Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Gadget

4 Kekurangan ChatGPT yang Membuatnya Belum Pantas Saingi Google

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
28 Januari 2023
A A
4 Kekurangan ChatGPT yang Membuatnya Belum Pantas Saingi Google Terminal Mojok

4 Kekurangan ChatGPT yang Membuatnya Belum Pantas Saingi Google (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir-akhir ini, sebagian pekerja sedang dibuat resah akan kehadiran ChatGPT. ChatGPT disebut-sebut bakal membuat banyak profesi sirna. Hal ini digadang-gadang karena teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dipakainya bakal menggantikan pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Buat yang belum tahu apa itu ChatGPT, silakan simak artikel pengenalannya di sini.

ChatGPT ini bikin khawatir orang-orang yang berprofesi sebagai penerjemah, penulis, hingga guru les matematika. Bahkan pekerjaan kreatif dan IT yang katanya nggak akan tergerus oleh perkembangan teknologi nyatanya bisa saja diserobot oleh ChatGPT. Ia bisa menyusun artikel kompleks, membuat puisi, bahkan menuliskan kode pemrograman.

Kalau ChatGPT bikin risau para pekerja, para pelajar dan mahasiswa justru menyambutnya dengan suka cita. Pasalnya aplikasi ini membuat tugas-tugas mereka jadi lebih mudah. ChatGPT bisa mengerjakan soal-soal matematika, menerjemahkan suatu kalimat, menulis teks, dan yang paling penting, dianggap bisa menggantikan Google karena membuat mereka nggak perlu repot-repot searching manual.

Nah, ada desas-desus bahwa aplikasi ini bisa saja mengancam keberadaan Google. Kelebihannya dalam memberikan jawaban yang intuitif dan manusiawi, serta memberikan pengalaman kepraktisan penggunanya, dianggap bakal menyingkirkan Google. ChatGPT ini berwujud seperti roomchat dan kita bisa bertanya berbagai hal yang nantinya akan dijawab sebagaimana sedang mengobrol.

Jujur saja saya akhir-akhir ini juga menggunakan ChatGPT jika sedang malas melakukan pencarian manual di Google. Misalnya saya sedang kepo akan sesuatu tapi malas buka banyak tab buat mencari jawaban dan memuaskan rasa penasaran, saya bakal langsung mengakses ChatGPT. Frekuensi yang cukup sering membuka aplikasi ini lantas membuat saya familier.

Sebagai pengguna aktif Google dan ChatGPT, saya rasa ChatGPT belum bisa menyingkirkan Google dalam waktu dekat. Ia masih punya banyak kekurangan yang harus diperbaiki kalau benar-benar berambisi untuk menyaingi atau bahkan menghilangkan dominasi Google sebagai mesin pencari.

#1 Memerlukan jaringan yang sangat stabil

Kekurangan ChatGPT yang pertama adalah penggunanya membutuhkan jaringan yang sangat stabil jika pengin mengaksesnya. Kalau jaringan internet sedang lemah atau putus-nyambung, dijamin bakal sebal sendiri. Bukannya mendapatkan jawaban dari ChatGPT, kamu cuma akan dapet capeknya.

Sebab, saat jaringan sedang lemah, ChatGPT nggak akan menangkap pertanyaanmu maupun menjawabnya. Aplikasi ini bakal menampilkan chat balasan berupa “An error occurred. If this issue persists please contact us through our help center at help.openai.com.” Kalau sudah seperti ini, jalan yang bisa kita ambil adalah me-refresh page atau regenerate response.

Baca Juga:

Cara Licik Mahasiswa Mengerjakan Skripsi Full Pakai ChatGPT, Dosen Pembimbing Wajib Tahu Ciri-cirinya biar Nggak Sampai Dibohongi!

Lupakan Google, Mencari Rekomendasi Tempat Liburan dan Kulineran Memang Lebih Enak di TikTok  

#2 Tidak bisa masuk ke sistem saat demand tinggi

Ada beberapa saat ketika ChatGPT lagi diakses oleh orang banyak. Momen seperti ini jauh lebih ngeselin dibandingkan mengakses aplikasi ini saat jaringan sedang lemah. Soalnya boro-boro bisa mengetikkan pertanyaan, masuk ke dalam sistem room chat-nya saja nggak bisa.

Biasanya kalau sedang high demand, ChatGPT bakal memberikan notifikasi pemberitahuan. Kita juga akan dikasih pilihan untuk mendapatkan reminder ketika sistem sudah lebih longgar atau nggak. Tapi sejauh ini saya belum pernah tuh memperoleh reminder-nya.

#3 Jawaban masih ngawur

Mengingat ChatGPT menggunakan kecerdasan buatan dan bukannya menampilkan hasil pencarian sesuai dengan kata kunci yang kita inginkan sebagaimana Google, ChatGPT masih sering memberikan jawaban yang nggak nyambung. Terkadang aplikasi ini maksa banget buat ngasih jawaban daripada mengirimkan chat balasan bahwa ia belum mengerti, nggak berhasil menemukan, atau nggak memiliki datanya.

Misalnya nih saya pernah bertanya mengenai hewan apa saja yang bisa digunakan sebagai bahan skincare. Tahu nggak aplikasi ini jawab apa? Kucing! Ngawur banget. Mana ada kucing dijadikan ekstrak terus diolah jadi skincare?

Nah, jadinya saya tetap membutuhkan Google untuk melakukan cross check terhadap jawaban ChatGPT. Terutama pada jawaban-jawaban yang ngawur seperti yang saya ceritakan tadi.

#4 Bot Telegram masih perlu perbaikan

Yaps, ChatGPT juga punya bot di Telegram dengan username @OpenAiChat_bot. Kelihatannya lebih praktis ya untuk mengaksesnya lewat Telegram yang sebagian besar orang punya akunnya. Tapi, bot ChatGPT ini masih perlu banyak perbaikan. Sebab, penyediaan jawabannya cenderung lebih lemot, terbatas, dan ngawur dibandingkan versi web.

Selain itu, bertanya di bot Telegram juga perlu bersabar. Nggak ada opsi “regenerate response” sehingga kita perlu copy-paste pertanyaan kita lagi. Selain itu, kita hanya bisa mengajukan pertanyaan per 30 detik sekali. Kalau kamu orang yang nggak sabaran, mending jangan pakai bot Telegram ChatGPT deh.

Bulan Desember lalu, ChatGPT masih memiliki kekurangan berupa pencariannya yang masih terbatas. Dulu, mencari informasi tentang figur publik selalu berakhir dengan balasan bahwa ChatGPT belum bisa memberikan jawaban. Figur publik terkenal sampai underrated nggak bisa ditemukan informasinya lewat aplikasi ini. Tapi sekarang aplikasi ini sudah berbenah. Kita sudah bisa mendapatkan informasi singkat tentang artis yang pengin kita ketahui.

Nah, melihat perkembangan positif ChatGPT yang senantiasa memperbaiki sistemnya mungkin bakal benar-benar membuat Google deg-degan. Memang sih kehadirannya nggak akan menyingkirkan Google dalam waktu dekat. Tapi kalau terus berbenah, bukan nggak mungkin Google bakal hilang dan cuma jadi sejarah buat kita para penggunanya.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Google yang Serba Tahu dan Kemalasan Manusia untuk Berpikir.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Januari 2023 oleh

Tags: chatbotChatGPTgoogle
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Tenang Aja, Copywriter Nggak Akan (Semudah Itu) Terganti oleh AI

Tenang Aja, Copywriter Nggak Akan (Semudah Itu) Terganti oleh AI

20 Mei 2023
tools dari google

Tools dari Google yang Bisa Membantu Kegiatan Sehari-hari

27 Oktober 2019
Cara Licik Mahasiswa Mengerjakan Skripsi Full Pakai ChatGPT, Dosen Pembimbing Wajib Tahu Ciri-cirinya biar Nggak Sampai Dibohongi!

Cara Licik Mahasiswa Mengerjakan Skripsi Full Pakai ChatGPT, Dosen Pembimbing Wajib Tahu Ciri-cirinya biar Nggak Sampai Dibohongi!

13 September 2024
google

Google yang Serba Tahu dan Kemalasan Manusia Untuk Berpikir

10 Agustus 2019
lucu

Lucu Itu Ketika Hanya Google yang Berikan Ucapan Selamat Ulang Tahun

23 Agustus 2019
Sisi Gelap Office Boy (OB)- Disepelekan dan Diperlakukan Seperti Budak (Unsplash)

Sisi Gelap Office Boy (OB) yang Diperlakukan Seperti Budak

26 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

19 Februari 2026
Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026
Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan Mojok.co

Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan

19 Februari 2026
Honda Brio, Korban Pabrikan Honda yang Agak Pelit (Unsplash)

Ketika Honda Pelit, Tidak Ada Pilihan Lain Selain Upgrade Sendiri karena Honda Brio Memang Layak Diperjuangkan Jadi Lebih Nyaman

16 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026
5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu Mojok.co

5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu

15 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan
  • Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru
  • Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite
  • Mobil Pribadi Pilihan Terbaik Buat Mudik Membelah Jawa: Pesawat Terlalu Mahal, Sementara Tiket Kereta Api Ludes Dibeli “Pejuang War” KAI Access
  • Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah
  • Niat Daftar LPDP Berujung Kena Mental, Malah Diserang Personal oleh Pewawancara dan Tak Diberi Kesempatan Bicara

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.