Malang lebih banyak mengajarkan saya cara bertahan hidup daripada Jogja

Malang dan Jogja sama-sama Kota Pelajar dan banyak kemiripan lain. Namun, bagi saya, Malang lebih banyak mengajarkan bertahan hidup.
4 perbedaan kebiasaan mahasiswa Malang dan Jogja, mulai dari nongkrongnya, hingga bagaimana penerimaan mereka terhadap seni dan tradisi

Mahasiswa Malang dan Jogja sama-sama suka nongkrong, sama-sama suka ngopi. Tapi, ada perbedaan yang bikin mahasiswa dua kota ini unik.
Saya gagal kerja di Bandung dan Jakarta karena terhalang restu orang tua, kadang sedih, tapi sudah bisa menerima takdir

Impian saya untuk kerja di Bandung dan Jakarta harus pupus karena tidak mendapat restu dari orang tua. Tapi, jujur saja, tidak apa-apa.
Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

Tacibay Malang, warung andalan mahasiswa di tanggal tua karena harganya yang murah dan rasanya yang masih masuk di lidah.
Bakso Malang minggir dulu, status makanan khas Malang mending kasihin ke tempe mendol yang endul itu

Bakso Malang masih kalah jauh dari tempe mendol, kalau menurut selera saya. Mendol ini jauh lebih endul ketimbang bakso Malang.
Saya sudah hidup di Malang selama 2 tahun, dan tetap tidak bisa menerima sound horeg

Saya tetap tidak bisa menikmati dan terbiasa dengan sound horeg di Malang. Mungkin suatu saat nanti bisa, mungkin. Atau justru tidak bisa sama sekali.
Orang Malang nggak ada yang suka main ke Kayutangan. Udah macet dan semrawut, desainnya yang meniru Malioboro bikin ilfil

Justru agak aneh kalau ada orang Malang yang kalau mau main (refreshing/healing) tapi milihnya ke Kayutangan Malang.