Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Mitos Gunung Arjuno yang Saya Patahkan Saat Pendakian

Marlina Sari Salim oleh Marlina Sari Salim
20 Oktober 2023
A A
3 Mitos Gunung Arjuno Malang yang Saya Patahkan Saat Pendakian

3 Mitos Gunung Arjuno yang Saya Patahkan Saat Pendakian (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tidak sengaja menggunakan baju berwarna merah

Mitos Gunung Arjuno yang satu ini saya dan teman-teman baru mendengarnya ketika berpapasan dengan bapak-bapak asal Sidoarjo yang saat itu sedang istirahat di pos pendakian arah menuju puncak. Bapak tersebut menegur saya yang saat itu memakai jaket berwarna merah. Bapak tersebut juga menyuruh untuk melepaskan saja jaket itu daripada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Saya menurut saja untuk menghargai pendapat bapak tersebut. Waktu berpapasan dengan bapak tersebut, sebenarnya itu adalah hari kedua saya dan teman-teman melakukan perjalanan dengan tujuan mendaki menuju puncak. Di hari pertama saya mendaki, saya tetap memakai jaket berwarna merah, tapi tidak ada sesuatu yang terjadi. Perjalanan yang dilakukan juga aman tidak ada kendala.

ADVERTISEMENT

Entah mengapa ada larangan tersebut, Yang pasti selama kita tidak berbuat hal yang tidak senonoh serta menyinggung, maka pendakian akan berjalan dengan lancar.

Melakukan pendakian saat sedang datang bulan

Banyak yang mengatakan jika mendaki Gunung Arjuno dalam keadaan datang bulan, pendakian tersebut harus dibatalkan. Mitos yang beredar, jika melakukan pendakian dengan keadaan tersebut secara tidak langsung akan mengundang banyak makhluk-makhluk halus yang memang menyukai bau-bau anyir khas darah. Terpanggilnya makhluk tersebut, akan menyebabkan siapapun yang mendaki dalam keadaan atang bulan akan diganggu selama perjalanan.

Namun, mitos yang dikatakan sepertinya tidak sepenuhnya benar. Kenapa? Karena saya mendaki Gunung Arjuno Malang saat haid.

Awalnya saya ragu, tapi waktu itu menemukan salah satu informasi di internet dan mengatakan jika itu hanyalah mitos dari mulut ke mulut saja. Setelah itu, saya dan teman-teman memutuskan untuk tetap melakukan perjalanan. Walau sedikit takut, nyatanya perjalanan saya aman-aman saja.

Hanya saja ada sedikit kendala ketika menuruni puncak menuju ke tenda. Saya mengalami nyeri perut yang biasanya terjadi saat datang bulan dan hampir membuat saya tidak dapat berjalan. Namun, teman saya membantu saya untuk menuruni puncak meskipun pelan-pelan. Dari sini saya menyadari, bahwa mitos tersebut sebenarnya adalah imbauan. Agar mendaki saat prima, saat tidak ada halangan, agar tetap aman.

Diciptakannya mitos pastinya memiliki sebuah alasan. Memang tidak salah memercayai mitos yang ada. Tapi, perlu diketahui mengapa mitos tersebut diciptakan. Adanya mitos-mitos tersebut sebenarnya untuk menghindarinya adanya hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti hilangnya pendaki di jalur pendakian yang sering dikaitkan dengan hal-hal mistis. Padahal pendaki tersebut tidak siap secara fisik dan logistiknya.

Baca Juga:

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

Jika fisik siap, restu orang tua didapat, dan tak lupa berdoa, saya yakin, pendakian akan aman-aman saja.

Penulis: Marlina Sari Salim
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Gunung Arjuno: Sebuah Pesan Kematian dari Sisi Lain Pulau Jawa (Bagian 3)

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 21 Oktober 2023 oleh

Tags: angkerfaktaGunung ArjunoMitospilihan redaksi
Marlina Sari Salim

Marlina Sari Salim

Mahasiswa S 1 Universitas Negeri Malang yang mengambil program studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah.

ArtikelTerkait

Sejarah Gunung Gede Pangrango dan Mitos Makhluk Gaib Pengganggu Pendaki terminal mojok

Sejarah Gunung Gede Pangrango dan Makhluk Gaib Pengganggu Pendaki

8 Desember 2021
Honda All New Beat Boleh Jumawa karena Laris, tapi Soal Kuliatas Yamaha Gear 125 Juaranya Terminal Mojok.co

Honda All New Beat Boleh Jumawa karena Laris, tapi Soal Kualitas Yamaha Gear 125 Juaranya

22 April 2022
Lightyear, Bukti Betapa Anak Emasnya Franchise Toy Story bagi Pixar terminal mojok.co

Lightyear, Bukti Betapa Anak Emasnya Franchise Toy Story bagi Pixar

3 November 2021
Pembangunan Terowongan Jalan Joyoboyo Adalah Bukti kalau Pemkot Surabaya Suka Menghamburkan Uang

Pembangunan Terowongan Jalan Joyoboyo Adalah Bukti kalau Pemkot Surabaya Suka Menghamburkan Uang

27 Juni 2024
Keresahan yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Kecamatan Bumiaji Kota Batu

Keresahan yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Kecamatan Bumiaji Kota Batu

11 April 2023
Orang-orang Harus Tahu Pemeriksaan USG Bukan Cuma untuk Orang Hamil

Orang-orang Harus Tahu Pemeriksaan USG Bukan Cuma untuk Ibu Hamil

31 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan Mojok.co

Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan

26 Juni 2026
Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda! Mojok.co

Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda!

22 Juni 2026
Menelusuri Dosa-Dosa Orde Baru pada Alam Indonesia Lewat Buku “32 Tahun Menjarah Alam” Mojok.co

Menelusuri Dosa-Dosa Orde Baru pada Alam Indonesia Lewat Buku 32 Tahun Menjarah Alam

25 Juni 2026
Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL Mojok.co

Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL

21 Juni 2026
4 Alasan Ayam Goreng Dkriuk Jadi yang Terbaik di Kelasnya, Brand Lain Minggir Dulu! Mojok.co

4 Alasan Ayam Goreng Dkriuk Jadi yang Terbaik di Kelasnya, Brand Lain Minggir Dulu!

24 Juni 2026
Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah yang Jadi Sarang Tikus (Unsplash)

Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah: Ketika Rumah Tua Berubah Menjadi Sarang Tikus

21 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.