Saya pikir publikasi jurnal saat pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, nyatanya lebih banyak menguji mental

Publikasi jurnal saat kuliah S2 dan S3 tidak hanya mengasah kemampun akademik, tapi lebih banyak mengasah mental agar tidak menyerah.
Publikasi Jurnal Kadang Jadi Perbudakan Gaya Baru: Mahasiswa yang Nulis, tapi Dosen yang Dapat Nama, Logikanya di Mana?

Menurut saya publikasi jurnal kehilangan maknanya sebagai proses ilmiah. Ia berubah menjadi administrasi belaka.
Dosen Seenaknya Nyuruh Mahasiswa untuk Publikasi Jurnal, padahal Uang Mahasiswa Cuma Dikit dan Nggak Dikasih Subsidi Sama Sekali

Jika kampus memang ingin mendorong budaya publikasi jurnal sejak dini, maka tanggung jawabnya juga harus dibagi secara adil.
Jujur, Saya sebagai Mahasiswa Kaget Lihat Biaya Publikasi Jurnal Bisa Tembus 500 Ribu, Ditanggung Sendiri Lagi

Yang bikin kaget bukan cuma soal mahalnya biaya publikasi jurnal, tapi juga fakta bahwa biaya ini sepenuhnya ditanggung oleh penulis.
Skripsi dan Publikasi Jurnal bagi Mahasiswa Itu Nggak Ada Bedanya, kayak Suruh Milih Masuk Kandang Buaya atau Singa

Pada akhirnya, baik jalur skripsi maupun publikasi jurnal sama-sama penuh drama. Bedanya hanya soal jenis penderitaan yang harus ditanggung.