Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Surat Terbuka Mahasiswa Jogja kepada Tukang Parkir: Nggak Semua Tempat Harus Ada Tukang Parkirnya, Bos!

Maliki Sirojudin Agani oleh Maliki Sirojudin Agani
4 Agustus 2023
A A
Saya Justru Menyesal Tidak Jadi Kuliah di Jogja pariwisata jogja caleg jogja

Saya Justru Menyesal Tidak Jadi Kuliah di Jogja (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bersihkan tempat ini dari tukang parkir

Jogja, bagi saya nggak hanya sebagai Kota Pelajar, bisa juga disebut sebagai “The Land of Dreams”.

Maksud saya begini. Pendidikan, bagi orang desa dan nggak mampu, adalah tiket bagi mereka meraih mimpi dan keluar dari kesengsaraan. Artinya, Jogja ini, adalah tujuan bagi banyak orang desa dan orang tak berpunya. Itulah kenapa kafe-kafe proletar macam Basabasi begitu laku, ya karena memenuhi hasrat mahasiswa untuk nongkrong dengan harga yang jelas tak mencekik. Dan banyak lagi tempat seperti itu di Jogja.

Masalahnya adalah, tempat murah di Jogja pun nggak luput dari tukang parkir. Bahkan dari yang saya temui, semuanya “dijaga” oleh tukang parkir. Inilah masalah parkir di Jogja yang menurut saya yang paling berat.

Saya kasih daftarnya ya, mana saja yang ada tukang parkir.

Tempat pertama, tempat orang jualan sayur. Baiklah, saya nggak bisa memungkiri warung sayur itu ramai, dan jadi lahan basah untuk parkir. Tapi perlu diingat, warung sayur itu tempat belanja orang yang mau ngirit. Makan saja mereka pangkas uangnya, mosok masih dibebani parkir?

Kedua, minimarket. Ini sih udah jadi keresahan semua orang. Nggak perlu lah saya jelaskan berlarut-larut.

Ketiga, ini nih yang paling unik: Kali Code. Walau Kali Code memang masuk objek wisata, dan layak untuk ditarik parkir, tapi mbok ya nggak semahal itu. Masak ya lima ribu, Bos?

Terakhir, dan yang paling lucu adalah lapangan. Saya nggak mau sebut mana, tapi, AYOLAH, lapangan lho.

Baca Juga:

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Bagi saya, tempat-tempat tersebut nggak sepatutnya ditarik biaya parkir. Entah kenapa masalah parkir di Jogja jadi separah ini. Saya mempertanyakan etik aja sih.

Harapan besar perbaikan tata kelola parkir di Jogja

Disclaimer, saya tidak bermaksud untuk mencela profesi tertentu karena apa pun profesi yang dijalankan dengan halal dan legal pastilah baik. Persoalan parkir sebenarnya menjadi persoalan kompleks tidak hanya menjadi persoalan kultural, tetapi juga persoalan struktural.

Bahkan kalau kita lihat secara kritis fenomena berjibunnya tukang parkir ilegal bisa jadi disebabkan oleh ketidakmampuan pemerintah untuk menyediakan tukang parkir yang legal. Atau mungkin karena kurangnya kemampuan penyerapan tenaga kerja sehingga masyarakat harus berjibaku dengan pilihan-pilihan sulit. Salah satunya dengan memilih sebagai tukang parkir ilegal.

Sehingga dalam hal ini besar harapan untuk tukang parkir bisa meningkatkan profesionalitas agar apa-apa yang dilakukan bisa dipertanggungjawabkan dengan baik. Di samping itu juga pemerintah sebagai stakeholder bisa lebih baik dalam tata kelola jasa parkir, terutama harus memperhatikan kesejahteraan tukang parkir.

Tapi kalau solusi seterang ini nggak dilakukan, ya… gimana lagi?

Penulis: Maliki Sirojudin Agani
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Bisnis Lahan Parkir Tidak Pernah Sederhana, bahkan Penuh Darah dan Mafia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 4 Agustus 2023 oleh

Tags: Jogjakali codeMasalahParkirsurat terbuka
Maliki Sirojudin Agani

Maliki Sirojudin Agani

Mahasiswa hukum yang nggak ada hukum-hukumnya.

ArtikelTerkait

Salah Paham Terkait Malioboro Jogja yang Telanjur Dipercaya Banyak Orang bahkan oleh Orang Jogja Sendiri

Salah Paham Terkait Jalan Malioboro Jogja yang Telanjur Dipercaya Banyak Orang, bahkan oleh Orang Jogja Sendiri

3 November 2025
Jogja Resah Ketika Parkir Liar Menggembosi Usaha Kopi Lokal (Unsplash)

5 Alasan Banyak Perantau Belum Mau Angkat Kaki dari Jogja, sekalipun UMR-nya Tidak Masuk Akal

15 Agustus 2025
Jogja Kota Pelajar Nggak Ramah Mahasiswa yang Baru Lulus Mojok.co

Jogja Kota Pelajar Nggak Ramah Mahasiswa yang Baru Lulus

22 Juli 2024
Nggak Usah Sok Ngomong Bahasa Jawa Saat Belanja di Malioboro, Nggak Semua Pedagangnya Orang Jawa Kok!

Malioboro Tanpa Kendaraan Bermotor: Memangnya Sudah Siap?

27 Oktober 2020
Ketidakadilan Bagi Warga Bantul Perihal Jarak Tempuh di Jogja (Unsplash)

Ketidakadilan Bagi Warga Bantul Perihal Jarak Tempuh di Jogja

21 Mei 2023
Jogja atau Solo: Mana yang Lebih Nyaman untuk Ditinggali?

Meninggalkan Jogja Itu Tak Mudah dan Memang Tak Akan Pernah Mudah

14 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Ide bisnis buat pebisnis Semarang kalau punya punya 100 miliar (Unsplash)

Ide bisnis yang muncul di kepala saya kalau punya uang 100 miliar adalah bikin rumah kesejahteraan khusus anjing di Semarang

2 Agustus 2026
Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026
Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh Mojok.co

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.