‘Taxi Driver’: Taksi Unik yang Melayani Balas Dendam Penumpangnya

Drakor Taxi Driver_ Taksi yang Melayani Balas Dendam Penumpangnya terminal mojok

Pekan kemarin, saya baru saja menamatkan drama Korea Taxi Driver yang butuh 5 hari untuk menyelesaikannya. Lumayan cepat bagi orang yang jarang nonton drakor. Saya tertarik dengan Taxi Driver karena mendekati nalar realitas kita sebagai masyarakat yang membutuhkan keadilan. Satu hal yang memang mustahil untuk dijumpai, di mana pun itu. Pasalnya, pasti ada saja orang merasa “hukum” itu tajam ke bawah. Dan itu fakta adanya.

Drakor ini berjudul Taxi Driver. Ya, berarti kita akan membahas seorang pengemudi taksi. Aktor utamanya Kim Do Ki (Le Je-Hoon). Yang pernah nonton drakor Signal pasti tau blio, tampangnya memang cocok memainkan peran yang banyak adegan perkelahian.

Sebenarnya secara kasat mata, layanan taksi yang bernama Rainbow Taxi Company berjalan sesuai dengan layanan taksi pada umumnya. Namun, sang pemilik perusahaan, Jang Sung-Chul, mempunyai layanan khusus yang bernama Deluxe Taxi atau Taksi Mewah. Diketahui oleh 5 orang saja yang menjalani modus operandinya dan tentunya si penumpang khusus.

Nah, Deluxe Taxi ini sendiri berbeda dengan Rainbow Taxi. Kalau Rainbow Taxi memang taksi yang dimiliki perusahaan layaknya taksi biasa, sementara Deluxe Taxi sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk mempermudah aksinya. Jadi, orang yang melihat Deluxe Taxi nggak bakal tahu kalau itu milik Pak Jang atau Rainbow Taxi.

Deluxe Taxi ini adalah layanan khusus bagi klien yang ingin balas dendam terhadap seseorang. Dan balas dendam itulah yang dieksekusi oleh orang yang terlibat dalam Deluxe Taxi. Ada Kim Do Ki selaku pengemudi taksi dan si eksekutor balas dendam secara fisik. Kemudian Ahn Go Eun, si jago teknologi yang pandai hack dan melacak siapa pun. Lalu ada Choi Kyung-Koo dan Park Jin-Eon yang jago dalam modifikasi mobil dan sebagai peran cadangan bagi aksi di lapangan jika dibutuhkan. Dan tentunya si pemilik layanan.

Dalam operasinya, ketika klien sudah menceritakan nasibnya dan ingin membalaskan dendam, dia harus memainkan game untuk menyetujui persyaratan balas dendam tersebut yang disediakan oleh Deluxe Taxi.

Sebenarnya klien dan orang dalam Deluxe Taxi sama-sama memiliki nasib menjadi korban kejahatan yang tidak bisa diselesaikan oleh hukum secara bijak dan adil. Maka Deluxe Taxi muncul agar pelaku dapat memahami rasa sakit dan penyesalan yang tidak bisa mereka bayangkan. Misalnya, Kim Do Ki yang merupakan letnan tentara. Namun, ibunya dibunuh oleh seorang pembunuh berantai yang membuat Do Ki banting setir menerima tawaran menjadi sopir Deluxe Taxi tersebut.

Ketika balas dendam sudah disepakati, maka saat itulah aksi balas dendam akan dilakukan. Ada ruangan khusus bawah tanah sebagai markas Deluxe Taxi untuk berdiskusi dan tempat menyimpan barang-barang mereka.

Untuk aksi balas dendam, Kim Do Ki sangat jago dalam urusan berkelahi dan mengalahkan musuhnya. Puluhan orang pun dapat dia kalahkan seorang diri. Tapi untuk melihat sebuah kasus, dia harus masuk terlebih dahulu agar mengetahui objek yang akan dijadikan sebagai balas dendam. Dia harus tahu perbuatan jahat apa yang telah dilakukan pelaku, dan biasanya balas dendammnya berupa aksi yang sama dilakukan oleh si pelaku kepada klien Deluxe Taxi. Kemudian pelaku akan dibawa ke sebuah penjara khusus yang telah disediakan.

Dalam cerita ada seorang jaksa yang bernama Kang Ha-Na yang merupakan jaksa yang bertekad kuat untuk menegakkan keadilan, namun juga merasa miris dengan perlakuan hukum di negerinya sendiri. Jaksa Kang Ha-Na inilah yang mencurigai dan menginvestigasi adanya Deluxe Taxi itu.

Ada juga sebuah kasus yang diangkat dari kisah nyata dalam Taxi Driver. Seorang narapidana yang telah dipenjara selama 20 tahun, namun setelah dibebaskan, ternyata bukan dia pelakunya. Ada pelaku asli yang mengaku. Polisi memaksa dan menyiksa agar orang yang dituduh pelaku mengakui perbuatan yang bahkan tidak diketahuinya. Ini salah satu bukti keadilan yang sebenarnya bahkan dirusak oleh penegak hukum itu sendiri.

Kalau ditonton saksama, kita memang akan lebih condong menerima hukum balas dendam model begini ketimbang hukuman penjara resmi di mana korban tidak merasakan keadilan.

Yah, tapi namanya juga drakor, suka-suka khayalan si sutradara lah. Kita mah nonton saja.

Sumber Gambar: YouTube Viu Indonesia

BACA JUGA Story WhatsApp, Cara Menyampaikan Rindu Kala Gengsi dan tulisan Rahmatullah Syabir lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
Exit mobile version