Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

15 Film Indonesia Terbaik yang Penting dan Tidak Boleh Dilupakan

Muhammad Sabilurrosyad oleh Muhammad Sabilurrosyad
31 Agustus 2021
A A
15 Film Indonesia Terbaik yang Penting dan Tidak Boleh Dilupakan terminal mojok.co

15 Film Indonesia Terbaik yang Penting dan Tidak Boleh Dilupakan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam dua dekade terakhir, saya merasa film Indonesia punya perkembangan yang terus meningkat grafiknya. Meski di antara era awal 2000-an hingga akhir 2010-an film Indonesia sempat terkena stigma negatif perihal film horor esek-esek dan romansa generik yang mendominasi, tapi tidak adil rasanya menghakimi perfilman Indonesia tanpa melihat secara keseluruhan.

Memang disayangkan, masih ada yang pesimis dengan film Indonesia. Padahal bagi saya, film Indonesia sudah cukup bisa menjadi tempat untuk merepresentasikan cerita dan keresahan bangsanya dengan kualitas yang baik. Memang masih banyak PR, tapi arahnya sudah baik, tinggal kita sebagai konsumen menjaga dan mengawalnya saja.

Sudah 60 tahun lebih industri film Indonesia berjalan sejak tercetus pada 30 Maret 1950. Selama itu, film Indonesia memang mengalami banyak pasang surut. Dari kurun waktu lama tersebut, beberapa film terbaik Indonesia telah terbuat dan merekam keresahan bangsa dengan bahasa sinematiknya sendiri. Berikut adalah film-film Indonesia yang dianggap penting, baik untuk Indonesia sebagai negara maupun sebagai torehan rekam jejak perfilman kita. Penentuan urutan bukan berdasarkan apa pun ya, random saja, tapi yang jelas orang Indonesia harus tahu film-film ini.

1# Ada Apa Dengan Cinta? (2002)

Film ini bisa dibilang adalah ikon kebangkitan film nasional modern setelah di akhir 90-an dianggap mati suri. Bukan tanpa alasan, film AADC berhasil membuat film remaja yang baik soal persahabatan dan cinta. Film ini juga menangkap zaman dengan baik, entah itu soal pergaulan, tren, seni dan budaya, hingga politik. Lagipula, memang generasi ke depan tidak penasaran dengan mitologi kisah Cinta dan Rangga? AADC adalah bukti bagaimana hal-hal populer bisa berjalan bersama dengan kualitas.

#2 Gie (2005)

Masih dari pencipta AADC, Mira Lesmana dan Riri Riza berhasil menciptakan film biopik yang menangkap gejolak era 65 lewat kesaksian mahasiswa sekaligus aktivis bernama Soe Hok Gie. Gie juga berhasil menjadi film penting yang mendobrak gaya bercerita menyoal peristiwa sejarah yang sudah tertanam di era orde baru. Lebih dari sekadar polarisasi antara hitam dan putih atau baik dan jahat, Gie mengajak kita untuk menerima kontradiksi sebagai sesuatu yang manusiawi. Contohnya Soe Hok Gie, pengagum Soekarno tapi menantang rezim orde lama.

#3 The Raid (2012)

Sudah pasti masuk list. Film ini yang membuat nama Indonesia akhirnya bersinggungan dengan industri Hollywood lewat Joe Taslim, Iko Uwais, dkk. The Raid dipuji penonton internasional sebagai masterpiece film aksi laga dengan kerumitan koreografinya yang menggunakan gerakan silat. Film ini akhirnya mau tak mau mengubah wajah genre laga di Indonesia.

#4 Pengabdi Setan (2017)

Remake film horor lawas ini dianggap sebagai penanda kebangkitan film horor Indonesia yang sebelumnya kena stigma negatif era horor paha-dada. Sebuah sajian horor dari salah satu sutradara terbaik kita, Joko Anwar, dengan parade jumpscare yang berhasil bikin penonton ngumpet di balik apa pun yang bisa menutupi matanya. Selanjutnya, Pengabdi Setan dianggap sebagai tolok ukur yang harus dilewati (minimal menyamai) film-film horor Indonesia.

#5 Dua Garis Biru (2019)

Sebuah film remaja yang berhasil dalam mengemas nilai keluarga, cinta remaja, dan sex education. Bercerita soal fenomena hamil di luar nikah, film ini berhasil mengupas kerumitan situasi dari berbagai sisi tanpa meninggalkan hati dan aspek hiburannya.

Baca Juga:

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

3 Sisi Gelap Jembatan Suramadu yang Bikin Wisatawan Enggan Balik Lagi ke Madura

#6 Rumah Dara (2008)

Indonesia perlu mengingat kehadiran duet filmmaker bertalenta, Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel, di belantikan perfilman nasional. Duet yang dikenal dengan nama The Mo Brothers ini melahirkan film horror-slasher berjudul Rumah Dara, sesuatu yang jarang ada saat itu. Film ini penuh darah dengan adegan bengis, sesuatu yang butuh keberanian untuk menghadirkan film macam ini di era itu.

#7 Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (2017)

Sebuah film yang menyandingkan keindahan Sumba dengan rasa cekam kisah pembalasan dari korban pemerkosaan. Film ini juga menangkap isu sosial disana yang mungkin masih terasa mewakili sebagian besar wilayah Indonesia, soal isu kekerasan pada perempuan. Dikemas dengan apik, indah, tapi tetap menyayat.

#8 Sang Penari (2011)

Film ini sangat menarik dengan embel-embel konflik politik yang dihubungkan dengan kebudayaan daerah. Sebuah pengingat bahwa Indonesia punya bagian kebudayaan yang sulit relevan dengan masyarakat lainnya. Adaptasi novel sastra ini memiliki kisah cinta yang unik dengan konteks kebudayaannya, yaitu tentang rumitnya kisah cinta Sang Penari Ronggeng di Desa Dukuh Paruk. Wajib ditonton dan rasakan sensasi uniknya.

#9 Titian Serambut Dibelah Tujuh (1982)

Indonesia juga punya banyak film berkelas di era pra-reformasi. Salah satunya film 80-an satu ini. Sebuah film religi yang membahas dan membedah makna keagamaan yang jauh dari kata dangkal. Ketika sebuah film bisa terasa relevan hingga zaman kapan pun, itu adalah apresiasi yang luar biasa buat film tersebut, salah satunya film ini. Walau punya muatan agamis, film ini tidak menggurui. Malah saya berhasil dibuat meminggirkan persoalan pesan moral karena berhasil dibuat terhanyut pada konfliknya yang cukup mencekam.

#10 Si Mamad (1973)

Di era 70-an, kita punya Si Mamad buatan sutradara legendaris, Sdjumandjaja. Sebuah film kritik sosial menyoal Mamad, orang kecil yang selalu jujur ini harus melakukan korupsi kecil-kecilan di kantornya. Pergulatan batin Mamad setelah korupsi ini akan jadi fokus cerita yang dikemas secara komedi. Film ini punya bahasa visual yang artistik yang semakin membuat cerita lebih tertanam dan bermakna.

#11 Ibunda (1986)

Film ini dianggap sebagai film terbaik Teguh Karya, salah satu sutradara terbaik Indonesia. Memang jika ingin mengetahui gaya bercerita beliau, ini salah satu film yang mewakili bahasa sinemanya yang unik. Ibunda bercerita mengenai seorang Ibu yang berusaha menyelesaikan persoalan anak-anaknya. Dikemas dengan cabang plot yang begitu banyak, dan Teguh Karya berhasil merajutnya dengan menarik, itulah kelebihan beliau.

#12 Lewat Djam Malam (1954)

Film klasik buatan bapak film nasional, Usmar Ismail, ini adalah film yang direstorasi Criterion. Ia terpilih sebagai bagian dari koleksi judul-judul Internasional pilihan sang sutradara legendaris dunia, Martin Scorsese. Bercerita soal mantan pejuang kemerdekaan yang tidak bisa beradaptasi di kehidupan bermasyarakat republik yang sudah merdeka. Film ini dianggap berhasil menangkap keresahan zaman saat itu.

#13 Apa Jang Kau Tjari Palupi (1969)

Film yang terpilih sebagai film terbaik di Festival Film Asia 1970 ini bercerita menyoal tema eksistensi diri yang dialami seorang wanita bernama Palupi. Film ini punya kemasan visual yang puitis dan terbaik di zamannya. Film garapan Asrul Sani ini juga punya bahasan tema yang menarik, tapi tetap nyaman ditonton.

#14 Ratu Ilmu Hitam (1981)

Indonesia pernah berjaya dengan sajian film kelas B atau film eksploitasi/cult yang laku untuk konsumen Internasional. Beberapa contoh film di kategori ini seperti film-film aksi atau horor yang biasa dibintangi Barry Prima atau Suzzanna. Dari sekian banyak film kategori ini, film Ratu Ilmu Hitam adalah yang terbaik. Soal Murni yang diperankan Suzzanna, membalas dendam para pembunuhnya menggunakan ilmu hitam. Ciri khas film kelas B seperti efek visual yang terlihat murah ada di film ini, tapi tetap terasa memuaskan untuk ditonton. Salah satu pesona terbaik film-film Indonesia era itu.

#15 Kala (2007)

Joko Anwar membuat film noir yang termasuk jarang ada di Indonesia. Dengan kemasan visual yang menawan dibalut cerita horor-fantasi dan bumbu misteri, film ini terasa begitu mengalir dengan segala kejanggalannya. Berkisah tentang perebutan harta karun presiden pertama dengan segala mitologinya, janggal nggak, tuh? Bagi saya, ini adalah film terbaiknya Joko Anwar.

Tentu masih ada banyak film Indonesia keren lainnya yang juga penting. Sayangnya, susah dong kalau dimasukin semua. Namun, dari film-film pilihan ini, menunjukkan betapa beraneka ragamnya pesona film-film Indonesia, dan harusnya bisa lebih banyak lagi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Agustus 2021 oleh

Tags: film indonesia terbaikpilihan redaksi
Muhammad Sabilurrosyad

Muhammad Sabilurrosyad

Tukang nonton.

ArtikelTerkait

Kim Seon Ho: Karakter Selalu Multitalenta, tapi Mbuh Soal Cinta

18 September 2021
Tiara Uci Mengungkap 5 Penderitaan Tinggal di Surabaya

Tiara Uci Mengungkap 5 Penderitaan yang Dirasakan Selama Tinggal di Surabaya

8 April 2023
Cisauk vs BSD, Kecamatan di Tangerang dengan Dua Wajah yang Kesenjangannya Bikin Serasa Pindah Alam tangerang raya, kabupaten tangerang, tangerang selatan, kota tangerang

Cisauk vs BSD, Kecamatan dengan Dua Wajah yang Kesenjangannya Bikin Serasa Pindah Alam

30 Oktober 2023
5 Kasta Mainan yang Meresahkan di Indomaret dari yang Termahal hingga Termurah

5 Kasta Mainan yang Meresahkan di Indomaret dari yang Termahal hingga Termurah

23 Oktober 2022
Juwana Pati Bukan Tempat yang Tepat untuk Mencari Ketenangan, Jangan Pensiun di Sini

Juwana Pati Bukan Tempat yang Tepat untuk Mencari Ketenangan, Jangan Pensiun di Sini!

3 Mei 2024
Percuma Desain Paspor Indonesia Baru, tapi Lemah, Kalah Kuat dari Paspor Timor Leste!

Percuma Desain Paspor Indonesia Baru, tapi Lemah, Kalah Kuat dari Paspor Timor Leste!

18 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.