Informasi
ADVERTISEMENT

Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

ThinkPad bukan laptop buat para pekerja keras, tapi buat pemalas kayak saya

Ada juga data yang sering luput: ThinkPad termasuk laptop yang paling lama dipakai di pasar second. Banyak unit berusia lima sampai tujuh tahun masih aktif dipakai, terutama seri T dan X. Ini bukan kebetulan. Ini efek desain yang dari awal memang tidak niat cepat usang.

Makanya saya agak geli ketika orang mengira saya pakai ThinkPad karena “pekerja keras”. Bukan. Justru sebaliknya. Saya malas. Saya malas ribet. Malas ganti laptop tiap dua tahun. Dan malas adaptasi lagi sama keyboard baru, posisi tombol aneh, atau bodi tipis yang harus diperlakukan seperti bayi prematur.

Baca juga: 12 Tahun Memakai Lenovo “Engsel Patah”, meski Menyiksa Batin tapi Juga Dapat Pelajaran Berharga.

ThinkPad buat saya bukan simbol kerja, tapi simbol kehati-hatian. Pilihan orang yang sudah capek berharap pada barang yang katanya canggih.

Kalau akhirnya saya terlihat seperti pegawai kantoran, itu efek samping. Yang penting laptop saya masih hidup ketika ide datang, bukan mati duluan lalu minta diservis dengan biaya yang bikin mikir ulang.

Penulis: Riko Prihandoyo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Lenovo ThinkPad E14: Harga Hampir Rp19 Juta, Kekurangannya Tak Bisa Diterima.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2026 oleh .

Riko Prihandoyo

Bekerja membantu usaha orang lain sambil menempuh pendidikan di Universitas Terbuka. Menulis ketika suasana hati memberi ruang, sembari terus belajar menyemangati diri sendiri.