Anggapan Karya Fiksi Lebih Rendah dari Karya Nonfiksi Itu Konyol

Hari gini kok banding-bandingin fiksi dengan nonfiksi, kek nggak ada kerjaan aja.
Karya Sastra Bisa Jadi Alat Propaganda, Asal Nggak Kelihatan Bohongnya

Si pembuat ingin menyampaikan ide-ide tertentu lewat karya sastra mereka. Dari konsep inilah karya sastra bisa menjadi alat propaganda.
Kok Bisa ya Ada Orang Kepikiran buat Plagiat

Bukannya kalau akses buku, artikel jurnal, dan karya sastra makin banyak harusnya jadi lebih gampang buat ngembangin tulisan ya? Kok malah plagiat sih.
Bisa Nggak sih Kita Memanfaatkan Turnitin untuk Meminimalisir Plagiarisme Karya Sastra?

Bisakah Turnitin membantu para redaktur media pada umumnya dan redaktur sastra secara khusus dalam mendeteksi plagiarisme dalam sebuah karya?