Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

3 Kejadian Paling Meresahkan di Kampung Durian Runtuh “Upin Ipin”, Merusak Imajinasi Saya tentang Kampung yang Ideal

Acep Saepulloh oleh Acep Saepulloh
14 Juli 2024
A A
3 Kejadian Paling Meresahkan di Kampung Durian Runtuh “Upin Ipin”, Merusak Imajinasi Saya tentang Kampung yang Ideal Mojok.co

3 Kejadian Paling Meresahkan di Kampung Durian Runtuh “Upin Ipin”, Merusak Imajinasi Saya tentang Kampung yang Ideal (upinipin.fandom.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kampung Durian Runtuh pasti sudah nggak asing di telinga penonton setia Upin Ipin. Kampung itu menjadi latar tempat cerita duo kembar dan kawan-kawannya. Diceritakan, suasana kampung sangat bersih, tenang, asri, warganya guyub dan biaya hidup cukup murah. 

Nggak heran banyak penulis Terminal Mojok yang membahas kampung yang satu ini. Ada yang menulis kampung ini sebagai tempat pensiunan ideal hingga daerah yang ramah anak. Kalau benar-benar kampung ini ada di dunia nyata, saya rasa banyak orang sudah memilih tinggal di sana. 

Akan tetapi, di balik pesona Kampung Durian Runtuh yang selama ini digembor-gemborkan, saya melihat tempat ini tetap saja nggak sempurna. Banyak kejadian-kejadian di kampung ini yang bikin saya geleng-geleng kepala. Melihat kembali episode-episode itu menggoyahkan imajinasi saya hidup di Kampung Durian Runtuh. 

#1 Rembo yang suka nyolong sandal milik warga

Ayam milik Tok Dalang, Rembo, mengusik ketentraman Kampung Durian Runtuh karena sering mencuri sandal warga. Penonton setia Upin Ipin pasti tahu ayam jantan yang satu ini memang agak lain. Rembo suka mencuri sandal! Hampir semua warga jadi korbannya, tidak terkecuali Upin Ipin. 

Bahkan, ada satu episode yang menunjukan kalau Rembo berhasil mengumpulkan puluhan sandal hasil curiannya. Bayangkan. Di saat warga kampung mau beraktivitas, melihat sandalnya hilang satu, langsung hilanglah semangat untuk beraktivitasnya. Warga pun sudah tahu tersangka utamanya pasti Rembo. Untuk melampiaskan kemarahannya pada Rembo, warga kampung ingin Rembo disembelih saja.

Akan tetapi, menyembelih Rembo bukan perkara yang mudah. Sebab, hewan satu ini adalah peliharaan kesayangan Tok Dalang, pemimpin Kampung Durian Runtuh. Warga yang ingin menyembelih pun pada segan dan enggan.

FYI, Ayam peliharaan Atok Dalang itu banyak, tapi ayam kesayangan Tok hanya satu saja Rembo. Hal itu disebabkan karena Rembo punya banyak keistimewaan dibanding Ayam Atok yang lain.

#2 Abang Roy karakter villain Kampung Durian Runtuh

Karakter Abang Roy benar-benar mengganggu ketentraman warga Kampung Durian Runtuh. Bagi yang masih asing dengan Abang Roy,  tokoh antagonis ini berbadan tinggi kurus, rambut pendek bergelombang, dan brewokan. Selain itu, ciri khas Abang Roy ialah selalu bilang “e e lee” ketika dia dinasihati maupun saat terkejut.

Baca Juga:

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Abang Roy karakter yang jarang muncul di serial Upin Ipin. Tapi, sekali nya muncul selalu berbuat masalah di kampung. Salah satu yang paling berkesan adalah Abang Roy mencuri durian di kebun Atok Dalang. Dugaan saya Abang Roy tidak hanya mencuri di Kebun milik Atok saja, dia juga melakukan aksi jahat itu di kebun milik warga lain. 

Tingkah laku Abang Roy lain yang mengganggu ketentraman warga lainnya adalah dia membakar sampah saat ada jerebu. Dengan membakar sampah, Abang Roy Bukannya menghilangkan polusi, malah menambah polusi jerebu. Selain itu, masalah dari Abang Roy yang keterlaluan bagi saya adalah, saat dua orang warga rebutan beras. Bukannya dilerai, Tapi sama Abang Roy malah dibiarkan saja dan malah asyik merekam sambil tertawa puas bahagia.

#3 Teror hantu durian

Peristiwa lain yang mengusik ketentraman warga adalah episode Geng Pengembaraan Bermula. Episode itu menceritakan teror hantu durian. Diceritakan, salah satu stasiun televisi menyiarkan siaran langsung dari Kampung Durian Runtuh untuk meliput kejadian kasus pencurian durian yang janggal di kebun milik warga. Tok Dalang selaku kepala kampung muncul menceritakan tentang hantu durian yang menggegerkan penduduk kampung.

Setelah diusut secara tidak sengaja oleh Upin, Ipin, Rajoo, Kak Ros, Badrol, dan Lim. Ternyata hantu durian itu tidak ada, yang ada hanyalah Abang Saleh dan Abang Singh yang menyamar jadi hantu durian berbentuk kerbau raksasa untuk menakuti warga Kampung Durian Runtuh. Supaya bisnis ilegal mereka, yang menangkap hewan dilindungi tidak diganggu warga dan tidak dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

Itulah kejadian-kejadian yang mengganggu ketentraman warga Kampung Durian Runtuh. Karena serial Upin Ipin laku keras di pasaran, sepertinya masih akan ada episode lain yang menceritakan kekacauan di kampung ini. Hitung-hitung untuk menambah rating. 

Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Ehsan “Upin Ipin” Nggak Becus Jadi Ketua Kelas, Dia Nggak Mengayomi Teman-temannya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Juli 2024 oleh

Tags: Kampung Durian RuntuhKampung Durian Runtuh “Upin Ipin”kampung idealupin-ipin
Acep Saepulloh

Acep Saepulloh

Seorang warga sipil Bandung yang ngojol membelah kemacetan kota di atas motor setiap pagi hari, berjibaku dengan debu sebagai petugas kebersihan di siang hari, hingga akhirnya melabuhkan lamunan menjadi sebuah tulisan di malam hari.

ArtikelTerkait

5 Karakter dalam Serial "Upin Ipin" Ini Punya Fobia yang Nggak Disadari Penonton Mojok.co

5 Karakter dalam Serial “Upin Ipin” Ini Punya Fobia yang Nggak Disadari Penonton

10 Januari 2025
Susanti Upin Ipin Menangis, Solidaritas untuk Indonesia

Susanti Upin Ipin Menangis, Solidaritas untuk Indonesia

4 September 2025
5 Penderitaan Upin Ipin dan Warga Selama Tinggal di Kampung Durian Runtuh

5 Penderitaan Upin Ipin dan Warga Selama Tinggal di Kampung Durian Runtuh

6 Juli 2025
5 Teori Konspirasi yang Ada dalam Serial Upin Ipin

5 Teori Konspirasi yang Ada dalam Serial Upin Ipin

17 Maret 2024
Menebak Sampo yang Dipakai Karakter Serial Upin Ipin: Si Kembar Pakai Sampo Lidah Buaya, Ehsan Pakai Sampo Organik yang Mahal

Menebak Sampo yang Dipakai Karakter Serial Upin Ipin: Si Kembar Pakai Sampo Lidah Buaya, Ehsan Pakai Sampo Organik yang Mahal

9 Juli 2025
Sisi Gelap Kampung Durian Runtuh dalam Serial Upin dan Ipin

Sisi Gelap Kampung Durian Runtuh dalam Serial Upin dan Ipin

15 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.