Menjadi suporter sepak bola biasanya identik dengan datang ke stadion, memakai atribut klub, menyanyikan chant, lalu pulang setelah pertandingan selesai. Namun, bagi sebagian suporter, mencintai klub ternyata bisa dilakukan dengan cara lain: menulis, mengarsipkan sejarah, dan membuat media sendiri.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam sebuah diskusi tentang media sepak bola lokal yang menghadirkan Bernard dari Bawah Skor, Tonggos Darurat dari Dibatas Pagar, dan Adin dari Pagar Hijau Manahan. Ketiganya punya latar berbeda, tetapi sama-sama menjadikan literasi sebagai bagian dari aktivitas suporter.
Suporter Juga Bisa Merawat Sejarah Klub
Bagi Tonggos Darurat, membuat media menjadi salah satu cara untuk menunjukkan kecintaannya kepada PSS Sleman tanpa harus ikut dalam budaya berkelahi yang sering dilekatkan pada suporter.
Ia dan rekannya kemudian mengembangkan Dibatas Pagar dengan keinginan sederhana: membangun tradisi baca dan tulis di kalangan suporter PSS. Baginya, kalau tidak punya kemampuan untuk melakukan hal-hal lain, setidaknya masih bisa menulis.
Hal serupa juga terjadi di Pagar Hijau Manahan. Media tersebut awalnya lahir dari podcast pada 2019, lalu berkembang menjadi ruang tulisan dan statistik. Sementara Bawah Skor sudah mengembangkan aktivitas pengarsipan sejak 2010 dan kemudian membuat zine magazine sebagai bagian dari kegiatannya.
Menulis bagi mereka bukan sekadar mengomentari hasil pertandingan. Dibatas Pagar, misalnya, ingin melihat sepak bola dari sisi yang lebih kultural. Bukan hanya siapa yang mencetak gol, tetapi juga mengapa seorang pemain bisa begitu dekat dengan suporter dan bagaimana latar belakang seseorang memengaruhi cara mereka menikmati sepak bola.
Dari Menulis sampai Mengarsipkan Sepak Bola
Masalahnya, membuat media suporter tentu tidak selalu mudah. Salah satu tantangannya adalah mencari pembaca.
Bawah Skor sempat membagikan magazine secara acak. Namun, setelah melihat beberapa respons pembaca yang justru menggunakan majalah untuk alas duduk hingga alas makanan, mereka mengubah cara distribusinya dengan membuat titik pengambilan khusus. Dengan begitu, orang yang benar-benar tertarik membaca bisa datang mengambilnya.
Dari sana, magazine tidak berhenti menjadi kumpulan tulisan. Ia bisa menjadi alat untuk membuat kegiatan lain, termasuk aktivitas yang berkaitan dengan lingkungan dan masyarakat sekitar.
Sementara itu, kegiatan mengarsipkan juga menjadi bagian penting. Bawah Skor mengumpulkan kliping dan arsip sepak bola, termasuk mencoba membaca ulang cerita tentang klub dan sejarah pertandingan yang selama ini mungkin hanya beredar sebagai ingatan suporter.
Pada akhirnya, menjadi suporter tidak harus selalu soal siapa yang paling keras bernyanyi atau paling banyak datang ke stadion. Ada juga yang memilih mengenal klubnya lebih dalam, menulis ceritanya, mengumpulkan arsipnya, lalu membagikannya kepada orang lain.
Sebab, pertandingan mungkin selesai dalam 90 menit. Tapi cerita tentang sebuah klub bisa jauh lebih panjang dari itu.
