Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Utang Bank Adalah Stimulus Etos Kerja, Benarkah Begitu?

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
18 Juni 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Saya punya seorang teman yang rajin minum minuman berenergi sebagai suplemen saat olahraga dan bekerja. Dia menganggapnya sebagai surungan, alias pendorong stamina. Mirip seperti Nos di gim balap mobil. Itu untuk fisik, raga, alias tubuh. Selain mengonsumsi minuman semacam itu, ia juga memakai sebuah kepercayaan yang umum digunakan oleh masyarakat kita, punya utang sama bank. Lantaran menurut banyak orang, kalau punya utang, orang jadi rajin kerja. Alias, mereka punya stimulus atau suplemen untuk kerja keras.

Memang ada orang yang jadi tambah rajin kerja, atau entah karena punya utang bank jadi harus kerja lebih keras. Namun, ada juga yang hanya rajin utang, tapi malas membayar atau mencicil utang. Ada? Banyak!

Soal jadi rajin kerja atau kerja keras, memang harus begitu. Kalau nggak kerja, gimana cara bayar utang? Namun, jangan sampai pandangan semacam itu digunakan sebagai pembelaan atas sikap hobi ngutang. Pasalnya, banyak orang yang punya utang segambreng, padahal hanya untuk memenuhi gaya hidup dan segala hal tak penting. Alias berutang bukan untuk kebutuhan dan tak sadar dengan kemampuan. Besar pasak dari pada tiang, kalau kata orang dulu.

Nah, saat diingatkan, dia tinggal ngomong bahwa karena utang bank etos kerjanya jadi meningkat. Oleh karena itu, katanya tak masalah punya utang banyak untuk hal tak penting itu. Padahal, itu hanya pembelaan diri saja atas sifat borosnya. Dan banyak dari mereka yang akhirnya hancur karena kebanyakan kredit.

Utang atau rajin ngutang, bisa jadi berbahaya. Apalagi saat sudah sampai taraf kecanduan. Lantaran, sudah terbiasa terpenuhi segala keinginannya lewat berutang, seseorang bisa jadi tukang ngutang yang akut. Pengin sesuatu tapi lagi bokek, langsung kredit. Padahal, dia nggak perlu-perlu banget. Kadang hanya karena korban tren atau mengejar gengsi sosial. Tetangga benerin rumah, ikut renovasi, sampai utang puluhan juta. Tetangga beli mobil, ikut ganti mobil, utang lagi. Kalau nggak segera kesampaian, ia malu dilihat tetangga. Menikah harus mewah, sampai utang juga. Saat ditagih WO, minggat. Ada? Buanyak buanget!

Lalu, salahkah berutang? Tidak, asal sesuai kaidahnya dan sesuai kebutuhan, atau untuk modal usaha. Apalagi sampai ikut pinjol yang aneh-aneh itu, jangan sampai, deh!

Berutang memang bisa dianggap sebagai pendorong semangat kerja, meningkatkan etos kerja juga. Atau bisa juga bikin seseorang agak terpaksa kerja lebih keras dari sebelumnya. Hal yang nggak boleh adalah menganggap utang bank sebagai satu-satunya jalan keluar dan akhirnya menjadi kecanduan berutang. Berbahaya!

Bagaimana dengan orang yang nggak punya utang bank, apakah ia tak punya etos kerja? Nggak, lah. Di lingkungan saya, banyak buruh sawah dan empang yang tak punya jaminan untuk berutang. Mau kredit motor saja tak sanggup membayar uang muka. Padahal mereka kerja sejak pagi buta sampai sore. Kadang harus ke sawah saat tengah malam juga, mbanyoni atau menata saluran air ladang. Lha, kurang rajin dan kurang keras apa mereka bekerja? Rumah dibangun sedikit-sedikit, motor bebek bekas, tapi mereka tetap rajin kerja. Etos kerjanya tak perlu dipertanyakan lagi.

Baca Juga:

Kredit Mobil Banyak Ruginya, apalagi untuk Gengsi, Jelas Bikin Hidupmu Hancur!

Ironi Blora: Bukan Lumbung Pangan, tapi Jadi Lumbung Utang  

Pasalnya, rajin itu soal sikap. Etos kerja itu bukan hanya tentang hutang sama bank atau tidak. Sayangnya, para kaum buruh menengah ke bawah ini yang kerap dianggap malas di lingkungan saya. Tentu karena tak punya rumah dan kendaraan seperti yang dimiliki para tetangganya itu. Dengan kata lain, anggapan tak punya kemampuan ngutang sama dengan malas, itu salah.

Mau punya kreditan di bank atau tidak, tak sepantasnya kita meremehkan usaha orang lain. Apalagi hanya karena melihat hasilnya dan apa yang terparkir di rumahnya. Tak semua orang punya kesempatan dan privilese yang sama. Bahkan dalam hal berutang ke bank sekalipun.

BACA JUGA Seharusnya Utang Piutang Masuk dalam Kurikulum Pendidikan Indonesia dan tulisan Bayu Kharisma Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2021 oleh

Tags: Gaya HidupGengsiKeuangan TerminalUtang bank
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

Trik Sukses Berjualan di WhatsApp agar Story-mu Nggak Di-skip Orang

Story WhatsApp, Cara Menyampaikan Rindu Kala Gengsi

18 Januari 2021
aspek perpajakan peraih medali olimpiade mojok

Aspek Perpajakan pada Hadiah yang Diterima Atlet Peraih Medali Olimpiade

5 Agustus 2021
scan barcode juru parkir Pengalaman Berurusan dengan Tukang Parkir yang Nggak Mau Kepanasan terminal mojok.co

Liberalisasi Ekonomi Ditinjau dari Peluit Tukang Parkir

30 Mei 2021
Punya Dana Darurat Adalah Hak Setiap Manusia. Sobat UMR Pasti Bisa! terminal mojok

Punya Dana Darurat Adalah Hak Setiap Manusia, Sobat UMR Pasti Bisa Juga Mengumpulkannya!

30 Juni 2021
Panduan Menabung untuk Membeli Rumah ala Yu Ja-seong di 'Monthly Magazine Home' terminal mojok

Panduan Menabung untuk Membeli Rumah ala Yu Ja-seong di ‘Monthly Magazine Home’

15 Juli 2021
sandal setengah juta

Sandal Setengah Juta

16 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Motor Supra, Motor Super yang Bikin Honda Jaya di Mata Rakyat (Sutrisno Gallery/Shutterstock.com)

Tanpa Motor Supra, Honda Tidak Akan Menjadi Brand Motor Terbaik yang Pernah Ada di Indonesia

16 Januari 2026
Angka Pengangguran di Karawang Tinggi dan Menjadi ironi Industri (Unsplash) Malang

Warga Karawang Terlihat Santai dan Makmur karena UMK Sultan, padahal Sedang Berdarah-darah Dihajar Calo Pabrik dan Bank Emok

12 Januari 2026
Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda Mojok.co

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda

15 Januari 2026
6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet Mojo.co

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet

13 Januari 2026
6 Alasan Perantauan seperti Saya Begitu Mudah Jatuh Cinta pada Solo Mojok.co

6 Alasan Sederhana yang Membuat Perantau seperti Saya Begitu Mudah Jatuh Cinta pada Solo

12 Januari 2026
Tidak Ada Nasi Padang di Kota Padang, dan Ini Serius. Adanya Nasi Ramas! angkringan

4 Alasan Makan Nasi Padang Lebih Masuk Akal daripada Makan di Angkringan  

11 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.