Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Gadget

5 Alasan Orang Suka Menumpuk Chat WhatsApp di HP

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
18 November 2022
A A
5 Alasan Orang Suka Menumpuk Chat WhatsApp di HP Terminal Mojok

5 Alasan Orang Suka Menumpuk Chat WhatsApp di HP (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Siapa yang senang menumpuk chat WhatsApp dari tiga tahun lalu di HP?

Di era serba digital ini, semua aktivitas terasa mudah dan cepat untuk dilakukan, termasuk dalam hal berkomunikasi. Kalau di zaman Rangga dan Cinta cara berkirim pesan masih konvensional menggunakan surat, sekarang ini orang berkirim pesan cukup dengan mengetikkan huruf di keyboard pada perangkat gadget yang dimiliki. Simsalabim, pesan bisa langsung terkirim kilat saat itu juga baik melalui email, Telegram, atau WhatsApp.

ADVERTISEMENT

Generasi yang sempat merasakan korespondensi melalui surat, mungkin dulu pernah punya kebiasaan menumpuk serta menyimpan lembaran surat dari orang-orang terkasih. Namun, kebiasaan menimbun pesan itu nyatanya tak lekang dimakan waktu. Kebanyakan orang sekarang pun suka menumpuk pesan alias chat di HP mereka, utamanya aplikasi WhatsApp. Padahal chat tersebut sudah dibaca terakhir kali lebih dari sebulan lalu. Kira-kira, apa alasan orang yang hobi menyimpan riwayat chat tersebut, ya?

#1 Berasal dari seseorang yang istimewa

Alasan nggak mau menghapus riwayat percakapan via chat WhatsApp yang pertama ini umum dilakukan oleh mereka yang tengah dilanda kasmaran. Akui saja, pasti nggak sedikit dari kamu yang suka senyam-senyum sendiri manakala mendapat pesan dari gebetan atau pacar.

Kalau orang bilang saat jatuh cinta kotoran kucing serasa cokelat, sama halnya pesan menanyakan lagi di mana serasa mendapat lamaran saja. Lebay sih, tapi kenyataannya memang gitu. Rentetan obrolan yang kalau dibaca sebenarnya biasa-biasa saja, akan menjadi sesuatu yang teramat berharga bagi para bucin. Akibatnya, chat WhatsApp tersebut akan tersimpan lama layaknya harta karun ratusan tahun yang tak boleh ditemukan orang lain.

#2 Sebagai kenangan akan mereka yang telah tiada

Latar belakang orang bertahan menyimpan riwayat percakapan yang berikut ini rada bikin nyesek, sih. Pasalnya, orang yang diajak ngobrol tersebut sebenarnya sudah nggak ada lagi di dunia alias sudah meninggal. Sebagai pengobat rindu, tak jarang sejumlah orang sesekali membaca chat lama di aplikasi WhatsApp yang pernah mereka lakukan saat penerima pesan masih hidup.

Selain sebagai kenang-kenangan istimewa, beberapa orang yang merasa kangen banget, sesekali mungkin akan mengetik pesan di ruang chat tersebut. Untuk sekadar menyapa, walau tahu pasti tak akan pernah berbalas. Sebenarnya hal ini sah-sah saja dilakukan ketika seseorang yang ditinggalkan masih dalam fase denial. Namun, ada baiknya mengirim pesan kepada nomor orang yang telah tiada tersebut mulai perlahan dihentikan. Selain karena harus move on, nomor HP yang sudah lama nggak aktif tersebut biasanya akan dijual kembali kepada publik oleh pihak operator. Takutnya nanti malah dijadikan sebagai peluang tindakan kriminal.

#3 Berjaga-jaga bila suatu saat bisa jadi bukti kebenaran

Alasan ketiga ini yang paling sering dilakukan terutama kalau lingkungan tempatmu berada sedikit banyak menjurus ke arah toksik. Entah itu dari keluarga, tetangga, atau teman kerja yang suka memutar balikkan fakta. Berbincang dengan orang yang suka mengubah cerita seenaknya memang sebaiknya nggak dilakukan secara lisan sebab nggak ada bukti penguat untuk membela diri.

Baca Juga:

Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online

Pernah Benci Dosen yang Slow Respon Balas WhatsApp, Kini Saya Mengerti

Misalnya, ada rekan kerja yang terkenal suka adu domba atau mengalihkan tanggung jawab ke orang lain. Sebaiknya kamu kudu berhati-hati ketika berurusan dengan orang demikian. Salah satu yang bisa kamu lakukan adalah dengan melakukan percakapan tertulis dengannya. Jadi, apabila suatu saat dia berkelit, kamu sudah ada bukti chat WhatsApp sehingga oknum tersebut nggak bisa mengelak lagi.

#4 Telanjur menumpuk

Seseorang yang sibuk biasanya sangat menghargai waktu. Di sisi lain, umumnya orang super sibuk ini tergabung ke dalam lebih dari lima WhatsApp grup di HP-nya. Nggak heran, tumpukan chat WhatsApp miliknya pasti bisa mencapai angka ribuan. Terlebih, bila grup yang diikutinya cenderung aktif alias anggotanya suka sekali saling berkirim chat atau berbagi informasi.

Padahal bagi orang yang sibuk, waktu adalah sesuatu yang sangat berharga dan tak tergantikan meskipun dengan uang. Makanya biasanya dia akan berpikir akan buang-buang waktu kalau harus memilah ruang percakapan yang penting dan nggak beserta lampiran isinya—yang bisa berupa dokumen, foto, maupun video. Dengan demikian, wajar saja kalau chat WhatsApp yang berada di ponselnya bisa menyentuh angka ratusan hingga ribuan.

#5 Terkait dengan pekerjaan

Perkara pekerjaan sering menjadi alasan seseorang untuk nggak membuang riwayat percakapan di gadget mereka. Sebab, kadang kala percakapan terkait pekerjaan itu sambung-menyambung menjadi satu alias panjang sekali. Banyak orang khawatir jika mereka nekat menghapus untaian chat tersebut, informasi atau file penting terkait pekerjaan mereka akan turut hilang. Kalau sudah telanjur kejadian, siap-siap saja menerima umpatan atasan.

Di samping itu, chat tentang pekerjaan di aplikasi WhatsApp ini dijadikan sebagian orang sebagai catatan pribadi mereka. Misalnya, dalam suatu proyek telah disepakati bagian kerjaan masing-masing di mana hasilnya dituangkan dalam grup WhatsApp yang nanti akan disatukan sebagai satu kesatuan hasil kerja tim. Supaya nantinya nggak terjadi kesalahpahaman serta saling lempar kerjaan, makanya orang-orang seperti ini bertekad keras untuk nggak menghapus chat mereka meski harus mengorbankan memori HP.

Itulah beberapa alasan mengapa beberapa orang menumpuk chat WhatsApp di HP mereka. Nah, kalau kamu sendiri gimana?

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 9 Fitur Rahasia WhatsApp yang Nggak Diketahui Semua Orang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 November 2022 oleh

Tags: chatchat whatsappWhatsapp
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

ArtikelTerkait

sohibul whatsapp

Cara Menangani Sohibul WhatsApp yang Suka Beralasan Pesan Tertimbun Padahal Memang Sengaja Mengabaikan

30 Agustus 2019
grup whatsApp

Alasan Kenapa Gabung Grup WhatsApp itu Penting

15 Maret 2020
Grup WhatsApp Keluarga Besar Adalah Kawah Candradimuka Sebelum Berdebat di Sosial  Media

Urusan Fitur, Saya Lebih Memilih Telegram daripada WhatsApp

4 Agustus 2020
chat P itu maksudnya apa sih mojok

3 Alasan Seseorang Memulai Chat dengan ‘P’

24 November 2020
Alasan Seseorang Sering Memanjangkan Huruf di Belakang Saat Chat WhatsApp terminal mojok.co

Alasan Seseorang Sering Memanjangkan Huruf di Belakang Saat Chat WhatsApp

8 April 2021
10 Keunggulan Telegram yang Nggak Bisa Kita Temukan di WhatsApp Terminal Mojok

10 Keunggulan Telegram Dibandingkan WhatsApp

11 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia saja Mojok.co

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia aja, nggak usah jauh-jauh ke luar negeri

10 Agustus 2026
Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur Mojok.co

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

8 Agustus 2026
Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

10 Agustus 2026
Takut ke Puskesmas karena malas hadepin antrean panjang (Unsplash)

Pergi ke Puskesmas itu tidak menakutkan, yang menakutkan menghadapi antrean panjang dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.