Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Aturan Tak Tertulis agar Liburan di Lumajang Menjadi Bahagia

Akbar Mawlana oleh Akbar Mawlana
17 Desember 2025
A A
Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang, Tempat Terbaik bagi Saya Menghilangkan Kesedihan

Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang, Tempat Terbaik bagi Saya Menghilangkan Kesedihan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya cukup kaget membaca berita tentang jumlah wisatawan yang berlibur ke Lumajang di Januari–Juni 2025 sebanyak 883.226 orang. Kekagetan saya muncul karena selama pulang kampung ke Lumajang, jarang melihat bus pariwisata mondar-mandir di jalan raya. Begitu juga waktu saya pulang kampung pas musim liburan sekolah, bus pariwisata jarang saya lihat mondar-mandir di jalan raya. 

Tentu berbeda dengan Jogja dan Malang, pas saya liburan ke sana, jalan raya pasti penuh sama bus pariwisata. Makanya pas baca angka wisatawan ke Lumajang terbilang besar, saya kaget. Asumsi saya, 800 ribuan orang yang berlibur ke Lumajang bukan dalam skala darmawisata besar, tapi skala solo traveling atau liburan keluarga/teman. 

Tapi, secara keindahan, Lumajang memang layak dijadikan destinasi liburan karena punya banyak keindahan alam. Buat kalian yang mau menikmati liburan sekolah atau Nataru, Lumajang bisa menjadi alternatif buat tujuan wisata, selain Jogja, Bandung, dan Malang. Bukan mau melarang, tapi tiga nama itu pasti bakal diserbu banyak wisata. Akhirnya, yang harusnya liburan menyenangkan, malah jadi menyedihkan. 

Cuman, kalau kalian mau liburan ke Lumajang harus paham 4 aturan tak tertulis agar liburan kalian juga berakhir menyenangkan. 

Wajib bawa kendaraan pribadi di Lumajang

Berlibur ke Lumajang, tapi tidak membawa kendaraan pribadi adalah tindakan yang ceroboh. Soalnya, mencari kendaraan umum di kota ini, sama seperti mencari mantan yang sudah lama pergi. Di Lumajang, kendaraan umum yang paling banyak adalah becak dan taksi L300. Itu pun buat mendapatkannya tidak mudah karena tidak semua lokasi ada becak dan taksi L300.

Apalagi, menggunakan dua kendaraan itu buat jalan-jalan di Lumajang sangat tidak memungkinkan. Yang harus kalian pahami, tempat wisata di Lumajang ada di ujung. Jauh banget dari kota, jarak tempuhnya bisa 30 menit sampai 1 jam. 

Naik ojek online bukan pilihan yang tepat juga. Soalnya, ojek online di Lumajang, mirip di Sumenep: tidak masif dan tidak semua lokasi bisa dijangkau. 

Jadi, cara paling aman buat liburan ke Lumajang adalah menggunakan kendaraan pribadi, utamanya naik mobil biar bokong tidak bonyok di jalan. Kalau tidak punya mobil, lebih baik sewa mobil. Kalau mau lebih murah lagi, bisa sewa kendaraan di Lumajang. 

Baca Juga:

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Pasar Gedang Lumajang, Pusat Ekonomi Warga Lokal yang Menguji Kesabaran Pengguna Jalan

Manajemen waktu yang baik agar tidak pulang malam dari tempat wisata Lumajang

Bisa dibilang musuh berat bagi wisatawan Lumajang adalah waktu malam hari. Malam hari di Lumajang berbeda jauh sama Jogja, Malang, dan Bandung. Ketiga kota itu pada malam hari masih rame. Sedangkan di sini sebelas dua belas sama Madura, alias sepi. 

Apalagi keamanan pas malam hari di Lumajang terbilang jauh dari kata nyaman. Kondisi jalan sepi dan penerangan jalan yang minim, menjadi ladang empuk kriminalitas terjadi. Kasus begal masih masif terjadi di sana. Biasanya, kata keluarga dan teman saya, begal di Lumajang beraksi pada malam hari. 

Agar liburan menjadi aman, lebih baik mengatur waktu sebaik mungkin. Mengatur waktu tentang pukul berapa harus berangkat ke tempat wisata dan estimasi di satu tempat wisata berapa lama. 

Beli pisang agung harus punya skill menawar

Lumajang punya julukan Kota Pisang. Bukan karena masyarakatnya suka makan pisang, tapi karena punya jenis pisang super, namanya pisang agung. Pisang agung punya ukuran yang besar dan rasanya legit. Tidak berlebihan buat menjadikan pisang agung menjadi oleh-oleh wajib sebagai hadiah tangan keluarga atau teman.

Masalahnya, beberapa pedagang pisang agung terbilang agak licik. Dia tahu, mana orang yang asli Lumajang dan mana yang wisatawan. Cara sederhananya, pedagang memberi harga di atas 150 ribu untuk satu tandan. Kalau yang beli mengajukan penawaran, pedagang bakal menilai, dia orang Lumajang. Kalau tidak menawar, artinya orang luar. 

Oleh karena itu, biar kamu tidak kecolongan sehingga dompet jebol, jangan pernah sungkan menawar dengan harga yang rendah. Umumnya, harga pisang agung berkisar 50 ribu sampai 150 ribu per tandan. 

Tawar harga dengan perasaan tega, biar pedagang yakin kamu emang beneran asli Lumajang. Soalnya, saya pernah nganter teman yang berlibur, lalu dia menawar harga dengan setengah hati. Alhasil, pedagang tidak mau menurunkan harga karena tahu dia bukan orang asli sini. 

Kalau kamu bisa bahasa Jawa, bakal punya nilai plus. Logat Jawamu semakin meyakinkan kalau kamu orang Lumajang. 

Pesan penginapan di tengah kota 

Agar liburan kamu makin nyaman, usahakan menginap di tengah kota. Meski agak jauh dari tempat wisata, menginap di tengah kota dekat dengan berbagai fasilitas. Misalnya, kamu butuh belanja sesuatu, maka dekat dengan banyak pertokoan. Kalau misal, tiba-tiba jatuh sakit, bakal dekat dengan fasilitas kesehatan. Kalau nyari kuliner, juga dekat dengan berbagai tempat makan. 

Beda jauh kalau kalian menginap di pinggiran kota. Di sana, bakalan jauh dari pertokoan, fasilitas kesehatan, dan tempat makan. 

Cuman masalahnya, penginapan Lumajang di tengah kota yang worth it, terbilang sedikit jumlahnya. Dari observasi saya, hanya ada tiga. Sisanya, hotel-hotel kecil yang sudah lama berdirinya. Jadi, biar bisa kebagian penginapan di tengah kota, lebih baik booking jauh-jauh hari. 

Itulah sekelumit aturan tidak tertulis yang harus dipahami sebelum gas liburan ke Lumajang. Karena seindah-indahnya sebuah kota, akan jadi lebih indah kalau memahami berbagai kerumitan yang ada di sana dahulu. 

Penulis: Akbar Mawlana
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Meski Dianugerahi dengan Keindahan Alam yang Tiada Banding, Kabupaten Lumajang Belum Pantas Jadi Kota Tujuan Wisata, Banyak Begal!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Desember 2025 oleh

Tags: Lumajangobjek wisata di lumajangtips berwisata di lumajangwisata di lumajang
Akbar Mawlana

Akbar Mawlana

Alumni S1 Sosiologi dan sekarang menjadi pegiat literasi. Suka menulis isu sosial.

ArtikelTerkait

Jalan Klakah Lumajang, Jalur Perenggut Masa Muda Pengendara di Kawasan Tapal Kuda

Jalan Klakah Lumajang, Jalur Perenggut Masa Muda Pengendara di Kawasan Tapal Kuda

1 Desember 2023
Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang, Tempat Terbaik bagi Saya Menghilangkan Kesedihan

Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang, Tempat Terbaik bagi Saya Menghilangkan Kesedihan

8 Mei 2025
Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu Mojok.co

Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu

5 Januari 2026
Cara Saya Jelaskan Letak Kabupaten Lumajang biar Mudah Dipahami

Anomali Lumajang: Punya Banyak Tempat Wisata, tapi Banyak yang Nggak Tahu Lumajang di Mana

2 Juli 2024
Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang Memang Indah, tapi Apa-apa Serba Ditarik Retribusi Mojok.co

Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang Memang Indah, tapi Apa-apa Serba Bayar

29 Juli 2024
Ranuyoso Midnight, Titik Kemacetan di Lumajang yang Bikin Kesabaran Terus-terusan Diuji

Ranuyoso Midnight, Titik Kemacetan di Lumajang yang Bikin Kesabaran Terus-terusan Diuji

10 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-Sama Terlupakan  Mojok.co

Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-sama Terlupakan 

17 April 2026
Membayangkan Apa yang Akan Terjadi Jika di Bogor Tidak Ada Angkot terminal di bogor angkot jakarta

4 Hal Menyebalkan dari Oknum Sopir Angkot yang Bakal Kamu Temui saat Berada di Jakarta

16 April 2026
Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Bekerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak Mojok.co

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

20 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Itu Maju ya, Gaes, Bukan Desa Tertinggal dan Tak Tersentuh Peradaban seperti yang Ada di Pikiran Kalian!

17 April 2026
Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup (Unsplash)

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup

19 April 2026
3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak Mojok.co

3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • WNA Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Kontrak di Indonesia dan Mengabdi untuk Anak Pekerja Migran di Sana
  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!
  • Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran
  • Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.