Selain Libreoffice, 4 Software Open Source Ini Bisa Kamu Gunakan

Selain Libreoffice, 4 Software Open Source Ini Bisa Kamu Gunakan terminal mojok.co

Beberapa hari yang lalu saya membaca tulisan, “Saya Berpaling ke Libreoffice Setelah Pakai Microsoft Office Cukup Lama” di Terminal Mojok. Dalam tulisan tersebut, penulis mengutarakan alasannya pindah dari Microsoft Word ke Libreoffice. Salah satunya karena laptop beliau tak mampu menjalankan software-software terbaru yang membutuhkan spesifikasi hardware yang lebih tinggi.

Sejak tiga tahun lalu, saya termasuk pengguna software open source. Penyebabnya, tentu saja karena laptop saya termasuk yang ketinggalan. Saya masih menggunakan laptop yang prosesornya Intel Celeron. Saya pun sudah banyak mencoba beragam software open source, salah satunya Libreoffice. Memang betul, kalau Libreoffice bisa jadi pengganti Microsoft Office. Selain Libreoffice, ada beragam software open source penting yang bisa saya rekomendasikan untuk di-install pada laptop kamu.

Sebagai catatan, software open source itu biasanya gratis. Selain itu, update-nya pun gratis. Tapi, ada juga software open source yang berbayar. Kelemahan software open source ini biasanya pada tampilannya UI (user interface) yang cenderung kaku dan kurang menarik. Contohnya, pada UI Libreoffice Writer. Kita nggak akan melihat tampilan yang berwarna-warni. Akan tetapi, kalau kita lebih mengutamakan fungsi software daripada tampilannya, tentu tampilan UI yang cenderung kaku dan kurang menarik tidak jadi masalah.

Berdasarkan pengalaman saya menggunakan software open source, berikut beberapa software yang saya rekomendasikan untuk di-install pada laptop kamu, selain Libreoffice.

#1 GIMP

Software GIMP (GNU Image Manipulation Program) fungsinya sama seperti Adobe Photoshop, yaitu untuk meng-edit foto. Namun, dilansir dari beberapa sumber, hasil akhirnya tak sebagus hasil akhir menggunakan Adobe Photoshop. Meski untuk editing dasar foto seperti menambahkan brightness pada foto, cropping atau memotong bagian foto, memblurkan background pada foto, sudah cukup bagus. Tutorial cara menggunakan software ini banyak tersebar di YouTube. Saya sendiri sering menggunakan GIMP untuk cropping atau memotong foto. Sebagai informasi penting, sejak GIMP diluncurkan pada 2017, software tersebut sudah di-download sebanyak 200 ribu kali.

#2 Inkscape

Software ini fungsinya sama seperti CorelDraw atau Adobe Ilustrator, yaitu untuk membuat grafik berbasis vektor. Tutorial cara menggunakannya pun tersebar luas di internet. Untuk fitur, ia memang tak selengkap CorelDraw atau Adobe Ilustrator. Hasil akhirnya pun harus diakui memang tak sebaik membuat grafik berbasis vektor dengan menggunakan dua software tersebut. Tapi, untuk kebutuhan membuat grafik vektor dasar, seperti melakukan manipulasi bentuk, kapasitasnya sudah mencukupi. Saya sering menggunakan software ini untuk membuat chart, logo, atau bagan.

#3 Audacity

Kalau dua software pertama berkaitan dengan grafik, ini adalah software untuk sound editing. Dengan software ini, kita bisa meng-edit suara yang kita inginkan. Misalnya, memotong suara atau menambahkan efek-efek tertentu. Seperti pada dua software sebelumnya, tutorial cara menggunakan efek-efek suara dengan Audacity tersebar luas di internet. Ia juga bisa digunakan untuk merekam suara, misalnya merekam suara dari YouTube. Saya sendiri sering menggunakan software ini untuk meng-edit hasil recording. Sebab, saya memang hobi karaokean sambil main alat musik.

#4 Openshot

Fungsi software ini untuk meng-edit video. Jadi, kalau ada video di smartphone yang ingin kita edit lebih lanjut, kita bisa menggunakannya. Kalau kamu sudah terbiasa pakai software video editing seperti Adobe Premiere, kamu seharusnya bisa menggunakan Openshot. Sama seperti software video editing pada umumnya, kita akan disuguhkan tampilan timeline untuk meng-edit video. Beragam efek pun tersedia dalam software ini. Kalau kamu belum pernah memakai software video editing sekali pun, kamu bisa mencari tutorialnya di YouTube, kok.

Itulah, 4 software open source yang saya rekomendasikan untuk di-install di laptop kamu. Jadi, apa kamu masih ragu untuk meng-install-nya hanya karena mereka tidak populer?

Sumber Gambar: Unsplash

Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Exit mobile version