Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Sisi lain kehidupan warga Surabaya Utara, orang yang klemar-klemer tidak cocok tinggal di daerah ini

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
13 Agustus 2026
A A
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif (Hartono Subagio/Pixabay)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya tidak akan menyangkal kalau Surabaya Utara sering disebut dunia lain dari Kota Surabaya. Setiap pandangan tentang kota ini kadang memang akan dijungkirbalikkan oleh realita yang ada di bagian utaranya. Kondisi jalanan, kebersihan, kerapian, sampai cuaca panasnya pun sangat berbeda dengan daerah Surabaya lain.

Tapi, bukan itu saja yang membuat Surabaya Utara terasa berbeda. Bagi saya, daerah yang dikenal sebagai pusat perantau Madura ini, masyarakatnya punya aturan hidup yang berbeda pula. Nah, kalian-kalian yang hidupnya lebih suka leha-leha agaknya tidak akan bisa bertahan lama di sini. Lebih lanjut, berikut saya jelaskan bagaimana sisi lain menjadi perantau di Surabaya Utara.

ADVERTISEMENT

#1 Surabaya Utara bukan tempatnya pengangguran

Hanya ada dua alasan seseorang memilih merantau ke negeri orang, kalau nggak belajar ya mencari penghasilan. Nah, demikianlah di Surabaya Utara. Sebagai daerah pusat perantau, hidup dan tinggal di Surabaya sebagai pengangguran ibarat sebuah beban. Lebih baik pulang saja ke kampung halamannya.

Bahkan, orang-orang sekitar tidak akan canggung menyindir para pengangguran ini. Umumnya, yang nganggur-nganggur itu akan disebut bikin sesak Surabaya saja. Yah, aslinya kita tak perlu heran dengan fenomena ini. Ketika distribusi ekonomi itu nggak merata, artinya saat yang lain lagi sibuk kerja meski tetep nggak kaya, eh di sudut lain ada yang cuma leha-leha, maklum jika ada yang mudah merasa tak diuntungkan. Hehehe!

#2 Di Surabaya Utara, waktu benar-benar adalah uang

Jika saya bahasakan sendiri, warga Surabaya Utara itu adalah warga yang sibuk tapi santai. Nggak boleh ada waktu terbuang sia-sia di sana, tapi tak perlu sampai ngotot juga. Misalnya, saat dulu saya tinggal di daerah Simolawang. Ibu-ibu di sana, di samping punya pekerjaan tetap, mereka punya pekerjaan lain yang diisi di waktu-waktu luang. Misal saat malam hari, banyak dari mereka mengambil bawang dari Pasar Pabean untuk mendapat upah dengan mengupaskan kulitnya. Mereka mengerjakannya sama-sama sambil bercengkerama. The real sibuk, tapi tetap santai menjalani hidup.

Tetapi, ya nggak semua harus santai, di Surabaya Utara pun kadang kita perlu sat-set sat-set.Kalau tidak, kita hanya akan menyusahkan diri kita, mungkin juga orang lain.

Misalnya, waktu itu saya tinggal di salah satu gang di Simolawang yang diisi sekitar 30 sampai 40 orang. Di sana, hanya ada 4 kamar mandi dengan satu sumur. Nah, jadi kalau tidak mau antre, kita sudah harus mandi sejak pagi-pagi sekali. Matahari terbit dikit saja, kita bisa telat bekerja karena antre mandi. Atau kalau mau, mandi bareng-bareng di sumur.

Hmmm, jadi kalau mau jadi warga Surabaya Utara harus sat-set sat-set wat-wet wat-wet ya!

Baca Juga:

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

#3 Kamar sepetak harus siap diisi lima orang

Banyak dari perantau Madura di Surabaya Utara merupakan kelas menengah ke bawah. Jika bernasib untung, dalam beberapa tahun ekonomi mereka bisa berubah sedikit lebih baik. Kalau sudah demikian, kadang orang Madura akan mengajak saudara atau tetangganya untuk ikut merantau di Surabaya, kadang pula tetangganya ini yang memang meminta sendiri untuk diajak.

Nah, inilah yang jarang dibicarakan orang-orang. Orang Madura tidak keberatan membawa saudaranya untuk ikut berusaha mengubah nasib di rantauan. Bahkan orang tua saya dulu, kontrakan yang ukurannya 4×6 meter diisi oleh 5 orang, termasuk sepupu saya. Jadi kalau saya dulu berlibur ke Surabaya Utara, kadang orang tua saya mengalah buat tidur di luar.

Tapi itu tidak terjadi pada saya saja kok, rata-rata yang lain juga seperti itu. Bahkan, ada yang diisi dua kepala keluarga. Kontrakan yang kecil itu masih dibagi lagi jadi dua di dalamnya.

#4 Orang punya jamnya masing-masing

Kemarin, saya sempat menulis kalau Surabaya Utara itu siangnya sangat sibuk. Tapi, itu tak semuanya seperti itu kok. Jika kita masuk ke permukiman warga, nuansanya sangat berbeda jauh. Di rumah-rumah kontrakan, situasinya tenang dan nyaman. Sebetulnya tetap banyak orang di pinggir-pinggir gang, tapi mereka tak sampai membuat keramaian.

Nah, hal ini karena orang Surabaya Utara paham kalau mereka punya jadwal kesibukan masing-masing. Ada yang kerjanya pagi, siang, sore, atau malah malam, sehingga mereka pun punya waktu istirahat yang berbeda-beda. Jadi, aktivitas kita pun juga jangan sampai mengganggu orang yang sedang istirahat.

Ya memang ada sih momen semua orang sangat sibuk, yakni pas pagi. Orang antre mandi, masak, berangkat pasar, nganter anak sekolah, dan lain sebagainya. Selain pagi, full suasananya tenang dan nyaman.

Demikian sisi lain yang saya dapat dari pengalaman hidup di Surabaya Utara dulu. Saya menulisnya karena ternyata tidak ada yang berubah dari hal itu setelah kemarin saya ke sana. Yah, kadang saya merindukan suasana Surabaya Utara, tapi kadang pula prihatin sama mereka. Saya harap, semua pejuang di Surabaya Utara bisa mengubah nasibnya lebih baik!

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Dilema Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Agustus 2026 oleh

Tags: maduraperantau dari madurasisi gelap surabaya utaraSurabaya Utara
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Membaca Peluang Suara Ganjar-Mahfud di Madura: Apakah Putra Madura Bisa Berjaya di Tanah Sendiri? universitas trunojoyo madura

Pengalaman Kuliah di Madura Selama 3 Tahun: Nyatanya, Madura Tak Sejelek yang Ada di Pikiran Kalian

23 Januari 2024
Sisi Terang Kuliah di Universitas Trunojoyo Madura yang Jarang Disadari Banyak Orang Mojok.co

Sisi Terang Kuliah di Universitas Trunojoyo Madura yang Jarang Disadari Banyak Orang

16 Mei 2025
Menampik Stigma Masyarakat Madura yang Selalu Dibilang Keras dan Beringas terminal mojok.co

3 Perbedaan Tradisi Karapan Sapi dan Sapi Sonok yang Sering Bikin Salah Sebut

11 September 2020
3 Hal yang Bikin Saya Suka Datang ke Pernikahan Adat Madura

3 Hal yang Bikin Saya Suka Datang ke Pernikahan Adat Madura

21 September 2023
Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali!

4 Oktober 2025
Alun-Alun Bangkalan Madura Sudah Waktunya Direnovasi karena Mirip Taman yang Tak Terurus

Alun-Alun Bangkalan Madura Sudah Waktunya Direnovasi karena Mirip Taman yang Tak Terurus

5 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nalar Cacat Kepala Sekolah yang Menganggap Enteng Bullying pada Siswa

Penyelesaian bullying di sekolah hanya dengan permintaan maaf adalah bukti bahwa hal ini nggak pernah dianggap serius

8 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026
Derita orang Bojonegoro yang selalu jadi bahan bullying ketika nongkrong gara-gara bahasa yang dianggap aneh boso jonegoroan

Derita orang Bojonegoro yang selalu jadi bahan bullying ketika nongkrong gara-gara bahasa yang dianggap aneh

11 Agustus 2026
Manasik haji kegiatan paling sia-sia yang pernah diajarkan ke anak TK, buat apa coba? Mojok

Manasik haji kegiatan paling sia-sia yang diajarkan ke anak TK, buat apa coba? 

13 Agustus 2026
Beratnya jadi petugas ukur tanah desa, butuh fisik dan mental baja karena sering menghadapi konflik warga Mojok.co

Beratnya jadi petugas ukur tanah desa, butuh fisik dan mental baja karena sering menghadapi konflik warga

12 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.