Informasi

Melihat Sisi Gelap Jakarta Selatan yang Terkenal Berkelas dan Elite

Pengalaman Jadi Petugas Survei di Jaksel: Melihat Sisi Gelap Jakarta Selatan yang Terkenal Berkelas dan Elite Mojok.co

Kinerja kelurahan di kawasan elite yang nggak maksimal

Hal lain yang saya dapatkan ketika survei di Jaksel adalah terjun langsung berkoordinasi dengan pemangku kebijakan setempat. Saya nggak ingin menyamaratakan apa yang saya rasakan saat berkoordinasi, tapi semoga ini bisa menjadi kritik dan pembelajaran untuk kita semua.

Sejauh pengalaman, entah mengapa, petugas kelurahan yang menaungi kawasan-kawasan elite cenderung lebih berbelit-belit dan nggak terlalu baik dalam pelayanan. Berbeda ketika berkoordinasi dengan kelurahan yang menaungi pemukiman padat. Kami sebagai pihak pembantu pemerintah diberikan pelayanan yang lebih layak.

Boro-boro diberikan pendampingan saat mengambil data, pihak kelurahan di kawasan elite malah nggak terlalu peduli dengan kehadiran kami. Bukannya ingin dilayani seperti raja atau bagaimana ya, tapi sekadar ingin menjelaskan rundown program aja dilempar sana-sini.

Pengalaman tersebut cukup ironi. Kawasan elite seharusnya punya keseimbangan wilayah yang lebih baik, baik dari segi ketertiban dan birokrasi. Lha yang terjadi di lapangan justru sebaliknya. Nggak jarang saya dan tim harus menjelajah wilayah sendiri. Ujung-ujungnya, ada-ada saja masyarakat yang skeptis dengan pengambilan data. 

Setelah 6 bulan menjelajah Jaksel dari ujung ke ujung, saya simpulkan Jakarta Selatan adalah kawasan yang unik. Daerah yang lekat dengan potret berkelas dan elite ini punya sisi gelap yang jarang dimunculkan. Mulai dari kawasan yang padat penduduk dan rawan banjir hingga pemerintahan daerah setempat yang tak acuh. Sedihnya, pemerintahan yang tak acuh itu justru terjadi di daerah-daerah elite. Apakah kenyamanan yang dinikmati selama ini memang berdampak pada tumpulnya pelayanan dan kinerja ya? 

Penulis: Muhammad Iqbal Habiburrohim
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Fresh Graduate Solo Culture Shock Kerja di Jakarta, Cukup Jadi Pengalaman Sekali Seumur Hidup Aja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Maret 2024 oleh .

Muhammad Iqbal Habiburrohim

Seorang lokal Yogyakarta yang menjalani hidup dengan rute yang dinamis. Berpindah dari satu koordinat ke koordinat lain demi tuntutan profesi, sembari merawat kewarasan dengan menumpahkan segala keluh kesah ke dalam barisan kata.

Exit mobile version