Informasi

Stasiun Karet berjasa saat saya pertama kali cari kerja di Jakarta

Stasiun Karet berjasa saat saya pertama kali cari kerja di Jakarta Mojok.co

Media sosial di penghujung Agustus 2026 bising betul. Warganet yang kebanyakan serba tahu itu, beramai-ramai membicarakan soal Stasiun Karet Jakarta yang konon ditutup. Banyak keluh kesah, ada yang kadung marah, ada yang tiba-tiba nostalgia, mengenang eksistensi Stasiun Karet.

Entah kurang informasi atau terlalu grasah-grusuh, sebagian orang berpikir bahwa Stasiun Karet Jakarta tutup permanen. Padahal, dari berbagai sumber yang beredar, Stasiun Karet hanya tutup sementara saja. Rencananya, mulai dari 1 September hingga akhir Desember 2026. Tujuannya adalah untuk integrasi Stasiun Karet, meningkatkan layanan Commuterline.

Riuh soal Stasiun Karet Jakarta membuat saya bernostalgia. Saya memang punya kenangan yang cukup kuat dengan tempat ini. 

Kenangan di Stasiun Karet Jakarta

Pada 2014, saat status saya masih sebagai lulusan baru, saya mendapat undangan wawancara kerja pertama yang lokasi kantornya dekat sekali dengan Stasiun Karet. Sehingga, mau tidak mau, saya harus turun di stasiun yang, pada saat itu, tidak familier sama sekali. Waktu itu, saya ditemani oleh pacar saya, yang kini berstatus istri.

FYI, pada tahun tersebut, dari Stasiun Bogor masih tersedia KRL yang langsung melewati Stasiun Karet, tanpa harus transit di Stasiun Manggarai.

Sejauh mata memandang, Stasiun Karet bukanlah tempat yang spesial. Stasiunnya kecil. Saat saya tiba di sana pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, situasi dan kondisinya terbilang sibuk dan padat penumpang. Wajar, sih, karena tidak jauh dari Stasiun Karet, ada beberapa area perkantoran. Aksesnya pun cukup strategis untuk pergi ke sana-ke mari, menuju berbagai perusahaan.

Saya yang waktu itu baru kali pertama singgah, tidak terlalu dipusingkan dengan di mana letak pintu keluar. Sebab, selain petunjuknya cukup jelas, stasiunnya pun kecil. Nggak perlu khawatir nyasar atau kebingungan sendiri.

Bagi saya yang kemampuan spasialnya kurang, Stasiun Karet terbilang sangat menyenangkan. Karena nggak perlu repot mengingat area atau pintu masuk dan keluarnya di mana.

Saya yang kala itu menjalani proses wawancara seharian penuh (dari pukul 08.00 – 17.00), akhirnya, mau nggak mau merasakan atmosfer Stasiun Karet pada jam sibuk orang pulang kerja. Jujur saja, pada jam hectic Stasiun Karet yang tidak terlalu besar itu begitu padat. Benar-benar menyebalkan. 

Saling himpit dan rebutan posisi nyaman dengan pengguna KRL lainnya di peron sudah terjadi, bahkan sebelum KRL datang. Bisa dibayangkan bagaimana situasinya jika KRL tiba? Desak dan penuh sesak, memang hal normal saat naik KRL. Tapi, di Stasiun Karet, tentu berbeda.

Momen tersebut menjadi salah satu yang akan saya ingat selama hidup, dan melibatkan Stasiun Karet di dalamnya. Bagaimana tidak, dengan segala pemandangan, hiruk pikuk, dan penuh sesaknya Stasiun Karet pada saat itu, pada akhirnya, melalui pengalaman tersebut, saya mendapat kesempatan bekerja pertama.

Pelah-pelah berubah

Seiring berjalannya waktu, Stasiun Karet Jakarta pun ikut direnovasi, sama seperti stasiun lainnya. Ukurannya masih sama. Masih terbilang sempit dan kecil, tapi, setidaknya dibuat jadi lebih nyaman. Lagipula, saya pikir, saat ini, hampir semua stasiun pasti ramai, kan?

Ya, selain murah, aksesnya pun menjangkau banyak wilayah di Kawasan Jabodetabek, kan?

Stasiun Karet, meski hanya tutup sementara sekira empat bulan, tentu akan ada perubahan operasional yang terjadi. Salah satu yang sangat kontras adalah, para pengguna KRL yang biasanya naik dan/atau turun di Stasiun Karet, semuanya dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru (BNI City).

Seperti video yang beredar di media sosial, hari pertama di Stasiun BNI City cukup hectic, ramai penumpang. Kepadatan yang sebelumnya ada di Stasiun Karet, sementara, mau nggak mau, suka atau tidak, diterima Stasiun BNI City.

Awalnya mungkin akan berat bagi sebagian pengguna KRL. Karena perlu beradaptasi, belum lagi mesti jalan kaki cukup jauh. Bersabar selama empat bulan ke depan, ya.

Tidak menutup kemungkinan, Stasiun Sudirman, yang bersebelahan dengan Stasiun BNI City, tempat di mana saya biasa turun dan naik KRL selama bekerja, akan terkena imbasnya juga, agar penumpukan penumpang dapat terurai.

Jadi, tenang, kawan-kawan. Jika sesuai dengan rencana awal dari PT KAI, seharusnya awal tahun 2027, Stasiun Karet beroperasi kembali. Dan pada saat itu tiba, Stasiun Karet akan kita temui dengan wajah baru yang, semoga saja lebih nyaman untuk disinggahi.

BACA JUGA Jakarta adalah kota yang sempurna bagi introvert untuk tinggal. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.