Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

4 Kesalahan Makan Cilok yang Kerap Dilakukan

Adhitiya Prasta Pratama oleh Adhitiya Prasta Pratama
7 Februari 2022
A A
4 Kesalahan Makan Cilok yang Kerap Dilakukan terminal mojok.co

4 Kesalahan Makan Cilok yang Kerap Dilakukan (Envanto Elements)

Share on FacebookShare on Twitter

Patut disetujui, cilok merupakan jajanan yang sangat populer di Indonesia. Makanan yang punya tekstur kenyal ini seolah memiliki tempat di setiap hati penikmatnya. Dulu, eksistensi cilok mungkin dikaitkan dengan kelas sosial. Kalau orang makan cilok, itu tandanya mereka adalah kalangan masyarakat bawah, begitu pula sebaliknya.

Cilok, atau kependekan dari “aci dicolok” dewasa ini memang menjamur di mana-mana. Label yang sempat tersemat bahwa cilok adalah makanan masyarakat kelas bawah kini mulai memudar. Pasalnya, semua orang kini bisa menikmatinya, entah orang tua, muda, orang kaya, miskin, dan sebagainya.

Namun, akibat dari banyaknya konsumen cilok sekarang, membuat mereka, para penikmat cilok, sering melakukan kesalahan yang sebenarnya nggak mereka sadari. Meskipun saya bukan penjual cilok, tapi saya sering menemukan beberapa kesalahan yang kerap kali dilakukan para penikmat cilok ini. Seperti apa? Ini penjelasannya.

#1 Kuah yang nggak dihabiskan

Seiring berkembangnya zaman, pesona cilok tentu memiliki banyak variasi, ada cilok dengan isi-isi, cilok dengan ukuran nggak normal, hingga cilok yang menggunakan kuah. Eksistensi kuah pada cilok termasuk variasi. Ada yang suka, ada yang nggak suka.

Akan tetapi, khusus orang-orang yang suka makan cilok pakai kuah, terdapat kesalahan yang sebenarnya nggak sadar mereka lakukan, yakni nggak menghabiskan kuahnya. Sebab, jika di awal memang nggak suka kuah, ya, jangan bilang pakai kuah. Kalaupun suka, ya, harus tahu ukurannya. Biar nggak mubazir, Ndes.

#2 Nggak memakai bumbu

Sejujurnya, saya nggak tahu kenapa ada golongan orang yang membeli cilok tapi dengan model putihan/polosan alias nggak diberi bumbu sama sekali. Padahal, bahan-bahan seperti saus, kecap, bumbu kacang, dan sambal merupakan bahan komplementer yang menunjang sensasi kenikmatan makan cilok.

Bagi yang terbiasa pakai bumbu dan melihat ada orang seperti itu, pasti respons pertama adalah dengan mengerutkan dahi, “Emange enak, ta, makan cilok putihan? Aneh, Ndes!” Apalagi, dunia perbumbuan cilok sekarang ini semakin banyak variasinya. Ada yang pakai keju, sambalado, bumbu rendang, dsb. Sayang banget kalau nggak pakai bumbu-bumbu itu. Selain itu, kasihan penjualnya, sudah mencoba berinovasi dengan bumbunya, eh malah beli polosan.

#3 Menunda memakannya

Salah satu kesalahan yang kerap saya temui dari penikmat cilok adalah menunda saat memakannya. Banyak orang-orang sekitar saya, kalau beli cilok nggak langsung dimakan. Ada yang beralasan karena buat di rumah, masih panas, aras-arasen, dan semacamnya.

Baca Juga:

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang 

Kalau saya, termasuk dalam golongan orang yang makan cilok di tempat, serta menjauhi kebiasaan menunda memakannya. Pasalnya, cilok pas masih anget itu nikmat dan mantep banget. Sementara kalau sudah dingin, rasanya beda. Karena itulah, para penjual cilok selalu menjual dagangannya dalam keadaan hangat.

#4 Plastik yang dibuang sembarangan

Kalau yang terakhir ini, nggak usah ditanyakan lagi tingkat kesalahannya. Bagi saya, tingkat kesalahan pada level ini sudah ultimate. Memang apa susahnya, sih, buang sampah pada tempatnya? Apalagi itu sampah plastik yang konon butuh waktu lama untuk terurai.

Coba kalian perhatikan, ketika sedang tengok kanan-kiri di pinggir jalan, pasti banyak sampah plastik. Saya kadang geregetan, “Susahe opo, seh, buang bungkus cilok pada tempatnya? Ojok, kok, tahunya cuma makan, makan, makan, tok, tapi koproh. Gathel!” Kalau nanti ada orang yang beralasan karena nggak ada tempat sampahnya, setidaknya disimpan dulu, kan, bisa. Ya, kan?

Itulah beberapa kesalahan yang sering dilakukan sebagian orang saat makan cilok. Plis, jangan dilakukan lagi, ya!

Penulis: Adhitiya Prasta Pratama
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Februari 2022 oleh

Tags: cilokjajananKesalahanMakanan
Adhitiya Prasta Pratama

Adhitiya Prasta Pratama

Seorang mahasiswa yang hobi baca apa aja di depannya.

ArtikelTerkait

4 Bahan Makanan yang Cocok dengan Lidah Orang Jawa

4 Bahan Makanan yang Cocok dengan Lidah Orang Jawa

12 Juni 2020
bakso lagi

Menu di Warung Makan Itu Beragam, Tapi Kenapa yang Selalu Dipesan Bakso Lagi?

5 September 2019
10 Rekomendasi Makanan Siap Santap di Superindo

10 Rekomendasi Makanan Siap Santap di Superindo

17 Oktober 2023
4 Dosa Tersembunyi Penjual Angkringan yang Tidak Disadari Pelanggan

4 Kesalahan yang Mengurangi Kesyahduan Makan di Angkringan

3 Maret 2022
Hal-hal yang Dirindukan dari Warung Makan Zaman Dulu terminal mojok

Hal-hal yang Dirindukan dari Warung Makan Zaman Dulu

5 Juni 2021
Bukan Vienetta, Ini Daftar Jajanan Masa Kecil yang Bikin Saya Kangen!

Bukan Viennetta, Ini Daftar Jajanan Masa Kecil yang Bikin Saya Kangen!

7 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 
  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.