4 Tips Punya Kolam Koi Meski Belum Punya Rumah Sendiri

4 Tips Punya Kolam Koi Meski Belum Punya Rumah Sendiri terminal mojok (1)

“Pengin sih punya kolam ikan koi, tapi saya belum punya rumah. Mana bisa?” Mungkin pertanyaan semacam itu pernah terlintas di pikiran kita.

Nggak salah, kolam ikan koi memang identik melekat pada rumah karena merupakan hiasan untuk rumah itu sendiri. Tapi, untuk memiliki hiasan yang besar ini nggak perlu menunggu punya rumah yang sebenarnya bagi kita sangat mahal.

Coba bandingkan, uang yang perlu dikeluarkan untuk membangun rumah bisa mencapai ratusan kali lipat dari biaya membangun kolam koi. Asal tahu saja, untuk membangun kolam dengan ukuran 3x2x1 meter, kita nggak sampai menghabiskan uang satu juta rupiah. Sungguh perbandingan yang terlampau jauh antara biaya membangun rumah dengan kolam ikan.

Jadi, apakah kita bakal nunggu tua untuk sekadar memiliki kolam ikan koi? Gimana nggak sampai tua kalau harga rumah kian melambung sementara gaji yang didapat dari bekerja hanya cukup untuk menyambung hidup?

Sudahlah, membangun kolam ikan koi nggak seberat itu! Kini memiliki kolam ikan koi yang indah nggak harus mahal, berikut tipsnya:

#1 Sepakati bahwa membangun kolam koi hanyalah mainan yang murah dan kapan saja bisa kita tinggalkan

Hal pertama yang perlu kita perhatikan adalah memastikan dana yang dikeluarkan untuk membangun kolam ikan kecil bagi kita. Yah, anggap saja seperti uang untuk beli HP, walau kadang sampai berjuta-juta tapi rasanya biasa saja. Kalaupun dua tahun sudah rusak, kita bisa dengan ringan membelinya lagi. Nah, membangun kolam ikan juga diperlukan mental semacam itu. Terlebih lagi kita bakal membangun kolam ikan di atas tanah orang lain, bukan tanah milik kita sendiri.

Jika masih saja terasa berat, coba deh bertanya pada diri sendiri. Apakah semua harta selain kolam ikan koi akan dibawa mati? Nah, kedudukan kolam ikan koi seperti semua itu, hanya titipan dan akan ditinggalkan. Jadi, ngapain mikir untuk membangun kolam di atas tanah sewaan?

#2 Sewa kontrakan yang memiliki halaman atau pelataran

Meski belum punya rumah sendiri, kita perlu menyewa rumah sebagai tempat kita memandang kolam ikan dengan taman mini yang indah. Masa iya membangun kolam di tengah kebun? Kan ra mashoook!

Memang sih cari rumah kontrakan yang sesuai dengan kebutuhan untuk membangun kolam ikan koi nggak mudah. Bila kita tinggal di perkotaan, bisa dibilang mustahil karena tipe rumah di perkotaan biasanya minim lahan. Jadi, saya menyarankan untuk mencari rumah kontrakan di perkampungan saja yang biasanya memiliki pelataran cukup luas.

#3 Gunakan geomembran dan batu kali untuk bahan dasar kolam

Dalam membangun kolam koi, kita perlu selektif memilih bahan dan material untuk menekan anggaran. Seperti yang saya lakukan misalnya, saya membangun kolam sendiri tanpa menyuruh tukang. Tentu saja hal ini bisa menekan biaya yang dikeluarkan.

Saya menggunakan geomembran ukuran 5×4 meter dengan ketebalan 300 mikron sebagai alas kolam. Harganya sekitar Rp320 ribu dari Pekalongan. Geomembran ini semacam plastik kresek tebal. Jadi, ia memiliki sifat yang elastis dan awet. Seperti yang kita tahu, sampah plastik sangat sulit diuraikan, bukan? Kata pelapaknya, sih, geomembran ini bisa tahan hingga 10 tahun untuk dijadikan alas kolam ikan. Menarik!

Selain itu, banyak penghobi koi yang menggunakan geomembran untuk dijadikan alasan kolam ikan koi. Nggak hanya penghobi koi, sebenarnya banyak juga petani ikan yang menggunakan geomembran untuk alas tambak karena harganya yang murah dan lebih awet jika dibandingkan beton dan terpal.

Untuk memperindah kolam, saya menggunakan batu kali sebagai tepian kolam. Sehingga perpaduan warna hitam dari geomembran ini sangat pas dengan bebatuan tersebut. Batu-batu tersebut nggak perlu disemen, hanya perlu ditata dengan baik biar nggak longsor.

Biar makin hemat, saya pun nggak malu terjun langsung ke sungai untuk mengumpulkan batu-batu kali. Hal ini saya lakukan dengan menyicil, setiap satu hari membawa pulang batu kali setengah karung karena kemampuan saya mengangkat batu-batu melewati tanggul sungai hanya segitu. Para penambang pasir di sungai sampai akrab dengan saya lantaran hampir setiap hari bertemu. Saya gigih sekali, kan? Wqwqwq.

Jika hal ini bisa kita lakukan, maka membangun kolam ikan koi jadi terasa sangat murah.

#4 Sepakati memiliki rumah nggak sepenting memiliki kolam ikan koi

Yang paling penting adalah kemantapan bahwasanya memiliki kolam ikan koi memang lebih penting daripada memiliki rumah. Sehingga kita akan bisa bahagia meski tinggal di rumah sewaan tanpa mikirin cicilan bulanan untuk memiliki rumah.

Ini namanya memaksimalkan gaji yang kecil. Andai gaji yang kecil itu ditabung, maka mungkin saja saya baru punya kolam ikan ketika sudah tua renta. Gimana nggak, lha selama hidup gaji dari hasil bekerja hanya dipakai untuk memenuhi kebutuhan dan bayar cicilan rumah?

Asal tahu saja, meski kita hanya seorang buruh, kita punya hak untuk bahagia mumpung masih muda. Salah satunya ya memiliki kolam ikan koi itu tadi! Salam satu hobi!

Sumber Gambar: Pixabay

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Exit mobile version