Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Hewani

5 Dosa Pemilik Ikan Hias yang Bikin Ikan Tersiksa

Muhammad Arif Prayoga oleh Muhammad Arif Prayoga
17 Februari 2023
A A
ikan hias anjing kucing peliharaan mojok

ikan hias anjing kucing peliharaan mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Memelihara ikan hias harus telaten, kalau ikannya lebih leluasa di alam bebas daripada akuariummu, bukankah itu menyiksa dan termasuk perbuatan dosa?

Memelihara ikan adalah hobi yang sering dianggap enteng. Enteng belinya, enteng memeliharanya, katanya. Kalau mencari yang paling murah, harga ikan hias bisa dijangkau dengan uang saku anak sekolah dasar (SD) sekalipun. Dengan merogoh kocek kurang dari sepuluh ribu saja, sudah bisa dapat ikan hias yang lucu dan menggemaskan. 

Kemudahan semua kalangan untuk membelinya ini sering membuat para pemelihara ikan hias terlena. Terutama yang masih mengemban status pemula atau yang hanya ikut-ikutan tren saja. Ketidaktahuan mereka membuat ikan-ikan yang dipeliharanya menjadi kurang terurus, bahkan tersiksa.

Berikut dosa-dosa penghobi ikan hias dadakan yang belum tahu ilmu memelihara ikan tetapi sudah telanjur beli ikan. Cermati baik-baik, jangan sampai dirimu termasuk sebagai seorang pendosa!

#1 Memberi pakan asal-asalan

Melihat ikan makan terus-menerus memang melegakan hati. Mulutnya yang monyong berusaha menggapai pakan yang kita berikan membawa ketenangan dan bisa dijadikan alternatif hiburan. Beberapa orang yang memang sudah mendalami ilmu pemeliharaan ikan memang memberi pakan sedikit demi sedikit. Setelah pakan ikan nggak lagi diendus oleh para ikan, disudahilah kegiatan itu oleh penghobi yang bisa dianggap pakar ikan.

Namun, kebanyakan pemula atau pengagum ikan hias dadakan nggak tahu cara memberi makan yang benar. Mereka membuat ngambang pakan-pakan itu sebanyak mungkin dengan menganggap bahwa ikannya akan segera bertumbuh besar jika diberi pakan banyak. Ini anggapan salah kaprah!

Mertua saya adalah penghobi ikan hias. Bahkan, saking gemarnya, beliau membuat kolam estetik dengan tangannya sendiri. Apa itu beli akuarium, Cuih! Kata beliau, pakan yang terlalu banyak dan mengendap karena tidak dimakan alih-alih membuat ikan tumbuh berkembang, malah justru menjadi racun, bisa jadi bom amonia. Meracun makhluk hidup termasuk dosa besar, bukan?

#2 Memasrahkan kebersihan akuarium kepada ikan sapu-sapu

Selain ikan hias, biasanya ada ikan lain yang entah layak disebut ikan hias atau nggak. Mau nggak dibilang ikan hias, tapi kok ya dijual di penjual ikan hias. Mau dibilang ikan hias, tapi kok fungsinya bukan buat hiasan. Ya, apa lagi kalau bukan ikan sapu-sapu. Ikan babu yang diperbudak untuk membersihkan kolam atau akuarium.

Baca Juga:

Jakarta Menurut Perantau Jogja: Tempat yang Bagus buat Nyari Uang, tapi Nggak Enak Buat Hidup

3 Hal Menyebalkan yang Ada di Warung Bakmi Jawa, Bikin Makan Jadi Nggak Nikmat dan Nyaman

Sebenarnya, ikan ini memang hobi bersih-bersih, tapi ya hanya bisa semampunya saja. Sebagai pemelihara, kita tetap harus menguras medium tempat hidup mereka secara berkala dalam kurun waktu tertentu. Kalau malas menguras, ya, jangan memelihara ikan! 

#3 Tidak memberi pakan karena ada lumut

Ini nih, pemelihara nggak modal dan nggak tahu diri. Beli pakan ikan nggak mahal-mahal amat kok, kalau di dekat rumah saya, seplastik obat kecil harganya cuma seribu rupiah, itu pun bisa nggak habis dalam seminggu. Bisa-bisanya nggak mampu beli pakan ikan yang hanya seribu rupiah itu?

Kalau lagi lapar, para ikan memang terlihat lahap memakan lumut-lumut yang tumbuh dalam akuarium. Tapi coba deh, ketika mereka sedang makan lumut dikasih pakan. Apa yang terjadi? Yap, mereka lebih memilih pakan dan meninggalkan lumut-lumut itu. Mereka tahu mana makanan enak dan mana makanan yang terpaksa dimakan saat lapar.

Lagian, kalau ada lumut di akuarium, bukankah itu pertanda bahwa akuarium nggak bersih atau kurang bersih saat mengurasnya? Atau mungkin jangan-jangan para ikan ini sedang menunjukkan sarkasme mereka? Seolah-olah mereka suka dengan lumut, padahal mereka ingin mengoceh, “Cuih, kotor banget akuariumnya,” tapi nggak bisa ngomong. Hmmm, pintar juga ya mereka.

#4 Tidak tahu jenis kelamin ikan hias

Meskipun bentuk ikan terlihat sama saja, mereka tetap punya jenis kelamin. Bibit ikan hias pasti punya ayah dan ibu, meskipun mengetahui bapaknya adalah hal yang sedikit sulit dibandingkan mencari tahu siapa ibunya. Yang penggemar ikan hias dadakan tahu, ikan itu bertelur sendiri tanpa ada yang mengawini. Ya nggak mungkin.

Jenis kelamin ini perlu diketahui agar ikan dapat hidup aman, tentram, sejahtera. Di habitat aslinya, mereka bisa bersembunyi ketika sedang diganggu oleh lawan jenis. Nah, kalau di akuarium, terlalu sempit untuk mereka berlarian ketika sedang terancam. Apalagi kalau nggak mau modal banyak untuk membeli hiasan akuarium yang punya fungsi untuk tempat persembunyian. Bisa mati mereka karena stres.

#5 Tidak tahu cara kembang biak ikan hias yang benar

Sebagai makhluk hidup, ikan hias juga punya masa hidup. Kalau takdir kecelakaan, penyakit, dan lain-lain dikesampingkan, waktu hidup ikan hias lebih pendek dari jangka waktu hidup manusia. Karenanya, kalau memang hobi jangka panjang sebaiknya mereka dikembangbiakkan. Manusia saja mau kawin, apalagi mereka.

Sebelum mengembangbiakkan para ikan, seharusnya mencari tahu dulu ilmu-ilmu reproduksi ikan. Ilmu-ilmu ini bisa didapat dari mana pun, kalau bisa sih jangan dari internet. Kadang menyesatkan.

Abang-abang penghobi ikan yang biasanya nyambi sebagai penjual atau kerabat yang punya hobi memelihara ikan bisa banget kok ditanyai. Jangan asal memasukkan dua ikan dalam satu akuarium saja, terkadang sepasang ikan hias perlu dipisahkan saat sedang mengandung telur untuk menjaga moodnya tetap stabil.

Itulah dia 5 dosa pemelihara ikan hias karbitan yang nggak punya ilmu tapi sok-sokan memelihara ikan. Menurutmu, mana yang paling dosa, Gaes? Jangan malu-malu, ketik di kolom komentar sekarang juga!

Penulis: Muhammad Arif Prayoga
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Alasan Mengurus Ikan Hias Itu Menyenangkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Februari 2023 oleh

Tags: ikan hiasKebersihanpakansapu-sapu
Muhammad Arif Prayoga

Muhammad Arif Prayoga

Sarjana Komunikasi yang Gagap Berkomunikasi. Penulis di Copa-media.com. Bisa dihubungi via Instagram @arifprayogha_ dan Twitter @CopamediaID

ArtikelTerkait

Toilet Sekolah Harus Bagus dan Bersih, Tidak Bisa Tidak!

Toilet Sekolah Harus Bagus dan Bersih, Tidak Bisa Tidak!

19 November 2023
3 Dosa Tukang Bakso yang Harus Ditinggalkan terminal mojok.co

3 Dosa Tukang Bakso yang Harus Ditinggalkan

1 Desember 2021
Ironi Masjid Istiqlal, Simbol Keberagaman yang Tidak Dirawat dan Justru Makin Hari Makin Eksklusif

Ironi Masjid Istiqlal, Simbol Keberagaman yang Tidak Dirawat dan Makin Hari Makin Jauh dari Umat

20 Februari 2024
Duka Penjual Ikan Hias Keliling di Malang Kala Ramadan, Hanya Ingin Laku agar Ada Uang untuk Lebaran

Duka Penjual Ikan Hias Keliling di Malang Kala Ramadan, Hanya Ingin Laku agar Ada Uang untuk Lebaran

21 Maret 2024
Cuci Motor: Aktivitas Paling Sia-sia yang Pernah Dilakukan Manusia terminal mojok.co

Cuci Motor: Aktivitas Paling Sia-sia yang Pernah Dilakukan Manusia

30 Januari 2021
Sisi Gelap Penjual Angkringan yang Perlu Diwaspadai, Pelanggan Sebaiknya Hati-Hati Mojok.co angkringan jogja angkringan di kediri

Sisi Gelap Penjual Angkringan yang Perlu Diwaspadai, Pelanggan Sebaiknya Hati-Hati

21 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026
Lebaran Saatnya Masa Bodoh dengan Ocehan Tetangga (Unssplash)

Refleksi Lebaran Bagi Kepala Rumah Tangga: Tunaikan yang Wajib, Masa Bodo dengan Gengsi dan Ocehan Tetangga

14 Maret 2026
Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
9 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Terbaik untuk Pemula Berkantong Cekak

Cari Mobil Bekas Murah buat Lebaran? Ini Motuba di Bawah 60 Juta yang Terbukti Nggak Rewel

14 Maret 2026
KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.