Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

4 Tipe Koruptor di Persidangan Menurut Pengamatan Wartawan

Christian Denny M oleh Christian Denny M
11 September 2020
A A
sidang tipikor terdakwa koruptor tersenyum tipe koruptor tingkah laku mojok.co

sidang tipikor terdakwa koruptor tersenyum tipe koruptor tingkah laku mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah 2,5 tahun saya bertugas meliput koruptor. Khususnya mereka yang sudah sampai meja hijau pengadilan tipikor. Jika kalian melihat ekspresi wajah seorang koruptor tersenyum, percayalah, itu nyata adanya.

Saya sendiri dengan muak bercampur jengkel bertanya-tanya, kenapa mereka masih bisa senyum? Tapi setelah melihat sendiri, ternyata ekspresi itu hanya bertahan saat berada di depan kamera awak media.

Biasanya mereka hanya menunjukkannya di hadapan kamera saat masuk ke ruang sidang. Lalu, usai mereka duduk bersandar di kursi pesakitan, wajahnya langsung berubah. Mereka duduk di kursi itu, biasanya mulutnya komat-kamit. Mereka berharap jaksa tak pernah mampu menunjukkan bukti kejahatan korupsinya.

Terkadang pula, mereka yang duduk di kursi itu langsung mengarahkan wajahnya ke hakim dengan wajah memelas. Di tengah persidangan, biasanya mereka menoleh ke arah penasihat hukumnya. Mata para terdakwa itu, akan menunjukkan kode. Mungkin bermaksud minta tolong karena tak kuat cercaan hakim atau jaksa yang bertanya secara sporadis.

Nah, biasanya dalam sidang semacam itu, banyak sekali tingkah laku yang bisa terbaca saat mereka duduk di kursi pesakitan. Selain pernyataan di awal tadi, setidaknya ada empat tipe koruptor berdasarkan tingkah laku mereka selama persidangan.

Tipe koruptor #1 Bersikap percaya diri

Para koruptor yang masih bisa tersenyum di ruang pengadilan menandakan kepercayaan dirinya yang tinggi. Biasanya ini terjadi karena mereka belum dinyatakan bersalah oleh hakim.

Alasan kedua, bisa jadi mereka yakin jika perbuatannya tak bersalah. Apalagi selama pemeriksaan tidak ada bukti kuat.

Yang terakhir, karena bukti yang dibawa oleh penasihat hukumnya lebih meyakinkan. Biasanya, para penasihat hukum membawa bukti aneka macam untuk membantah segala bukti jaksa.

Baca Juga:

Menaruh Belas Kasih pada Keluarga Koruptor Itu Tak Masuk Akal, Koruptornya Aja Nggak Kasihan sama Keluarganya

Koruptor kok Dikasihani, Lebih Baik Diarak dan Dimaki Satu Negara!

Sikap percaya diri itu juga ditunjukkan dengan perilaku, seperti menjawab dengan kalimat lugas, keras, dan berwibawa. Pelaku seperti ini, jika berjalan akan seperti bos sedang masuk ke kantornya sendiri.

Reaksi itu tentu berbeda saat putusan menyatakan mereka bersalah. Saat mengetahui dinyatakan bersalah, wajahnya pasti menunduk. Mereka akan menghindari para awak media yang sudah menunggu tanggapan atas vonis. Biasanya mereka akan segera pergi begitu saja, tanpa memberikan tanggapan, tidak seperti awal saat mereka masih dalam proses pemeriksaan, penetapan tersangka, atau proses sidang.

Tipe koruptor #2 Berlagak tidak tahu

Ini saya sekalian berbagi tips bagi kalian yang mempunyai pacar yang posesif. Jika ia sering menanyakan soal-soal yang menyudutkan kalian, tiga jawaban utama yang harus dikatakan adalah tidak tahu, lupa, dan tidak mengerti.

Soalnya dalam sidang, ketiga jawaban itu menjadi jurus paling khas menghindari pertanyaan yang menyudutkan.

Selain trik tiga jawaban itu, ada pula yang berkelit dengan memberi jawaban muter-muter. Saat ditanya A, menjawab B. Saat ditanya B, menjawab C. Begitu terus sampai hakim menegur. Setelah ditegur, kembalilah ia dengan jawaban tidak tahu.

Sikap berlagak tidak tahu itu biasanya juga diteruskan ketika diwawancarai media. Ketika ditanya wartawan, pelaku pasti menjawab, “Saya tidak menyaksikan secara langsung,” “Tidak ada bukti penyerahan uang dan janjinya,” dst.

Biasanya terdakwa semacam ini kalau berjalan sedikit santai. Wajahnya datar. Kalau disapa orang atau rekannya ya dijawab. Bener-bener relaks.

Tipe koruptor #3 Pasrah

Sikap terdakwa yang benar-benar pasrah adalah koruptor yang paling bisa ditoleransi hakim. Biasanya mereka membuka diri untuk segala pertanyaan. Para jaksa dan hakim paling senang dengan pelaku korupsi seperti ini. Pengakuan mereka akan berlangsung cepat dan lugas.

Kenapa ada terdakwa model gini? Tentu untuk menghindari hukuman yang berat. Mereka biasanya akan membuka semua rahasia agar dianggap bisa bekerja sama dengan penegak hukum. Kadang saking bersemangatnya menjawab, dikasih pertanyaan A, jawabannya bisa melebar sampai jawaban C dan D. Lengkap.

Nah, karakter seperti ini biasanya dijumpai pada terdakwa yang sudah lanjut usia.

Tipe koruptor #4 Cengeng

Tingkah laku terdakwa korupsi yang paling saya benci adalah cengeng. Sebab, mereka sudah enak dari awal. Punya mobil mewah, apartemen, dan tanah di mana-mana, belum lagi tabungan dan depositonya. Tapi begitu dicokok, lagaknya seperti orang paling menderita.

Pelaku seperti ini paling berbahaya. Biasanya mereka cengeng untuk mengambil hati hakim agar diberi vonis ringan.

Tapi sebenarnya tidak semua koruptor cengeng karena sedang memainkan trik. Ada juga yang jadi penangis karena kesalahannya sebenarnya tidak disengaja. Sialnya, kesalahan itu dimanfaatkan pelaku lain untuk menarik keuntungan.

Tapi ya gitu. Pelaku yang tidak sengaja vs pelaku yang sengaja tuh perbandingannya 2:10. Lebih banyak yang emang asli niat sejak awal.

Kesamaan kedua jenis koruptor cengeng ini, biasanya di sidang mereka bakal gelisah bukan main. Mereka bakal terus menunduk dan mengiyakan semua yang dikatakan hakim atau jaksa jika sudah terlanjur kuat bukti korupsinya.

Lalu, mereka bakal nangis saat membacakan pledoinya. Wajahnya berlinang air mata, meminta ampunan, sembari memberitahukan bahwa anak-anaknya masih kecil dan bersekolah. Klise banget.

BACA JUGA Kenapa Koruptor di Indonesia Masih Bisa Senyam-senyum di Pengadilan? dan tulisan Christian Denny M lainnya.

Baca Juga:  Alasan Kenapa Kucing Sangat Suka Duduk dan Tiduran di Atas Laptop

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 September 2020 oleh

Tags: koruptorsidang tipikor
Christian Denny M

Christian Denny M

Pecinta Arsenal. Penyuka Kikil Sapi. Masih berharap bisa menulis dan membuat karya.

ArtikelTerkait

7 Kota dan Provinsi di Indonesia yang Selalu Apes Dapat Pemimpin Korup Terjerat KPK

7 Kota dan Provinsi di Indonesia yang Selalu Apes Dapat Pemimpin Korup Terjerat KPK

28 November 2023
Beragam Keanehan Pertimbangan Hakim dalam Kasus Korupsi Terminal Mojok.co

Mantan Narapidana Korupsi Jadi Ketum Parpol Adalah Bukti Bobroknya Sistem Demokrasi Indonesia

16 Juli 2023
korban bully badut terawan bismillah cinta sinetron dialog jahat mojok

Daripada Bantu Koruptor, Pemerintah Harusnya Bantu Korban Bully Lain yang Lebih Butuh Bantuan

25 Agustus 2021
KPK penilapan duit bansos koruptor jaksa pinangki cinta laura pejabat boros buang-buang anggaran tersangka korupsi korupsi tidak bisa dibenarkan mojok

Pedagang Keliling dan Kenapa Kita Harus Membenci Para Koruptor

30 Juli 2021
Apakah Masih Ada yang Korupsi di Hari Anti Korupsi Sedunia?

Apakah Masih Ada yang Korupsi di Hari Anti Korupsi Sedunia?

9 Desember 2019
Kalau Eks Koruptor Boleh Nyaleg, Mending SKCK Dihapus Aja, Buat Apa?

Mau Profesi Minim Risiko? Jadilah Koruptor!

12 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Angka Pengangguran di Karawang Tinggi dan Menjadi ironi Industri (Unsplash) Malang

Warga Karawang Terlihat Santai dan Makmur karena UMK Sultan, padahal Sedang Berdarah-darah Dihajar Calo Pabrik dan Bank Emok

12 Januari 2026
4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang "Kalah" dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar Mojok.co

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

11 Januari 2026
Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

15 Januari 2026
Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

10 Januari 2026
Rujak Teplak Khas Tegal Adalah Anomali bagi Warga Blora, Rujak kok Jadi Menu Sarapan, Aneh!

Rujak Teplak Khas Tegal Adalah Anomali bagi Warga Blora, Rujak kok Jadi Menu Sarapan, Aneh!

9 Januari 2026
Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya
  • Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis
  • Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota
  • Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.