Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Peninggalan Jepang di Jember yang Jarang Diketahui

Adhitiya Prasta Pratama oleh Adhitiya Prasta Pratama
23 Januari 2022
A A
3 Peninggalan Jepang di Jember yang Jarang Diketahui terminal mojok.co

3 Peninggalan Jepang di Jember yang Jarang Diketahui (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa minggu lalu, saya menulis tentang peninggalan kolonial Belanda yang ada di Jember. Sebab, sebagaimana kita tahu kalau pemerintahan Belanda di Indonesia sangat lama, “350 tahun,” katanya. Dari lamanya Belanda di Indonesia, pastinya Belanda telah meninggalkan banyak hal, mulai dari infrastruktur, budaya, dan gaya hidup.

Namun, secara historis, selain Belanda, keberadaan koloni Jepang juga pernah menduduki bangsa kita. Walaupun kependudukan Jepang hanya seumur jagung di Indonesia, nyatanya Jepang juga memberikan beberapa peninggalan. Tak terkecuali peninggalannya di Kabupaten Jember.

Di masa kependudukannya yang singkat itu, peran Jepang memang nggak seintim kolonial Belanda di Jember. Jika kolonial Belanda lebih menekankan pada aspek infrastruktur, seperti stasiun, terowongan, menara air, dan kantor perkebunan, Jepang lebih menekankan pada aspek pertahanan.

Setelah saya mencoba menggalinya lebih dalam, saya akhirnya tahu peninggalan Jepang di Jember setelah beberapa kali meminta bantuan ke teman saya yang kebetulan kuliah di jurusan Ilmu Sejarah Universitas Jember (Unej). Setidaknya saya menemukan tiga peninggalan Jepang di Jember. Sayangnya, peninggalan ini jarang sekali diketahui oleh orang Jember sendiri. Maka dari itu, untuk lebih lengkapnya silakan simak penjelasannya berikut ini.

#1 Goa Jepang di kawasan pantai selatan

Di Jember, bentuk peninggalan Jepang biasa ditandai dengan tempat-tempat untuk bertahan. Tempat pertahanannya berbentuk seperti goa yang konon dibangun oleh romusha. Salah satu goa peninggalan Jepang yang bisa kita temui berlokasi di kawasan pantai selatan Jember, tepatnya di Kecamatan Ambulu dan Kecamatan Wuluhan.

Dari hasil penggalian data, terdapat lima goa Jepang yang ada di sana. Empat di antaranya ada di kawasan Pantai Payangan (Ambulu), yakni dua goa ada di bukit Suroyo, dua goa di bukit Seruni, dan satunya lagi ada di kawasan Pantai Papuma (Wuluhan). Fungsi goa ini adalah sebagai tempat pengintaian tentara Jepang, mengingat lokasinya memang ada di atas bukit. Dipilihnya goa di dekat pantai agar tentara Jepang lebih mudah mendeteksi musuh, baik musuh dari jalur darat maupun dari jalur laut.

Namun, meski begitu, banyak wisatawan yang tidak tahu lokasi tempat bersejarah ini. Lantaran akses yang dituju harus naik bukit, apalagi goa Jepang di kawasan Pantai Papuma, harus lewat hutan jati dulu. Selain itu, para wisatawan juga lebih memilih menikmati pantai yang ada di sekitarnya.

#2 Goa Jepang di kawasan Taman Nasional Meru Betiri

Sama halnya dengan goa Jepang yang ada di Kecamatan Ambulu dan Wuluhan, goa Jepang di Taman Nasional Meru Betiri juga terletak di kawasan pantai. Lokasinya ada di Kecamatan Tempurejo, yakni di tebing barat Pantai Bandealit yang memiliki ketinggian kurang lebih 200 mdpl. Fungsinya pun sama, yakni sebagai media pengintaian dan pertahanan. Sebab waktu itu, para musuh Jepang terkadang memasuki Jember melalui jalur laut.

Baca Juga:

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

Membayangkan Jalur KA Kalisat Jember-Bondowoso Aktif Kembali, Pasti Banyak Manfaatnya

Goa Jepang di Taman Nasional Meru Betiri ini jarang diketahui lantaran akses menuju ke Pantai Bandealit sendiri sangat sulit. Belum lagi ke goa Jepang-nya, setidaknya para pengunjung harus berjalan selama dua jam untuk tiba. Waduh.

#3 Bunker Jepang di Kecamatan Kencong

Keberadaan Jepang di Indonesia memang identik meninggalkan bangunan-bangunan pertahanan (Pillbox). Sebagian orang menyebutnya goa, ada juga yang menyebutnya bunker. Salah satu bunker Jepang yang ada di Jember berlokasi di Kecamatan Kencong, yang nota bene juga sama-sama berlokasi di daerah Jember bagian selatan seperti Ambulu, Wuluhan, dan Tempurejo tadi.

Di Kecamatan Kencong sendiri setidaknya memiliki sepuluh lebih bunker peninggalan Jepang yang tersebar di desa-desa sekitar. Mulai dari Desa Cakru, Wonorejo, hingga Desa Paseban. Beberapa goa atau bunker yang dibuat Jepang seolah terlihat sederhana, tapi sangat kokoh. Meski begitu, sekokoh apa pun bangunan, jika nggak dirawat, ya, bakalan rusak. Seperti beberapa bunker di Kencong yang kini sudah hancur karena nggak dirawat dengan baik. Duh, sayang banget.

Akibat dari rusaknya bangunan bersejarah ini masyarakat Jember juga jarang mengetahuinya. Soalnya, memang sudah nggak terawat dan bukan jadi tempat wisata juga. Coba dari dari dulu peninggalan ini mendapat perhatian pemerintah dan adanya kesadaran oleh warga sekitar untuk mengelola, bakalan rame oleh wisatawan, tuh.

Kependudukan Jepang di Indonesia memang nggak terlalu lama, dan sebab itulah peninggalan-peninggalannya terbatas. Di Jember sendiri pun setidaknya yang saya tahu cuma ada pada tiga lokasi di atas. Meski begitu, entah peninggalannya banyak atau sedikit, kita harus tetap melestarikannya. Sebab, itu pun pasti punya nilai sejarah yang tinggi bagi warga Jember maupun bangsa Indonesia.

Penulis: Adhitiya Prasta Pratama
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2022 oleh

Tags: jemberPeninggalan Jepang
Adhitiya Prasta Pratama

Adhitiya Prasta Pratama

Seorang mahasiswa yang hobi baca apa aja di depannya.

ArtikelTerkait

Percuma Jalur Gumitir Diperbaiki Jika Masalah Utamanya Diabaikan

Percuma Jalur Gumitir Diperbaiki Jika Masalah Utamanya Diabaikan

5 September 2025
masjid di dekat alun-alun Jember

4 Masjid Paling Kece dan Keren di Sekitar Alun-alun Jember

8 April 2022
oleh-oleh khas jember

6 Oleh-oleh Khas Jember yang Wajib Dicoba

26 Desember 2021
Membayangkan Nasib Jember Jika UNEJ Tidak Pernah Berdiri, Kacau Betul Jadinya

Membayangkan Nasib Jember Jika UNEJ Tidak Pernah Berdiri, Kacau Betul Jadinya

19 Maret 2025
3 Rekomendasi Tempat Bersedih di Jember, Kota Paling Romantis yang Sering Bikin Nangis

3 Rekomendasi Tempat Bersedih di Jember, Kota yang Katanya Paling Romantis

19 Juli 2023
Kabupaten Jember Harusnya Belajar dari Surabaya Soal Transportasi Umum, Bisa Jadi Solusi Kemacetan dan Promosi Pariwisata

Kabupaten Jember Harusnya Belajar dari Surabaya Soal Transportasi Umum, Bisa Jadi Solusi Kemacetan dan Promosi Pariwisata

17 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.