Konon, aplikasi Threads itu awalnya digadang-gadang jadi tempat adem buat curhat colongan. Gratis, nggak perlu bayar mahal buat sewa jasa psikolog. Pun, reaksinya juga asli dari manusia, ada pro dan kontra. Bukan cuma selalu divalidasi ala Chat GPT.
Akan tetapi, seiring berjalannya waktu dan himpitan kebutuhan in this economy, platform tersebut malah berubah fungsi jadi pasar malam paling absurd sedunia. Bayangkan saja, beberapa kali saya sempat menemukan akun yang menawarkan jasa menggantikan orang masuk penjara.
Saya kurang tahu itu serius atau bercanda, tapi beberapa warganet mengonfirmasi bahwa jasa semacam itu memang ada. Bedanya, dulu nggak dijajakan terang-terangan seperti sekarang.
Lucunya, fenomena penggantian menjalani kurungan tersebut hanyalah puncak gunung es dari lautan kerandoman di Threads. Ada jauh lebih banyak dagangan out of the box yang sukses bikin saya merenungi nasib kewarasan WNI belakangan ini.
#1 Di Threads ada jasa menghabiskan sisa martabak supaya tidak terbuang sia-sia
Pernah khilaf beli martabak manis ukuran jumbo sendirian di malam hari hanya lantaran lapar mata? Mau dimakan lagi sisanya, lambung sudah melambaikan tangan. Tapi, kalau dibuang, rasanya dosa besar. Nah, di sinilah jiwa bisnis warga Threads menyelamatkan para pembeli martabak impulsif.
Meski terdengar konyol, realitanya ada orang yang mau membantu menghabiskan martabak sisa dengan bayaran tertentu. Ini bukan sekadar urusan perut kenyang, tapi bentuk gotong royong digital biar makanan nggak mubazir. Toh, win-win solution juga. Orang yang memesan jasa ini, bakal dibebaskan dari rasa bersalah.
#2 Selalu grogi saat presentasi? Kalian bisa memanfaatkan jasa menemani presentasi
Buat sebagian orang, berdiri dan berbicara di hadapan banyak orang itu horor. Demam panggung memang nyata adanya. Keringat dingin bercucuran, tenggorokan tercekat, dan kepala kosong melompong. Bablas sudah segala materi presentasi yang sudah dihafal semalam.
Itu mengapa, ada saja yang kreatif mengiklankan jasa menemani presentasi lewat Threads. Tugasnya sederhana. Biasanya cukup mengoperasikan slide. Namun, kehadiran fisik pemberi jasa ini setidaknya bisa jadi penangkal ampuh supaya presenter nggak merasa sendirian di depan. Dukungan mental gitu, ceritanya.
#3 Di Threads ada jasa pencabut uban profesional
Pasti banyak dari kita yang diminta mencabut uban di kepala ayah saat masih bocah. Upahnya kadang cuma ucapan terima kasih atau recehan buat sekadar jajan es lilin. Rupanya, trauma masa kecil itu sekarang bertransformasi menjadi peluang bisnis random di Threads.
Ada netizen yang dengan percaya diri menawarkan jasa pencabut uban profesional. Biar lebih oke, ditambah pula standar operasional prosedur yang mumpuni. Mulai dari lampu penerangan, pijatan relaksasi di kepala, hingga keahlian memilah helai rambut putih biar nggak salah cabut.
#4 Jasa ojek eksklusif buat penumpang perempuan, jaminan rasa aman di jalan
Bagi sebagian besar perempuan, memesan ojek online sering kali mendatangkan rasa cemas tersendiri. Bukan cuma soal keselamatan fisik di jalan raya, tapi juga ketakutan menghadapi driver yang hobi melontarkan basa-basi beracun. Melihat celah ini, muncullah penawaran jasa ojek eksklusif khusus perempuan di Threads.
Konsepnya sederhana. Pengemudinya perempuan, penumpangnya juga harus perempuan. Penyewa jasa bisa menikmati perjalanan dengan lebih lega, tanpa risih mendengar gombalan basi yang memaksa mereka selalu siaga pasang mode darurat.
Bagaimana, tertarik melirik deretan peluang bisnis nyeleneh di Threads?
Kalau dipikir-pikir, apa yang terjadi di Threads ini membuktikan satu hal. Kreativitas netizen ditambah tuntutan ekonomi masa kini mampu melahirkan kombinasi yang luar biasa ajaib. Jadi, ketimbang pusing memikirkan cara dapat cuan konvensional yang makin bikin stres, siapa tahu kamu punya keahlian nyentrik lain yang bisa dijual besok pagi, kan?
Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
