Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Format Penamaan Orang Jawa yang Sering Kita Jumpai

Adhitiya Prasta Pratama oleh Adhitiya Prasta Pratama
2 Agustus 2021
A A
5 Format Penamaan Orang Jawa yang Sering Kita Jumpai terminal mojok.co

5 Format Penamaan Orang Jawa yang Sering Kita Jumpai terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai seorang Jawa tulen, tentu dalam keseharian saya dipenuhi dengan kebudayaan serta kebiasaan yang Jawa banget. Mulai dari tata bahasa, tradisi, profesi, sampai kepercayaan Jawa pun hingga kini di daerah saya masih kental. Menjadi bagian dari salah satu suku terbesar di Indonesia, rasanya saya cukup bangga dengan itu. Sebab, menjadi orang Jawa, pada dasarnya tidaklah mudah. Kadang-kadang, menjadi sekelompok mayoritas memiliki beban yang berat. Mulai dibilang anak kesayangan negaralah, apalah, inilah, itulah, dan lain sebagainya.

Namun, saya nggak akan membahas itu. Pasalnya, dari pengalaman saya selama lebih dari 20 tahun hidup di kalangan masyarakat Jawa, orang Jawa memiliki keunikan dalam menentukan format penamaanya. Oleh karena itu, siapa pun orang akan hanya cukup mengetahui namanya saja untuk menyimpulkan bahwa itu orang Jawa. Nah, nggak usah berlama-lama, berikut ini beberapa format penamaan orang Jawa yang sering saya temui di sekitar saya.

#1 Format nama awalan “Nga”

Jika ditanya berapa, jujur saya nggak tahu ada berapa orang di desa saya yang memiliki format penamaan ini. Di desa saya sendiri pun ada beberapa nama simbah-simbah yang memiliki awalan ini, baik simbah lanang maupun simbah putri. Sebagai contoh, mulai dari Mbah Ngadimin, Ngadenan, Ngasirin, Ngatinah, Ngateno, Ngadirin, dan Mbah dengan Nga-Nga lainnya.

Saking banyaknya dan mirip-mirip, pernah suatu kali ketika bapak saya nyuruh saya untuk ngantar pisang ke mbah-mbah, saya keliru ngantar ke simbah lain.

Bapak saya bilang, “Iki pisang kita wis matang banyak, Le. Nih, antarno pisang securung ndek rumahnya Mbah Ngadimo.”

Saya pun iya-iya saja, dong. Namun, alangkah kagetnya saya, pisang tersebut tidak saya antarkan ke rumah Mbah Ngadimo, melainkan saya antar ke rumah Mbah Ngateno. Saya pun akhirnya kena marah habis-habis karena yang saya dengar adalah Ngateno bukan Ngadimo

#2 Format nama awalan “Wa”

Selanjutnya, format penamaan orang Jawa yang saya temui adalah “Wa”. Saya pun kadang heran dan kepo sambil mbatin, “Sebenarnya, bagaimana, sih, historis penamaan mbah-mbah ‘Wa’ ini?”

Pasalnya, penamaan dengan awalan “Wa” cukup banyak ditemui di sekitar sini. Kayaknya, nggak di desa saya saja, deh. Sebab, jika bisa mengelompokkan, nama “Wa” ini memiliki karakteristik tersendiri. Ada yang memiliki dua suku kata saja dan ada juga yang memiliki tiga suku kata. Contohnya, Wagito, Wagiran, Warsono, Waginah, Watini, Wakidi, Warso, Warto, Warno, Wanah, Wati, dan lain-lainnya.

Baca Juga:

Banyuwangi Horor, Kebohongan yang Sempat Dipercaya Banyak Orang

Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh karena Sering Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah”

Uniknya, di setiap penamaan ini saya pasti memiliki cerita unik. Sama halnya dengan kasus yang pertama. Saking banyak dan mirip, saya sering tertukar. Namun, kali ini bukan sebuah barang yang tertukar, tetapi namanya yang tertukar.

Kadang, saya sulit membedakan mana Pakde Warto, Warso, dan Warno. Sebab, bapak saya pun manggilnya juga aneh, sih. Masa ketiga-tiganya dipanggil “War” semua? Kan, saya jadi bingung.

#3 Format nama awalan “Tu”

Kemudian, penamaan orang Jawa yang sering saya temui adalah dari kelompok ibu-ibu format “Tu”. Pasalnya, beberapa ibu-ibu yang memiliki nama awalan “Tu” biasa berperan menjadi pedagang sayur (mlijo) atau membuka toko kecil-kecilan yang menjual berbagai macam snack. Seperti, Bulik Tugiyem, Tugimah, Tutik, Tukiyem, Tuminah, dan Tumini.

Kadang juga, nama “Tu” nggak selalu identik dengan ibu-ibu, kok. Ada beberapa paklik di desa saya yang kalau saya pergi ke sawah selalu menyapa saya. Seperti Paklik Tukiyo, Tumiran, Tursono, Tunggak, dan Paklik Tukino.

#4 Format nama awalan “Su/Soe”

Setelah itu, format nama Jawa yang paling populer di Indonesia adalah awalan “Su” atau “Soe”. Sudah nggak bisa dipertanyakan lagi, mulai dari tokoh berjasa sampai tokoh biasa-biasa saja. Rasanya nggak ada, deh, orang Jawa yang nggak memakai format ini.

Mungkin, kita mulai dari tokoh-tokoh besar saja, ya. Yup, ada presiden pertama RI Pak Soekarno, presiden kedua RI Pak Soeharto, presiden keenam RI Pak Susilo B. Yudhoyono, ada juga Panglima Besar kita Pak Soedirman. Selanjutnya, ada lagi bapak pendidikan kita Ki Hajar Dewantara atau Raden Mas Soewardi Surjaningrat, dan tentu masih banyak lagi.

Namun, nyatanya format penamaan “Su” dan “Soe” di desa saya juga marak. Bahkan nama-nama ini akan sangat mudah ditemukan di berbagai daerah Jawa lainnya. Misalnya, tetangga saya Pak Sutikno, Suyitno, Sutrisno, Sukiran, Sugiyono, Suparlan, dan banyak wes pokoknya.

Yang jadi pertanyaan, mengapa awalan ini begitu populer? Saya pun akhirnya bertanya kepada Simbah yang sangat terkenal di seluruh dunia. Ya, yakni Mbah Google. Katanya, nama awalan “Su” atau “Soe” ini memiliki arti kebaikan/perilaku baik. Sebab, kata “Soe” sendiri sebenarnya diambil dari kata “Sae” yang dalam bahasa Jawa artinya bagus dan baik.

#5 Format nama akhiran “O”

Terakhir, format kali ini rasanya nggak akan bisa dibantah. Dengan menambah format ini, orang-orang luar Jawa akan langsung tahu bahwa orang ini pasti orang Jawa. Sebab, imbuhan akhiran “O” dalam penamaan Jawa memang sangat populer. Bahkan, format ini bisa masuk ke format-format sebelumnya, seperti pada format “Nga, Tu, Wa, dan Su.”

Ada beberapa nama akhiran “O” yang saya temui berdiri sendiri. Misalnya, Mujiono, Paino, Kartolo, Darno, Jarwo, Joko, Bowo, dan seterusnya.

Nah, itulah beberapa format penamaan orang Jawa yang sering kita temui. Meski anak muda (termasuk saya) jarang memakainya, format penamaan tersebut sepatutnya harus kita apresiasi. Sebab, pada dasarnya sebuah nama pasti mengandung doa dan harapan. Untuk itu, sebagai salah satu ciri khas, khususnya orang Jawa, format ini seenggaknya minimal harus kita kenali dan banggakan.

BACA JUGA Falsafah Orang Jawa yang Bisa Kita Contoh dari Sikap Squidward dan tulisan Adhitiya Prasta Pratama lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2021 oleh

Tags: namaNusantara Terminalorang jawa
Adhitiya Prasta Pratama

Adhitiya Prasta Pratama

Seorang mahasiswa yang hobi baca apa aja di depannya.

ArtikelTerkait

Sejarah ‘Ayang-ayang Gung’, Lagu Anak Sunda tentang Bangsawan yang Haus Kekuasaan terminal mojok

Sejarah ‘Ayang-ayang Gung’, Lagu Anak Sunda tentang Bangsawan yang Haus Kekuasaan

7 Juni 2021
sunda majapahit gajah mada penaklukan mojok

5 Nama Orang Sunda yang Awet Muda

12 November 2020
friends biaya hidup mahasiswa jogja Tempat Nongkrong Hits dan Legendaris di Jogja yang Pernah Jaya Pada Masanya

Profesi Pemeran ‘Friends’ Andai Mereka Hidup di Jogja

25 Mei 2021
Wayan, Made, Nyoman, Ketut_ Makna di Balik Nama Orang Bali terminal mojok

Wayan, Made, Nyoman, Ketut: Makna di Balik Nama Orang Bali

1 November 2021
Ngomong Bahasa Palembang Tak Sekadar Mengganti Akhiran Kata Vokal ‘a’ Jadi ‘o’ terminal mojok

Ngomong Bahasa Palembang Tak Sekadar Mengganti Huruf Vokal ‘a’ Jadi ‘o’

14 Juni 2021
Nama Orang Jepang Cukup Dua Kata, Tanpa Gelar Terminal Mojok

Nama Orang Jepang: Cukup Dua Kata, Tanpa Gelar

26 Mei 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

13 Maret 2026
Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026
Pamer Pencapaian Adalah Kegiatan Paling Sampah Saat Lebaran, Nggak Ada Fungsinya kecuali Bikin Orang Emosi

Pamer Pencapaian Adalah Kegiatan Paling Sampah Saat Lebaran, Nggak Ada Fungsinya kecuali Bikin Orang Emosi

12 Maret 2026
Honda Stylo Motornya Orang Kaya Waras yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT dan Scoopy Mojok.co

Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

13 Maret 2026
5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

15 Maret 2026
Tips Membuka Bisnis Rental Mobil Selama Lebaran untuk Pemula, Alias Nggak Usah!

Tips Membuka Bisnis Rental Mobil Selama Lebaran untuk Pemula, Alias Nggak Usah!

14 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.