Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Siapa Bilang Gaji Dosen Itu Tinggi?

Khabibur Rohman oleh Khabibur Rohman
11 Desember 2021
A A
gaji dosen mahasiswa semester tua asisten dosen

Jadi Dosen Itu Nggak Mudah, apalagi Jadi Dosen yang Nggak Bisa Nulis, Remuk! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jika ada profesi yang paling disalahpahami “kesejahteraannya”, itu adalah dosen. Sebagian besar masyarakat mengira bahwa dosen adalah profesi yang prestisius dan memberikan jaminan kesejahteraan. Setidaknya, dianggap memiliki tingkat kesejahteraan yang jauh lebih baik dengan profesi serupa, guru. Singkatnya, gaji dosen dianggap tinggi.

Namun apakah benar demikian? Seperti halnya burung gereja yang tak selalu beragama Kristen, burung jalak bali yang tak selalu Hindu, juga ayam bangkok yang tak selalu beragama Budha, dosen tak selalu memiliki tingkat kesejahteraan yang baik. Saya merasa perlu menyampaikan fakta ini kepada khalayak, khususnya pada para sarjana yang berencana melanjutkan studi S2 tahun ini dan punya mimpi jadi dosen.

“Kamu mah enak, jadi dosen”

Ada banyak salah kaprah di masyarakat tentang dosen, terutama tentang gajinya. Banyak yang mengira bahwa gaji dosen itu tinggi dan punya banyak tunjangan kesejahteraan. Tuduhan ini dikuatkan oleh fakta bahwa hampir tidak pernah ada dalam sejarah umat manusia, kumpulan dosen berdemo di depan gedung DPR meminta peningkatan kesejahteraan. Berbeda sekali dengan para guru (honorer) yang sudah menjadi rahasia bersama kalau mereka bergaji ala kadarnya.

Benar memang jarang atau bahkan tidak pernah para dosen demonstrasi menuntut kenaikan gaji. Tapi, bukan berarti para dosen tidak pernah sama sekali menuntut kenaikan gaji. Para dosen memilih cara protes yang dianggap lebih “elegan”. Seperti membuat petisi.

Faktor yang mempengaruhi kesejahteraan dosen

Setidaknya ada tiga faktor utama yang mempengaruhi kesejahteraan seorang dosen. Pertama, tempat mengajar. Apakah dosen mengajar di perguruan tinggi negeri (PTN) atau di perguruan tinggi swasta (PTS). Ataukah mengajar di Perguruan tinggi swasta yang sudah establish atau di perguruan tinggi swasta yang hidup segan mati pun tak mau.

Kedua, status kepegawaian. Ada dosen yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil, ada yang dosen tetap tapi non-PNS, ada juga dosen luar biasa atau honorer. Bingung kan?

Ketiga, pangkat/golongan dan jabatan. Bagi dosen yang telah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN), mereka memiliki kesempatan menapaki karier kepangkatan. Mulai dari asisten ahli, lektor, lektor kepala, hingga guru besar. Selain juga peluang untuk mengisi pos-post jabatan struktural di perguruan tinggi. Mulai dari sekretaris atau ketua jurusan, hingga dekan maupun rektor.

Tempat mengajar dan status kampus

Secara umum, dosen yang mengajar di perguruan tinggi negeri, memiliki gaji yang lebih banyak dibanding dengan dosen yang mengajar di perguruan tinggi swasta. Besaran gaji dosen di perguruan tinggi negeri di atur oleh undang-undang. Sedangkan perguruan tinggi swasta, memberi gaji dosen sesuai “kondisi keuangan” lembaga. Beberapa PTS yang sudah mapan seperti BINUS, Universitas Telkom, Universitas Muhammadiyah, UII, dan PTS “mapan” lainnya, membayar jasa dosen dengan layak. Sedangkan PTS kecil yang hidup dari UKT mahasiswa, yang dikelola ala kadarnya, gaji dosen bisa sangat memprihatinkan. Tidak sulit mencari dosen di PTS di Jawa Timur, yang gajinya di bawah 500 ribu sebulan.

Baca Juga:

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

Status kepegawaian dosen

Secara umum, status kepegawaian dosen (di PTN) dibagi menjadi tiga. Ada dosen dengan status pegawai negeri sipil, dosen tetap non-PNS, dan dosen tidak tetap yang di beberapa kampus juga disebut dosen luar biasa (DLB). Tentu saja dosen dengan status PNS memiliki kesejahteraan yang baik.

Sebagaimana PNS lainnya, PNS dosen memiliki gaji pokok, tunjangan makan minum, tunjangan anak-istri, dll. Meski perkuliahan sedang libur sekalipun, dosen PNS tetap memperoleh gaji pokok yang besarannya diatur perundang-undangan. Sedikit berbeda dengan dosen dengan status dosen tetap non-PNS. Dosen dengan status ini memiliki penghasilan yang agak sama dengan dosen PNS. Hanya saja dosen tetap non-PNS tidak memperoleh tunjangan anak-istri, tunjangan makan-minum, dan jaminan hari tua atau uang pensiun.

Dosen dengan status tidak tetap atau dosen luar biasa (DLB) bisa dibilang yang paling ngenes. Dosen dengan status ini dibayar berdasarkan jam mengajar. Artinya, jika perkuliahan sedang libur, mereka tidak memperoleh penghasilan. Sedangkan rata-rata perkuliahan aktif hanya terjadi antara 3-4 bulan saja dalam satu semester. Status dosen ini hampir mirip guru honorer.

Ada banyak faktor lain yang menentukan kesejahteraan dosen. Seperti jabatan fungsional atau golongan, tugas tambahan seperti menguji dan membimbing, jabatan yang disandang, dan banyak faktor lainnya. Intinya, tidak semua dosen memiliki kesejahteraan yang baik. Ada sangat banyak dosen yang digaji dengan ala kadarnya sehingga harus memutar otak untuk sekadar membeli popok anak dan skinker.

Tekanan sosial kepada dosen

Sementara tidak semua dosen memiliki penghasilan yang “layak”, tekanan sosial kepada semua dosen cukup tinggi. Masyarakat tidak peduli, apakah dosen yang bersangkutan PNS atau bukan, dosen biasa atau wakil rektor, ngajar di kampus milik pesantren atau di PTN besar, semua dosen dianggap sama. Duitnya banyak. Jadi kalau ada iuran warga ya harusnya nyumbang paling banyak, kalau ngisi amplop ke nikahan teman ya nggak boleh sedikit, kalau sedang nongkrong bersama teman-teman ya sebaiknya nraktir. “Dosen kok pelit”.

Tapi, berstatus dosen tidak selamanya tidak enak. Status dosen yang tertulis di KTP tidak jarang bisa menjadi penyelamat. Perkara mengurus surat kehilangan di kantor polisi, mengurus PIN ATM yang terblokir di teller bank, atau berurusan dengan birokrasi, dan berbagai urusan lainnya bisa lancar lantaran orang tersebut tahu kalau kita adalah dosen. Dosen sering diprioritaskan atau diperlakukan secara berbeda.

 Jadi, silakan kalau adeg-adeg emesh mau lanjut S2 dan bermimpi jadi dosen. Tapi, harus diketahui bahwa tak semua dosen memiliki kesejahteraan yang baik. Namun, kalau merasa bahwa dosen adalah jalan ninjamu, ya silakan. Toh nggak terlalu sulit kok jadi dosen. Syaratnya cuma dua, lulusan S2 dan mau. Banyak kampus yang ngebet cari dosen sebagai syarat akreditasi.

Jadi, masih tertarik jadi dosen meski gaji dosen nggak segede yang kamu kira?

Sumber Gambar: Pixabay

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Desember 2021 oleh

Tags: gaji dosenpendidikuniversitas
Khabibur Rohman

Khabibur Rohman

ArtikelTerkait

Keresahan Saya terhadap Pegawai Kampus yang Memperlakukan Mahasiswa seperti Sampah

Keresahan Saya terhadap Pegawai Kampus yang Memperlakukan Mahasiswa seperti Sampah

3 Januari 2024
Ilustrasi Cerita Dosen Hobi Main Domino demi Melupakan Kecilnya Gaji (Unsplash)

Cerita Dosen yang Hobi Main Domino di Ruangan Fakultas Sebagai Motivasi Mengajar dan demi Melupakan Kecilnya Gaji

8 Mei 2024
7 Kampus yang Lokasinya Bikin Bingung Banyak Orang (Unsplash.com)

Kata Siapa Semua Kampus Itu Sama? Jelas Nggak lah, Jangan Ngadi-ngadi deh

1 Agustus 2023
4 Hal Salah Kaprah Terkait UIN Walisongo Semarang

4 Hal Salah Kaprah Terkait UIN Walisongo Semarang

22 Juni 2023
Jika Pemalang Punya Universitas, Pasti Kota Ini Akan Lebih Dikenal Orang

Jika Pemalang Punya Universitas, Pasti Kota Ini Akan Lebih Dikenal Orang

4 April 2025
3 Dosa yang Dilakukan Mahasiswa Baru Saat Ospek Kampus Mojok.co

3 Dosa yang Dilakukan Mahasiswa Baru Saat Ospek Kampus

9 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal Mojok.co

Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal

14 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet Mojok.co

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet

14 Maret 2026
Terminal Ir Soekarno Klaten Terminal Terbaik di Jawa Tengah

Terminal Ir Soekarno Klaten: Terminal Terbaik di Jawa Tengah yang Menjadi Tuan Rumah Bagi Siapa Saja yang Ingin Pulang ke Rumah

18 Maret 2026
9 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Terbaik untuk Pemula Berkantong Cekak

Cari Mobil Bekas Murah buat Lebaran? Ini Motuba di Bawah 60 Juta yang Terbukti Nggak Rewel

14 Maret 2026
Honda Stylo Motornya Orang Kaya Waras yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT dan Scoopy Mojok.co

Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

13 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman
  • Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.