Sakit hati
Di rumah saya instal Windows 10. Install drivernya, dan setting baterai saver agar bisa melihat sejauh mana laptop ini bisa menghemat tenaga. Dan ketika saya run CMD untuk melihat battery report. Tetap saja, dalam kurun waktu 6 menit, baterai yang terkuras itu 15 persen.
Saya sakit hati. Akhirnya saya mencari jawaban di berbagai forum, baik grup Facebook, reddit, sampai video-video YouTube yang ada. Dan, ternyata, semua orang mengalami hal yang sama dengan produk laptop yang katanya baterainya awet dari Advan ini. Sungguh rasa bangga ketika pertama beli, diinjak, diludahi, bahkan dicampakkan oleh brand lokal kebanggaan kita.
Saya pun hanya bisa pasrah. Ternyata firmware ODM yang disediakan Advan sangat ampas. Saya yang awalnya husnudzon bahwa Advan bisa membawa angin segar untuk industri teknologi di Indonesia, malah memberikan janji-janji palsu seperti bapak yang pidatonya ngeri-ngeri sedap di TV. Advan sudah mematahkan hati saya.
Akhirnya, saya memutuskan untuk tetap pakai laptop Advan ini meski wajib dicolok listrik. Kebetulan memang kerjaan saya cuma ada di rumah, di kantor disediakan PC. Mungkin untuk 1-2 tahun lagi, sampai akhirnya saya tidak akan pernah membeli laptop Advan lagi. Ternyata rasa cinta pada produk lokal harus dikhianati dengan buruknya kualitas produknya sendiri.
Saya kecewa Advan, saya kecewa.
Penulis: Muhammad Afsal Fauzan S.
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA Advan 360 Stylus: Laptop Lokal yang Bisa Jadi Tablet tapi Kurang Laris di Pasaran
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.








