4 Jenis Jam Tangan Berdasarkan Mesin dan Sumber Tenaganya

4 Jenis Jam Tangan Berdasarkan Mesin dan Sumber Tenaganya

4 Jenis Jam Tangan Berdasarkan Mesin dan Sumber Tenaganya (Pixabay.com)

Kepengin beli jam tangan? Sebaiknya pahami dulu empat jenis jam tangan ini untuk referensi

Kita memang tak bisa membeli waktu, tapi kita bisa beli jam tangan. Nggak nyambung, tapi nggak apa-apa. Artikel ini memang mau membahas tentang jenis jam tangan, hehehe.

Jam tangan, selain sebagai penunjuk waktu, sering digunakan sebagai penunjang penampilan. Bahkan bisa dibilang, ajining diri gumantung ing jam tangan. Tak heran jika para koruptor orang kaya selalu punya jam tangan yang harganya gila-gilaan.

Jam tangan punya jenis yang berbeda-beda. Banyak hal yang membedakan jam tangan, mulai dari desain, ukuran, warna, kegunaan dan bahkan sampai ke mesin yang digunakan.

 

Tapi kali ini saya hanya akan membahas jenis dan bagaimana sih cara kerjanya pada jam tangan kita. Setidaknya dari banyaknya jenis mesin jam tangan, saya akan menjelaskan beberapa mesin yang umum dipakai oleh beberapa perusahaan jam tangan. Yaitu, mesin quartz/baterai, kinetic, solar dan mechanical movement. Dari jenis mesin jam tangan tersebut, akhirnya dapat dibedakan dengan kerumitan dan berimbas pada harga-harga tertentu.

Quartz/baterai

Mesin quartz atau baterai adalah jenis jam tangan yang mudah kita jumpai. Selain harganya yang terjangkau, perawatan dan ketahanannya sering jadi alasan orang memilih jenis jam tangan ini.

Mesin quartz ini terdiri dari empat komponen utama, yaitu baterai, quartz crystal, microchip dan motor. Cara kerjanya adalah quartz crystal akan bergerak jika ada aliran elektrik dari baterai, dan menghasilkan sebuah pergerakan yang sangat presisi. Kemudian disalurkan oleh microchip dan menggerakkan motor-motor elektrik sehingga menghasilkan gerakan yang stabil dan presisi pada jam tangan.

Contoh jam tangan quartz (Shutterstock.com)

Kinetic

Mesin kinetic pada jam tangan sebenarnya tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan mesin Quartz. Ciri-cirinya yakni jarum detik yang bergerak dengan patah-patah. Perbedaannya hanya dalam hal teknis yang sumber tenaganya berasal dari kinerja rotor yang berputar karena pergerakan tangan. Energi yang dihasilkan tersebut disimpan di kapasitor dan disalurkan ke motoric gear, yang pada akhirnya menggerakkan jarum detik dengan jarak yang stabil dan akurat.

Solar

Selanjutnya jam tangan yang memakai mesin solar. Mekanismenya tidak jauh berbeda dengan mesin quartz dan kinetic. Bedanya adalah mesin solar butuh cahaya sebagai sumber tenaga. Sumber tenaga cahaya yang dimaksud berasal dari matahari, lampu, dan lainnya. Cahaya tersebut diserap dan disimpan di rechargeable power cell yang menghasilkan pergerakan motoric gear sehingga mampu menggerakkan jarum detik yang stabil dan akurat pada jam tangan.

Contoh jam tangan solar (Jeafish Ping via Shutterstock.com)

Mechanical movement

Mesin mechanical movement ini dapat dibedakan menjadi dua jenis penggerak, yaitu automatic movement dan manual winding movement. Jenis mesin inilah yang memiliki tingkat kerumitan paling tinggi. Membutuhkan banyak komponen yang detail dan rumit. Mari saya jelaskan sedikit.

Yang pertama yaitu automatic movement. Hasil tenaganya berasal dari goyangan rotor yang berputar karena pergerakan tangan. Tapi, berbeda dengan mesin kinetic dalam hal mekanisme dan hasil pada pergerakan jarum detik. Tenaga yang dihasilkan dari pergerakan tangan kemudian menggerakkan magic lever dan disimpan di main spring. Tenaga tersebut disalurkan melalui wheel tray dan diambil alih oleh escape wheel. Mesin tersebut dikontrol oleh balance wheel sehingga menghasilkan pergerakan jarum detik yang sangat halus.

Yang kedua yaitu manual winding movement. Tidak jauh berbeda dari mesin automatic movement, hanya saja sumber tenaganya berasal dari crown yang diputar dan tidak dilengkapi dengan rotor. Sumber tenaga yang memutar crown sampai mengeras terkumpul di main spring. Ketika crown dipindahkan ke posisi awal, main spring akan menyalurkan tenaga untuk menggerakkan mekanisme jam tangan.

Jenis jam tangan mechanic (Jacek Jedrzejczyk via Shutterstock.com)

Mesin automatic movement dan manual winding movement ini memiliki fitur power reserve yaitu rata-rata 48 jam. Artinya jika tidak dipakai selama kurang lebih 48 jam, mesinnya akan mati dan mulai bekerja lagi ketika jam tangan digerakkan. Sedangkan untuk manual winding movement juga akan mati jika tidak memutar crown selama kurang lebih 48 jam tergantung pada fitur power reserve masing-masing.

Itulah empat jenis jam tangan berdasarkan mesin dan sumber dayanya. Hal ini bisa jadi pertimbangan untuk kalian yang kepengin beli jam tangan. Dan tentu saja, pengetahuan ini nggak akan berguna buat kalian kaum mendang-mending yang bingung kenapa orang beli jam tangan, padahal di hape ada jamnya juga.

Penulis: Ridwan K.
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.
Exit mobile version