Merawat kendaraan adalah sebuah keharusan. Apalagi kalau kendaraan tersebut digunakan setiap hari. Perawatan tidak hanya membuat kendaraan lebih awet, tetapi juga menjaga performa dan kenyamanan saat digunakan. Salah satu perawatan perlu diperhatikan adalah mengganti oli mesin.
Tulisan di Mojok pernah membahasnya pentingnya ganti oli, 5 Alasan Ganti Oli Mesin Perlu Dilakukan Berkala. Tidak hanya rutin mengganti oli kualitas oli pun perlu diperhatikan. Sebab, sekarang ini semakin banyak oli palsu beredar. Oli palsu mengakibatkan kerusakan mesin yang serius.
Sebagai orang yang sudah kurang lebih 5 tahun membantu usaha jual beli spare part milik saudara, saya jadi tergerak untuk membagikan 5 cara mudah mengenali oli palsu.
#1 Scan QR code di kemasan oli
Hampir semua oli yang beredar saat ini sudah dilengkapi QR code. Cara mengeceknya cukup mudah, kalian hanya perlu memindai barcode yang tertera di kemasan, biasanya berada di tutup oli atau badan botol. Setelah dipindai, kalian akan diarahkan ke website resmi dari merek oli tersebut. Di sana akan muncul notifikasi atau informasi apakah oli tersebut asli atau tidak.
Bagi kalian yang ponselnya belum mendukung fitur scan barcode, biasanya tersedia kode unik di bawah barcode atau pada kemasan botol. Kode tersebut bisa dimasukkan secara manual ke website resmi produsen oli, dan hasil verifikasinya akan tetap bisa diketahui.
Menariknya, banyak produk oli juga sudah menggunakan sistem pengaman ganda. Artinya, jika sebuah barcode atau kode sudah pernah dipindai atau dimasukkan sebelumnya, maka sistem akan menandainya. Hal ini dilakukan untuk mencegah praktik oknum penjual oli palsu yang menggunakan kembali botol bekas, termasuk mendaur ulang barcode nya.
#2 Kualitas stiker
Hal ini juga wajib diperhatikan karena kualitas stiker bisa menjadi tanda keaslian oli. Produsen menggunakan mesin khusus untuk menempelkan stiker pada kemasan, sehingga hasilnya rapi, presisi, dan minim cacat. Sebelum didistribusikan ke pasaran, kemasan sudah melewati proses kontrol kualitas, termasuk memastikan stiker terpasang dengan baik.
Jika kalian menemukan stiker yang miring, tidak lurus, bergelembung, atau terlihat asal tempel, sebaiknya mulai waspada. Banyak kasus, oli palsu masih menggunakan cara manual untuk menempel stikernya sehingga hasil kurang rapi dan tidak konsisten. Bahkan, stiker pada oli asli umumnya sangat sulit untuk dilepas atau dicopot.
Produsen resmi biasanya menggunakan bahan stiker dengan daya rekat kuat, sehingga ketika dicoba dilepas, stiker akan robek atau meninggalkan bekas lem di kemasan.
Sebaliknya, pada oli palsu, stiker seringkali sangat mudah terkelupas, bahkan bisa dilepas utuh tanpa tenaga. Tidak jarang pula stikernya langsung rusak atau mengelupas hanya dengan gesekan ringan. Perbedaan sederhana ini sering diabaikan, padahal cukup efektif untuk menjadi tanda awal keaslian oli.
#3 Kualiatas gambar
Lalu bagaimana jika oknum produsen oli palsu sudah semakin canggih, bahkan menempelkan stiker menggunakan mesin dengan daya rekat yang kuat? Cara membedakannya bisa dilihat dari kualitas gambar dan tulisan pada stiker.
Berdasarkan pengalaman saya, oli palsu hampir selalu memiliki kualitas cetakan yang kurang rapi. Gambar terlihat pecah, warna tidak tajam, dan tulisan tampak buram atau tidak konsisten. Jika diperhatikan dengan seksama, resolusinya terasa rendah atau tidak “HD” orang sekarang menyebutnya.
Sebaliknya, pada oli asli, kualitas cetakan sangat tajam dan presisi. Huruf terlihat jelas, tepi gambar rapi, serta warna solid dan konsisten.
#4 Kualitas kemasan oli mesin
Kualitas kemasan juga bisa menjadi penanda apakah oli tersebut asli atau palsu. Berdasarkan pengalaman saya, oli palsu umumnya memiliki kemasan yang terasa lebih tipis dan ringkih dibandingkan oli asli.
Selain itu, pada bagian tutup botol, oli asli biasanya memiliki pengunci atau segel pengaman yang rapi dan presisi. Saat dibuka, segel akan terlepas dengan bersih dan tidak mudah dipasang kembali, sebaliknya, pada oli palsu, pengunci sering kali tidak rapi, atau longgar
#5 Endapan oli mesin
Cara terakhir ini bisa dibilang paling jitu, tetapi memang membutuhkan sedikit usaha. Metode ini bisa digunakan jika kalian masih ragu terhadap keaslian oli yang sudah dibeli.
Caranya cukup sederhana yaitu tuangkan oli ke wadah yang bersih, lalu perhatikan bagian dalam botol sebelum oli habis sepenuhnya. Jika terlihat adanya endapan atau gumpalan “ndeg-ndegkan” yang biasanya berwarna hitam maupun putih, maka bisa dipastikan oli tersebut tidak asli. Pada oli asli, cairan akan terlihat homogen, bersih, dan tidak memiliki endapan.
Itulah lima cara mudah untuk mengetahui keaslian dari sebuah oli berdasar pengalaman saya sebagai penjual spare part. Satu lagi, jangan membeli oli dengan harga murah dari pasaran bisa dipastikan produk itu palsu. Semoga tips di atas bisa membantu kalian terhindar dari oli palsu.
Penulis: Imanuel Joseph Phanata
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Malas Ganti Oli Motor? Siap-siap sama Seabrek Masalah yang Bikin Kantong Jebol Ini.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
