Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

Orang Jogja pulang untuk mencari nostalgia. Perantau tinggal untuk mencari ketenangan. Wisatawan datang untuk mencari hiburan.
Surat Terbuka untuk Pembenci Perantau di Jogja: Hanya Dhemit yang “Pribumi Jogja”, Kalian Bukan!

Intinya, penulis kritik membenci perantau di Jogja. Mereka dipandang sebagai sumber masalah yang memberi dampak buruk. Tapi, benarkah?
Nggak Semua Perantau di Jogja Doyan Gudeg dan Sering ke Sarkem!

Banyak anggapan keliru soal perantau di Jogja. Mereka tidak melulu doyan gudeg, suka nongkrong Malioboro, dan sering ke Sarkem.