Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Stasiun Weleri, Satu-satunya Fasilitas Publik yang Bisa Dibanggakan dari Kabupaten Kendal

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
21 Februari 2024
A A
Stasiun Weleri, Satu-satunya Fasilitas Publik yang Bisa Dibanggakan dari Kabupaten Kendal

Stasiun Weleri, Satu-satunya Fasilitas Publik yang Bisa Dibanggakan dari Kabupaten Kendal (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tinggal di Kendal serba nanggung karena banyak fasilitas publik yang prematur. Misalnya saja penataan alun-alun yang acakadut, terminal bus yang nggak “hidup”, pasar induk dengan status terkungkung, dan masih banyak lagi fasilitas publik yang terasa nggak berdenyut di sini. Meski begitu, ada satu fasilitas publik yang patut dibanggakan di sini. Yah, setidaknya bisa menyelamatkan wajah Kabupaten Kendal dari pisuhan perantau atau pendatang yang datang ke sini. Apalagi kalau bukan Stasiun Weleri Kendal.

Stasiun Weleri terletak di Desa Karangdowo, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal. Stasiun ini jadi satu-satunya stasiun yang beroperasi dari total 4 stasiun yang ada di Kabupaten Kendal. Ada tiga stasiun lain yang sudah nggak beroperasi, ketiganya adalah Stasiun Kaliwungu, Stasiun Kendal, dan Stasiun Kalibodri. Stasiun Weleri merupakan satu dari sekian banyak bangunan tua yang diremajakan agar tetap kokoh dan kuat.

ADVERTISEMENT

Setahu saya, setidaknya ada 6 kereta api yang singgah di stasiun ini. Keenam kereta tersebut adalah Kamandaka, Kertajaya, Joglosemarkerto, Jayabaya, Dharmawangsa, Kaligung dengan tujuan mulai dari Jakarta, Purwokerto, Surabaya, Malang, dan kota-kota besar lainnya.

Meski hanya stasiun kecil, Stasiun Weleri Kendal memiliki fasilitas yang cukup lengkap, ruang tunggu dan musala yang nyaman, serta toilet yang bersih. Selain itu ada banyak stopkontak yang terletak di pojokan, baik ruang tunggu loket maupun ruang tunggu di dalam stasiun.

Tanah Stasiun Weleri Kendal pernah terlibat sengketa lahan

Pada tahun 2018, tanah Stasiun Weleri pernah menjadi sengketa karena statusnya yang dianggap nggak jelas antara milik PT. KAI atau milik desa, terutama di area luar sekitaran stasiun. Warga setempat kemudian melakukan aksi demo karena perluasaan wilayah stasiun untuk kebutuhan parkir yang dianggap melanggar batas tanah milik desa.

Persoalan tersebut hingga kini tak pernah menemui titik terang. Terlebih ketika Pasar Weleri terbakar, persoalan ini kemudian menguap begitu saja tanpa ada penyelesaian yang konstruktif. Makanya hingga saat ini, Stasiun Weleri belum memiliki fasilitas parkir yang memadai. Bahkan nggak ada pagar yang mengelilingi stasiun ini.

Terlepas dari masalah sengketa lahan, sebelum Pasar Induk Weleri terbakar, Stasiun Weleri Kendal menjadi salah satu stasiun paling strategis di Jawa Tengah. Setiap penumpang yang turun di stasiun ini baik di pagi, siang, malam, maupun subuh, akan disambut dengan ramainya aktivitas ekonomi di pasar. Maklum, stasiun ini terletak di distrik paling padat di Kabupaten Kendal saat itu.

Penumpang yang turun di pagi hari menjelang siang, akan disambut dengan pedagang sayur dan aneka jajanan pasar yang bisa dibawa pulang sebagai buah tangan. Sementara penumpang yang pulang tengah malam hingga dini hari bisa mampir ke angkringan atau pedagang soto yang ramai dikunjungi para penjual sayur dari berbagai daerah dataran tinggi seperti Bandungan, Temanggung, dan Wonosobo. Menyeduh teh atau kopi saset oplosan jagung sembari ngobrol menjadi momen yang biasa ditawarkan ketika turun di Stasiun Weleri Kendal.

Baca Juga:

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas

Jadi lebih sepi ketika Pasar Weleri terbakar

Akan tetapi, romantisme dan suasana hangat itu kemudian hilang begitu Pasar Weleri terbakar. Stasiun Weleri Kendal jadi terlihat lebih sering sunyi ketimbang ramai. Ibarat seseorang yang bersedih begitu ditinggal sahabat karibnya.

Meski begitu, stasiun ini tetap menjadi pilihan utama para perantau dan pendatang. Ia menjadi tempat singgah bagi orang-orang yang ingin pergi ke daerah selatan seperti Sukorejo, Limbangan, Boja, atau Temanggung dan Wonosobo. Bahkan orang-orang yang ingin bepergian ke daerah barat seperti Gringsing, Kabupaten Batang, turut singgah sejenak di sini.

Bagi mereka yang ingin ke Gringsing, Stasiun Weleri Kendal biasanya lebih dipilih oleh para pendatang atau perantau ketimbang Stasiun Pekalongan karena harus melalui Alas Roban yang terkenal angker dan gelap. Tak perlu khawatir jika tiba tengah malam atau dini hari, tak jauh dari stasiun terdapat Masjid Jami yang bisa menjadi tempat menunggu pagi, sebelum akhirnya menaiki bus ke tempat tujuan.

Stasiun Weleri memang jadi penyelamat wajah Kabupaten Kendal. Dengan fasilitas yang ia miliki, stasiun ini menyambut para pendatang dengan ramah dan mengantarkan para perantau dengan kenangan. Ia menjadi saksi dari pertemuan dan perpisahan yang pastinya sarat dengan perasaan emosional. Maka sudah semestinya masyarakat Kendal bangga karena mereka masih punya fasilitas publik yang masih bisa diandalkan.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Taman Hutan Klorofil Kendal: Dibangun dengan Anggaran 4 Miliaran, Berakhir Jadi Tempat Orang Pacaran dan Buang Sampah Sembarangan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Februari 2024 oleh

Tags: jawa tengahKabupaten Kendalkendalstasiun keretaStasiun WeleriStasiun Weleri Kendalweleri kendal
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Gombong: Kecamatan Terbaik di Kebumen, Mandiri Tanpa Bantuan Wilayah Lain

Gombong: Kecamatan Terbaik di Kebumen, Mandiri Tanpa Bantuan Wilayah Lain

4 Mei 2024
Alun-alun Temanggung Makin Memprihatinkan, Bikin Pusing! (Unsplash) citywalk temanggung

Semrawutnya Alun-alun Temanggung: Niatnya Healing, Malah jadi Pusing

29 Mei 2024
3 Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Wisata ke Salatiga terminal mojok

3 Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Wisata ke Salatiga

30 November 2021
Benteng Van der Wijck Gombong Kini Sebatas Wahana Murahan (Unsplash)

Benteng Van der Wijck Gombong, Warisan Sejarah yang Terjebak Jadi Wahana Murahan

20 September 2025
Suka Duka yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Purworejo Bagian Selatan

Suka Duka yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Purworejo Bagian Selatan

12 Maret 2024
Tanggul di Pesisir Pekalongan Bukti Mitigasi Bencana yang Ngaco Terminal Mojok

Tanggul di Pesisir Pekalongan: Bukti Mitigasi Bencana yang Ngaco

6 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma Mojok.co

Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma

10 Agustus 2026
Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur Mojok.co

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

8 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
GTM pada anak, drama paling menguji kesabaran dan kreativitas orang tua Mojok.co

GTM pada anak, drama paling menguji kesabaran dan kreativitas orang tua

9 Agustus 2026
Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara dangdut D’Academy Mojok.co

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara Dangdut Academy

5 Agustus 2026
Orang dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan Mojok.co

Pekerja dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan 

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.