahirkan lulusan yang paham cara mengurus destinasi berbasis akar rumput, merangkul warga lokal sebagai mitra sejati, sekaligus cerdik membaca selera pasar turis lokal maupun mancanegara tanpa harus kehilangan jati diri bangsa.

#5 Magister Ilmu Pertanian, jurusan paling strategis buat dipelajari negeri agraris

Tanah Indonesia itu unik. Perpaduan lahan vulkanik, area gambut, dan dibungkus iklim tropis. Ilmu bertani di sini pun bukan sekadar teori, melainkan kearifan lokal yang mengakar turun-temurun. Sayangnya, banyak pakem pertanian dari negara orang yang seringkali nggak satu frekuensi dengan karakter lahan dan budaya petani Indonesia.

Intinya, studi S2 pertanian di negeri sendiri sangat krusial. Bukan cuma belajar dari buku, tapi mahasiswa langsung mempraktikkan ilmu di tanah sendiri. Mereka juga jadi paham betul seluk-beluk musim, cuaca, hingga perilaku hama lokal. Pun, hal ini merupakan cara paling efisien untuk benar-benar paham bagaimana mendampingi petani lokal mendongkrak hasil panen mereka.

Melanjutkan studi S2 bukanlah ajang pelarian atau sekadar mencari gengsi agar profil LinkedIn terlihat makin kinclong. Kuliah S2 di negeri sendiri adalah pilihan paling rasional untuk mengurai benang kusut nyata di depan mata. Jadi, sudahi mimpi muluk menenteng ijazah asing yang belum tentu relevan di negeri sendiri.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Agustus 2026 oleh .

Paula Gianita Primasari

Kontributor aktif media opini dan satir.

Exit mobile version