Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

3 Alasan yang Membuat Saya Tetap Makan Sate Kelinci, meski Dicap Psikopat

Dodik Suprayogi oleh Dodik Suprayogi
1 Agustus 2025
A A
3 Alasan yang Membuat Saya Tetap Makan Sate Kelinci, meski Dicap Psikopat

3 Alasan yang Membuat Saya Tetap Makan Sate Kelinci, meski Dicap Psikopat (Eka P. Amdela via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

“Nggak bisa bayangin aku, kelinci yang gemesin gitu harus disantap, psikopat banget yang suka makan sate kelinci.”

Begitulah kata teman saya saat saya ajak mengunjungi Telaga Sarangan di Magetan, awalnya saya mau ajak makan sate kelinci, eh malah saya dibilang psikopat.

Nggak masalah saya dianggap psikopat, bagi saya cita rasa dan aroma dari sate kelinci itu khas. Nggak bisa serta merta disamakan dengan sate-sate dari jenis lainnya. Makanya kalau ada yang penasaran dengan cita rasa daging kelinci, pasti saya rekomendasikan untuk menjajal sate kelinci saja.

Mau ayam atau kelinci, keduanya sama-sama hewan peliharaan yang halal dikonsumsi

Konon mereka yang melabeli saya psikopat karena gemar makan kelinci, berdalih kalau kelinci hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan. Nggak seharusnya dijadikan santapan atau dikonsumsi, sama saja nggak punya etika atau kepekaan psikologisnya nggak jalan. Lah menurutmu ayam bukan hewan peliharaan?

“Loh kok ya jauh tenan toh menghujatnya”, saya sedikit terkaget mendengar alasan teman saya yang “mengharamkan” makan kelinci.

Padahal secara hukum negara kelinci yang saya makan juga kelinci ternak bukan jenis kelinci yang dilindungi oleh undang-undang. Apalagi dalam hukum agama juga nggak ada larangan buat makan daging kelinci. Ini yang sesat berpikir sebenarnya siapa toh?

Dari sisi ilmu medis juga daging kelinci nggak mengandung senyawa yang membahayakan buat kesehatan manusia selama dikonsumsi dengan porsi normal. Kok bisa-bisanya menghukumi sesuatu yang halal hanya karena belas kasihan? Kalau begitu ya jangan makan daging-dagingan.

Tekstur daging kelinci lebih kenyal dibanding ayam, meski mirip tapi beda

Terlepas mau dicap psikopat atau nggak, bagi saya yang penting halal. Makanya saya suka sekali makan sate kelinci apalagi kalau sedang ke Sarangan, meski sate ayam juga banyak yang jualan.

Memang secara umum daging kelinci dan daging ayam memiliki kemiripan tekstur dan cita rasa, padahal kalau diperhatikan keduanya berbeda. Daging kelinci teksturnya lebih kenyal dan rasanya yang kuat, beda sekali dengan daging ayam yang cenderung gurih meski keduanya sama-sama kenyal.

Baca Juga:

Telaga Madiredo, Telaga Underrated di Kabupaten Malang yang Meskipun Nggak Sebesar Sarangan, tapi Tetap Indah dan Pedagangnya Nggak Rese

Telaga Sarangan Magetan Perlu Berbenah biar Wisatawan Makin Nyaman dan Nggak Kapok ke Sana

Apalagi jika disantap dengan bumbu kacang khas Sarangan dengan taburan irisan bawang merah segar, cabe rawit potong, sungguh buat candu. Siapa pun yang saya temani ke Sarangan, saya pastikan harus mencicipi sate kelinci sekalipun cuma satu tusuk.

“Kalau sate ayam di mana pun pasti ada yang jual, kalau kelinci ini khasnya Sarangan, bumbunya juga beda sama sate-sate Madura”, saya meyakinkan teman-teman saya yang sedang asyik menyantap sate kelinci di pinggiran telaga.

Harganya murah, porsinya mengenyangkan, apalagi buat makan malam

Selain karena rasanya yang lezat, saya suka makan sate kelinci karena harganya relatif murah Cuma Rp20,000 per porsi sudah dapat 10 tusuk sate kelinci dan lontong yang dipotong-potong. Harga dan porsi yang merakyat.

Apalagi kalau disantap saat udara lagi dingin-dinginnya seperti saat malam hari, sate kelinci hangat dan udara Sarangan dingin, paket lengkap buat menikmati keindahan alam.

Sebenarnya di Sarangan nggak hanya sate kelinci yang banyak dijual, misalnya pecel pincuk, soto daging, atau jagung bakar, tapi yang paling khas dari Sarangan ya kuliner ini.

Makanya selama nggak melanggar aturan dan hukum negara, agama, dan adat istiadat, masa bodoh mau dicap psikopat, bengis, atau nggak punya hati sekalipun, saya akan tetap makan sate kelinci setiap ke Telaga Sarangan.

Kalau nggak suka sate kelinci ya udah nggak usah makan. Gitu aja kok repot, ya to?

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pengalaman Menikmati Empuk dan Gurihnya Sate Kuda

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Agustus 2025 oleh

Tags: daging kelincisate kelincitelaga sarangan
Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Penggiat pertanian yang sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.

ArtikelTerkait

Telaga Sarangan Magetan, Destinasi Wisata yang Kerap Disalahpahami Berada di Karanganyar karena Beberapa Alasan Mojok.co

Telaga Sarangan Magetan Kerap Disalahpahami Berada di Karanganyar karena Beberapa Alasan

2 April 2025
Telaga Sarangan Magetan Perlu Berbenah biar Wisatawan Makin Nyaman dan Nggak Kapok ke Sana

Telaga Sarangan Magetan Perlu Berbenah biar Wisatawan Makin Nyaman dan Nggak Kapok ke Sana

6 Agustus 2025
Magetan Sering Dilupakan padahal Menyimpan Banyak Potensi Wisata yang Luar Biasa

Magetan Sering Dilupakan padahal Menyimpan Banyak Potensi Wisata yang Luar Biasa

6 November 2024
Telaga Madiredo, Telaga Underrated di Kabupaten Malang yang Meskipun Nggak Sebesar Sarangan, tapi Tetap Indah dan Pedagangnya Nggak Resek

Telaga Madiredo, Telaga Underrated di Kabupaten Malang yang Meskipun Nggak Sebesar Sarangan, tapi Tetap Indah dan Pedagangnya Nggak Rese

6 Desember 2025
Air Terjun Tirtosari, Tempat Healing Tersembunyi di Sarangan

Air Terjun Tirtosari, Tempat Healing Tersembunyi di Sarangan

12 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

10 Istilah Populer di Kampus Unpad yang Penting Diketahui Mahasiswa Baru Mojok.co

10 Istilah di Unpad yang Perlu Diketahui Mahasiswanya biar Nggak Dikira Kuper

7 Januari 2026
Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu Mojok.co

Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu

5 Januari 2026
Laweyan, Kecamatan Bersahaja di Kota Solo yang Nggak Mau Kalah sama Banjarsari dan Pasar Kliwon

Laweyan, Kecamatan Bersahaja di Kota Solo yang Nggak Mau Kalah sama Banjarsari dan Pasar Kliwon

8 Januari 2026
Sales: Pekerjaan yang Tidak Pernah Dicita-Citakan, tapi Sulit untuk Ditinggalkan

Sales: Pekerjaan yang Tidak Pernah Dicita-Citakan, tapi Sulit untuk Ditinggalkan

8 Januari 2026
Pasar Dupak Magersari, Wujud Perjuangan Orang Surabaya (Unsplash)

Pasar Dupak Magersari: Potret Nyata Saat Kota Surabaya Tidak Menyediakan Ruang, Warga Pinggiran Membuat Ruangnya Sendiri

6 Januari 2026
Menjadi Perawat di Indonesia Adalah Kursus Sabar Tingkat Dewa: Gaji Tak Sebanding dengan Beban Kerja yang Tak Manusiawi

Menjadi Perawat di Indonesia Adalah Kursus Sabar Tingkat Dewa: Gaji Tak Sebanding dengan Beban Kerja yang Tak Manusiawi

5 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.