Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Hal Menjengkelkan di Malang yang Nggak Kalian Temukan di Feed Instagram

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
1 November 2025
A A
3 Hal yang Membuat Saya Tidak Bisa Melupakan Malang (Unsplash)

3 Hal yang Membuat Saya Tidak Bisa Melupakan Malang (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Malang memang kota yang instagramable. Dengan udaranya yang sejuk, banyak kafe estetik, destinasi wisata hits, dan kuliner yang enak-enak. Nggak heran kalau banyak orang jatuh cinta sama kota ini. Apalagi kalau kamu scrolling Instagram atau TikTok, pasti sering lihat konten-konten keren dari Malang. Dari Coban Rondo, Selecta, sampai kafe-kafe aesthetic yang bikin pengen langsung terbang ke sana.

Tapi tunggu dulu. Di balik feed Instagram yang ciamik dan caption romantis, ada beberapa hal yang jarang banget dibahas. Hal-hal yang baru kamu rasain kalau udah tinggal atau liburan cukup lama di Malang. Beberapa teman saya yang pindah ke Malang bahkan ada yang bilang, “Kok beda banget ya sama yang di Instagram?”

Penasaran? Ini dia 5 hal menjengkelkan di Malang yang nggak pernah muncul di feed Instagram-mu.

Dingin yang nggak main-main, sampai butuh jaket tebal tengah malam di Malang

Pertama, soal cuaca dingin yang kadang di luar ekspektasi. Kalau kamu pikir dingin Malang itu cuma sejuk-sejuk gimana yang bikin nyaman tidur, kamu salah besar. Malang itu bisa dingin banget, terutama kalau malam hari atau pagi-pagi buta. Suhu bisa turun sampai 18-20 derajat, bahkan di beberapa area seperti Batu atau daerah pegunungan bisa lebih rendah lagi.

Saya mengira kalau suhu di Malang sama saja kaya kota lain. Ternyata? Minggu pertama saya kesana kedinginan sampai nggak bisa tidur. Akhirnya harus beli selimut tebal dan jaket hoodie karena jaket yang saya bawa nggak cukup ngalahin dinginnya Malang.

Yang lebih nyebelin, dinginnya ini konsisten. Bukan cuma pas musim hujan, tapi hampir sepanjang tahun. Jadi kalau kamu terbiasa dengan cuaca panas atau hangat, siap-siap adaptasi. Listrik pun bisa membengkak kalau kamu tipe yang nggak tahan dingin dan harus nyalain pemanas air terus-terusan.

Belum lagi kalau hujan. Dinginnya nambah dua kali lipat. Kalau kamu harus keluar rumah atau kos saat hujan, rasanya kayak masuk kulkas raksasa. Jadi jangan heran kalau anak-anak Malang pada bawa jaket kemana-mana, bahkan pas siang hari.

Jalanan sempit dan berkelok bikin pusing kepala

Kedua, jalanan di Malang itu sempit dan berkelok-kelok, terutama kalau kamu masuk ke area dalam kota atau ke daerah wisata. Malang memang kota tua dengan tata kota yang udah ada dari zaman Belanda. Jadinya jalan-jalannya nggak selebar jalan di kota-kota modern seperti Surabaya atau Jakarta.

Baca Juga:

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

Kalau kamu nyetir mobil, bersiaplah untuk manuver ekstra hati-hati. Jalan sempit, ditambah banyak motor yang ngebut dan suka nyelip-nyelip, bikin deg-degan. Belum lagi kalau papasan sama mobil lain di jalan yang sempit. Harus ngalah, mundur dikit, dan sabar nunggu. Kalau kamu nggak terbiasa, bisa-bisa stress duluan sebelum sampai tujuan.

Saya punya pengalaman waktu ke Batu naik mobil. Jalannya naik-turun, belok kanan-kiri tajam, dan di beberapa titik sempit banget. Belum lagi kalau pas weekend, macet parah. Mobil ngantri panjang, nggak bisa putar balik, dan harus ikutin arus. Rasanya kayak ikut tes nyali.

Yang lebih bikin pusing, banyak jalan satu arah yang nggak jelas petunjuknya. Kalau kamu bukan orang lokal, siap-siap nyasar berkali-kali. Google Maps pun kadang nggak akurat karena banyak gang dan jalan kecil yang nggak ke-update. Akhirnya harus nanya orang lokal atau trial and error sampai ketemu jalan yang bener.

Destinasi wisata di Malang penuh preman parkir dan pedagang maksa

Ketiga, hal yang paling bikin kesal adalah preman parkir dan pedagang yang maksa di destinasi wisata. Malang punya banyak tempat wisata keren, tapi sayangnya pengalaman wisatanya kadang rusak gara-gara oknum-oknum yang nggak bertanggung jawab.

Saya pernah pergi ke Coban Rondo. Begitu parkir, langsung didatengin orang yang ngaku jadi tukang parkir resmi. Tarifnya? Sesukanya dia. Pas mau bayar sesuai tarif resmi yang tertera, dia malah ngotot minta lebih dengan alasan “itu tarif lama, sekarang udah naik”. Nggak ada pilihan lain, mau nggak mau bayar sesuai permintaan dia karena takut mobilnya diapa-apain.

Belum lagi pedagang souvenir atau makanan yang maksa banget. Kamu baru turun dari mobil, langsung dikerubungi. “Beli oleh-oleh kak,” “Makan dulu kak,” sampai ngikutin terus walaupun kamu udah bilang nggak butuh. Ada yang sampai pegang tangan atau narik-narik baju. Bikin nggak nyaman banget.

Yang lebih parah, di beberapa tempat wisata ada calo-calo yang nawarin jasa guide atau paket wisata dengan harga yang nggak masuk akal. Kalau kamu nolak, mereka bisa jutek atau malah ngomong sesuatu yang bikin kamu nggak enak hati. Pengalaman wisata yang harusnya menyenangkan jadi berasa kayak lari dari debt collector.

Transportasi umum nyaris tidak ada, wajib punya kendaraan

Keempat, transportasi umum di Malang itu hampir nggak ada. Serius. Kalau kamu terbiasa dengan TransJakarta, MRT, atau angkot yang gampang dijumpai kayak di kota-kota besar lain, siap-siap kecewa. Di Malang, pilihan transportasi umum sangat terbatas.

Memang ada angkot, tapi rutenya terbatas dan nggak semua area terjangkau. Jam operasionalnya pun nggak jelas. Kadang udah jam 7 malam susah banget nemuin angkot. Taksi online? Ada sih, tapi nggak sebanyak di kota besar. Kadang harus nunggu lama atau harga surge karena drivernya sedikit.

Teman saya yang kuliah di Malang tanpa bawa motor dari rumah, dia ngerasain banget sulitnya hidup tanpa kendaraan pribadi. Mau ke kampus, mau belanja, atau mau hangout, semuanya jadi ribet. Akhirnya dia harus beli motor bekas karena nggak tahan tiap hari harus numpang temen atau keluar duit banyak buat ojol.

Buat wisatawan yang cuma liburan beberapa hari, ini juga jadi masalah. Sewa motor atau mobil jadi hampir wajib kalau mau eksplor Malang dengan leluasa. Nggak bisa andalin transportasi umum kayak di Jogja atau Bandung. Jadinya budget liburan membengkak cuma buat transportasi.

Harga sewa kos dan properti di Malang mahal karena kebanyakan kampus

Terakhir, harga sewa kos-kosan atau properti di Malang itu mahal banget, terutama di area sekitar kampus atau pusat kota. Malang punya banyak universitas besar seperti UB, UM, UIN, Polinema, dan masih banyak lagi. Mahasiswa dari berbagai daerah datang ke Malang buat kuliah, dan otomatis kebutuhan tempat tinggal melonjak.

Akibatnya? Harga kos jadi mahal. Kos dengan fasilitas standar aja bisa 1-1,5 juta per bulan. Kalau mau yang lebih nyaman dengan AC, kamar mandi dalam, dan WiFi kenceng? Siap-siap keluarin 2 juta ke atas. Ini belum termasuk biaya listrik, air, dan parkir yang kadang dikenain biaya terpisah.

Teman saya yang anak Malang asli sampai bilang, “Harga kos sekarang udah kayak harga apartemen di Surabaya.” Dia heran karena dulu waktu masih kecil, harga kos nggak segila sekarang. Tapi karena permintaan tinggi dan banyak pemilik kos yang “memanfaatkan situasi,” harga jadi melambung.

Buat yang mau beli properti atau rumah di Malang juga sama. Harga tanah dan rumah di area strategis udah selangit. Kalau kamu berharap Malang lebih murah dari Jakarta atau Surabaya, kamu harus mikir ulang. Di beberapa area, harganya bahkan bisa nyaingin harga properti di kota-kota besar.

Tidak menjelek-jelekkan Malang, tapi…

Jangan salah paham, artikel ini bukan bermaksud menjelek-jelekkan Malang. Malang tetap kota yang cakep dengan segala keunikan dan pesonanya. Tapi, penting buat tahu sisi realistisnya supaya ekspektasi kamu nggak terlalu tinggi dan bisa prepare dengan lebih baik.

Kalau kamu mau liburan atau bahkan pindah ke Malang, sekarang kamu udah tahu apa aja yang perlu disiapkan. Bawa jaket tebal, siapkan mental nyetir di jalan sempit, jangan gampang terpengaruh preman parkir, siapin budget lebih buat sewa kendaraan dan kos, dan yang paling penting adalah nikmati Malang dengan realistis, bukan cuma lewat Instagram saja.

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Malang Menyiapkan Banyak Jebakan bagi Mahasiswa Baru yang Nggak Siap dan Tidak Kuat Iman

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 November 2025 oleh

Tags: coban rondoMalangMalang Rayasisi gelap malang
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

Sinar Jaya & Juragan 99 Terbaik, Harga KA Eksekutif Makin Gila (Unsplash)

Tiket Kereta Semakin Mencekik, Sleeper Bus Sinar Jaya dan Juragan 99 Menyelamatkan Kewarasan Isi Dompet para Pekerja

11 Juni 2025
Surabaya dan Malang Superior, Malang Remahan Peyek (Unsplash)

Surabaya dan Semarang Memang Superior, Apalagi di Depan Malang yang Kayak Remahan Peyek

18 Juli 2023
Pengalaman Pertama Tinggal di Apartemen Malang Penuh Penderitaan, Saya Cuma Tahan Sebulan

Pengalaman Pertama Tinggal di Apartemen Malang Penuh Penderitaan, Saya Cuma Tahan Sebulan

13 September 2025
Bondowoso, Sebaik-baiknya Kandidat Ibu Kota Jawa Timur

Bondowoso, Sebaik-baiknya Kandidat Ibu Kota Jawa Timur

15 Maret 2023
Sebagai Warga Surabaya, Saya Setuju Ibu Kota Jawa Timur Pindah ke Malang Terminal Mojok

Sebagai Warga Surabaya, Saya Setuju Ibu Kota Jawa Timur Pindah ke Malang

5 Februari 2023
Andai Dulu Kota Batu Nggak Memisahkan Diri dari Malang, Ini yang Akan Terjadi

Tidak Ada Hal Paling Menyebalkan dan Bikin Lelah selain Menjelaskan Perbedaan Kota Batu dan Malang

20 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

20 Februari 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co

Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga

15 Februari 2026
Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

20 Februari 2026
Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

21 Februari 2026
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar

21 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!
  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa
  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.