Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Superindo Pasang Indikator Kandungan Gula Minuman Kemasan, Efektifkah?

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
2 Juni 2023
A A
Superindo Pasang Indikator Kandungan Gula Minuman Kemasan, Efektifkah?

Superindo Pasang Indikator Kandungan Gula Minuman Kemasan, Efektifkah? (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Superindo menuai pujian karena memasang indikator kandungan gula minuman kemasan. Efektif nggak ya cara itu untuk membantu masyarakat membatasi konsumsi gula harian?

Isu kesehatan semakin menjadi titik fokus masyarakat beberapa tahun belakangan ini. Salah satu topik yang paling banyak diperbincangkan adalah tentang meningkatnya jumlah pengidap diabetes. Pasalnya, nggak sedikit kasus diabetes ditemukan pada pasien yang masuk dalam kategori anak-anak. Ngerinya, penyakit tersebut bahkan merambah sampai pada penderita di rentang usia balita.

ADVERTISEMENT

Melansir dari situs cnbcindonesia.com, pasien anak berumur 0-4 tahun menyumbang angka sekitar 19% dari kasus diabetes yang mencuat awal 2023 kemarin. Tentu saja fakta ini sedikit mengejutkan lantaran dulunya penyakit yang dikenal juga dengan julukan “kencing manis” tersebut identik dengan penyakit orang lanjut usia. Padahal kalau menilik gaya hidup masyarakat sekarang ini, meningkatnya kasus diabetes bisa dibilang nggak terjadi tiba-tiba.

Menjamurnya minuman populer seperti kopi kekinian atau boba lantas menjadi kambing hitam atas hadirnya penyakit diabetes dalam diri seseorang. Sebenarnya kalau boleh jujur, bukan salah jajanannya, melainkan lebih kepada manajemen konsumsi gula seseorang. Toh, sesekali menyesap minuman yang dikata jahat tersebut juga bukan merupakan dosa, asalkan kita tahu bagaimana harus mengendalikan daily sugar intake.

Superindo memasang indikator kandungan gula minuman kemasan

Seolah tahu bagaimana caranya membangun citra baik perusahaan di tengah kericuhan tersebut, Superindo mengambil langkah yang cukup mencuri perhatian. Buktinya, baru-baru ini Superindo sukses menuai banyak pujian atas tindakan mereka memasang indikator kandungan gula dalam minuman kemasan. Walaupun Superindo nggak menjual minuman racikan ala barista, mereka cukup sadar diri sudah turut ambil bagian dalam mendistribusikan minuman tinggi gula juga ke tangan masyarakat.

Apalagi produk minuman semacam itu gampang diperoleh di mana saja, mulai dari supermarket besar hingga toko kelontong. Selain itu harga yang dibanderol minuman kemasan juga terjangkau bagi sebagian besar konsumen. Akibatnya, nggak sedikit orang memilih menenggak minuman kemasan demi menuntaskan dahaga. Toh, dengan mengeluarkan kocek hampir setara untuk air mineral dalam botol, pembeli bisa menikmati rasa minuman yang lebih memanjakan lidah ketimbang air putih yang tawar. Sayangnya, tanpa disadari, kebiasaan tersebut telah menjerumuskan kita semua dalam mengonsumsi gula melebihi batas anjuran harian.

Langkah sederhana tetapi cerdas yang diterapkan oleh Superindo tadi dianggap keren oleh netizen yang berkomentar di jagat Twitter. Mengapa cerdas? Soalnya sebelum ini, masyarakat nggak menemukan hal serupa yang dilakukan oleh perusahaan lain atau penjual minuman kekinian di Indonesia. Jadi, di mata publik, Superindo ini berhasil meraih imej sebagai perusahaan yang peduli terhadap kesehatan konsumen. Namun, pertanyaannya, apakah benar cara ini mampu menekan konsumsi gula berlebih?

bukan minuman kekinian, tapi Superindo sudah pasang peringatan tentang gula di minuman kemasan https://t.co/OMnTp237sJ pic.twitter.com/4RPg4pc2xL

— txtdaribrand (@txtfrombrand) May 21, 2023

Baca Juga:

Makanan Superindo Rp15 Ribuan Penolong Pekerja Miskin yang Kecewa akan Mahalnya Harga Warteg

4 Kelebihan Produk Superindo yang Tidak Dikatakan Orang-orang

Seberapa efektif indikator kandungan gula minuman kemasan?

Oke, nggak bisa disangkal bahwa panduan indikator gula berdasarkan warna label yang dipasang oleh Superindo ini bisa sedikit membantu konsumen. Konsumen dapat mengidentifikasi kandungan gula dalam minuman kemasan yang akan dibeli. Parameter indikator buatan Superindo ini cukup mudah dipahami karena hanya terdiri dari empat warna yaitu kuning, jingga muda, jingga tua, dan merah. Semakin gelap warna labelnya, semakin tinggi kandungan gulanya. Tanpa perlu berpikir keras pun, pembeli sudah mendapat gambaran produk mana saja yang mempunyai kandungan gula paling rendah atau sebaliknya.

Sialnya, gambaran kasar tersebut sesungguhnya tak cukup efektif dalam mengurangi angka diabetes di Indonesia. Tak dimungkiri masih banyak orang kurang familier dalam membaca tabel informasi nilai gizi yang biasa tercantum pada label kemasan makanan atau minuman pabrikan. Bahkan, merujuk pada utas dari akun @txtfrombrand di Twitter, masih ada warganet yang belum dapat membedakan perbedaan antara satu takaran saji dengan satu produk.

Jika hanya berpatokan dari label warna yang dipasang oleh Superindo, dikhawatirkan nantinya akan timbul salah penafsiran dari sejumlah pembeli yang awam tersebut. Perlu diingat bahwa indikator gula yang ditampilkan Superindo adalah per 100 ml minuman. Bukan nggak mungkin seseorang akan merasa aman-aman saja mengambil produk minuman berlabel warna jingga tua atau yang mengisyaratkan kandungan gula 6-12 gram per 100 ml isi bersih produk.

Padahal, bisa jadi satu produk memiliki netto 300 ml. Artinya, dalam sekali minum dan habis, seseorang berpeluang mengkonsumsi gula 18-36 gram hanya dari sebotol minuman kemasan. Angka tersebut cukup besar jika dibandingkan dengan kebutuhan gula harian seseorang yaitu 50 gram atau setara kurang lebih empat sendok makan. Bukankah hampir mustahil seseorang mengkonsumsi makanan atau minuman berkandungan gula hanya dalam sekali kesempatan itu saja per hari?

Publik juga harus sadar pentingnya membatasi asupan gula harian

Rasanya nggak berlebihan bila mengatakan bahwa edukasi diet seimbang berikut cara membaca tabel informasi gizi masih menjadi kebutuhan utama dalam mengatasi persoalan penyakit diabetes. Gula memang dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi, tetapi tentu saja jumlahnya dibatasi. Apa yang dilakukan oleh Superindo mungkin nggak signifikan. Akan tetapi, indikator kandungan gula ikut membantu membangun kesadaran publik akan pentingnya membatasi asupan gula.

Sebagai alternatif yang lebih mudah dalam mengecek kandungan gula minuman keluaran pabrik, kita bisa menggunakan cara lain. Misalnya dengan memanfaatkan situs www.cari-manis.my.id yang dapat diakses secara gratis. Dalam situs tersebut, tedapat keterangan mengenai berapa kali kesempatan suatu produk sebaiknya dihabiskan atau dengan kata lain jumlah takaran saji secara lebih gamblang. Dengan demikian, tanpa bersusah payah, kita dapat memperkirakan porsi yang boleh dikonsumsi selama satu hari sekaligus takaran kandungan gulanya.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Kesalahan Orang Berbelanja di Superindo, Hindari biar Nggak Kalap!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Juni 2023 oleh

Tags: kandungan gulaminuman kemasansuperindo
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

ArtikelTerkait

4 Susu Steril Indomaret dengan Kandungan Susu Sapi Segar, Nggak Perlu Khawatir Bahaya Asupan Gula Berlebih

4 Rekomendasi Susu Steril Indomaret dengan Kandungan Susu Sapi Segar, Nggak Perlu Khawatir Bahaya Asupan Gula Berlebih

14 Juli 2024
4 Rekomendasi Camilan Manis di Indomaret yang Jarang Dilirik

4 Jajanan Indomaret yang Dikira Sehat padahal Tinggi Kandungan Gula

6 Oktober 2022
4 Kelebihan Produk Superindo yang Tidak Dikatakan Orang-orang

4 Kelebihan Produk Superindo yang Tidak Dikatakan Orang-orang

12 November 2025
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Makanan Superindo Rp15 Ribuan Penolong Pekerja Miskin yang Kecewa akan Mahalnya Harga Warteg

17 Mei 2026
5 Minuman Kemasan Enak di Supermarket yang Jarang Diketahui Orang Terminal Mojok

5 Minuman Kemasan Enak di Supermarket yang Jarang Diketahui Orang

12 November 2022
4 Rekomendasi Minuman Indomaret yang Mengandung Vitamin biar Stamina Nggak Gampang Ngedrop

4 Rekomendasi Minuman Indomaret yang Mengandung Vitamin biar Stamina Nggak Gampang Ngedrop

14 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

21 Juli 2026
Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

19 Juli 2026
Terminal Bungurasih Momok bagi Pengguna Jalan Raya Waru Sidoarjo, Macet Ora Umum! Mojok terminal bungurasih surabaya

Waru Sidoarjo, kecamatan penuh keistimewaan dan kemudahan, paling top di Sidoarjo!

17 Juli 2026
Ironi Puncak Pulek Cilacap: Ramai Dikunjungi karena Viral, padahal Area Privat

Ironi Puncak Pulek Cilacap: ramai dikunjungi karena viral, padahal area privat

15 Juli 2026
Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang

Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang

21 Juli 2026
Dosa pengusaha kuliner, pakai foto hasil AI untuk jualan hingga pembeli merasa tertipu Mojok.co

Dosa pengusaha kuliner, pakai foto makanan hasil AI hingga pembeli merasa tertipu

20 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.