Informasi
ADVERTISEMENT

3 Penderitaan Punya Rumah Dekat Sawah yang Nggak Disadari Kebanyakan Orang Kota

3 Penderitaan Punya Rumah Dekat Sawah yang Nggak Disadari Kebanyakan Orang Kota Mojok.co

#2 Banyak hewan “nyasar” ke rumah

Kekurangan dari rumah dekat sawah yang cukup meresahkan adalah kedatangan “tamu-tamu” dari sawah. Setiap hari ada saja hewan yang masuk rumah, entah itu berbagai jenis serangga hingga reptil. 

Itu mengapa punya hunian pinggir sawah harus selalu awas dan rajin bersih-bersih. Ceroboh sedikit saja, bukan tidak mungkin di bawah kasur ada kalajengking, kelabang, bahkan ular sawah. Ular sawah masih agak mending ya, gudang tetangga saya pernah jadi tempat beranak pinak ular kobra. Ngeri-ngeri sedap kalau sudah seperti ini. 

Kebanyakan orang yang punya rumah dekat sawah sebenarnya sudah menyadari risiko ini, hanya saja lama kelamaan lelah juga kalau harus selalu waspada dan mengusirnya. 

#3 Rumah kurang kokoh

Saya kurang paham dengan daerah lain, hanya saja, di kawasan sekitar rumah saya, banyak bangunan dekat sawah itu kurang kokoh. Mungkin karena tanahnya sekitar sawah rawan bergerak terkena air hujan atau faktor lainnya ya sehingga bangunannya sering miring, bahkan roboh. Kalaupun tidak roboh, rata-rata dindingnya mengalami keretakan parah.

Tetangga saya yang kebetulan rumahnya pinggir sawah yang ditanami padi, sudah tiga kali pondasi bangunanya roboh. Awalnya saya juga heran, kok pagar dan pondasinya bisa ambruk separah itu. Setelah saya amati rumah lain, bangunan dekat sawah kebanyakan nggak beres.  

Di atas beberapa penderitaan rumah dekat sawah yang saya dan banyak tetangga alami. Di saat tertentu, terutama saat musim panen ketika padi mulai menguning, penghuni rumah “mewah” memang dimanjakan dengan pemandangan indah. Namun, di balik itu banyak tantangan yang harus dihadapi. Itu mengapa, wahai kalian orang kota, pertimbangkan baik-baik sebelum memiliki rumah pinggir sawah ya. 

Penulis: Reni Soengkunie
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Seandainya Bau Badan Karakter di Serial Upin Ipin Bisa Tercium, Mungkin Akan seperti Ini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 April 2025 oleh .

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

Exit mobile version