Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Ramai Mall Jogja, Tempat Belanja yang Pernah Jadi Primadona

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
12 Juli 2024
A A
Ramai Mall Jogja Sekarat, Tempat Belanja yang Pernah Jadi Primadona Itu Kini Ditinggalkan Warga Mojok.co

Ramai Mall Jogja Sekarat, Tempat Belanja yang Pernah Jadi Primadona Itu Kini Ditinggalkan Warga (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Harga yang sangat terjangkau

Tidak bisa dimungkiri, Ramai Mall dulu menjadi penyelamat warga Jogja yang UMR-nya rendah, tapi punya banyak kebutuhan. Apapun barang yang dijual di sini, harganya sangat murah. Padahal, Ramai Mall terletak di tengah-tengah Malioboro yang semua barang harganya overprice.

Selain memberikan harga terjangkau, Ramai Mall juga sering mengadakan undian berhadiah. Dahulu, ibu saya sampai mengoleksi hadiah-hadiah dari Ramai Mall, seperti payung dan tumbler minum. Sebenarnya ada banyak hadiah lain yang lebih besar dan mahal, tapi entahlah, ibu saya lebih sering dapat hadiah hiburan.

ADVERTISEMENT

Pakaian dan gawai yang dijual di Ramai Mall pun mengikuti tren banget. Setiap menjelang Idulfitri, banyak banget keluarga yang menyerbu Ramai Mall untuk beli baju dan gawai baru dengan harga yang lagi-lagi lebih terjangkau dibandingkan kompetitornya.

Ramai Mall Jogja saat ini

Berkebalikan dengan namanya, kini Ramai Mall justru sepi. Pusat perbelanjaan yang dulu tampak cerah dan menarik sudah berubah menjadi usang. Bahkan, saya menyadari bahwa foto-foto model di bagian fashion belum diganti. Foto-foto model yang dipajang masih mengenakan tren pakaian tahun 2010-an. 

Ketika saya jajan di swalayannya, saya menemukan bahwa harga-harga barang di Ramai Mall masih konsisten terjangkau. Bahkan, sebagiannya lebih murah dibandingkan Mirota Kampus. Lorong-lorong rak di swalayannya pun lebih luas. Namun, saat saya berbelanja, hanya terlihat segelintir pengunjung di sana. Sedihnya lagi, ketika teman saya hendak membayar di kasir, dia harus mengantre lama karena mesin kasir sempat rusak.

Tanpa tahu bahwa Ramai Mall sudah banyak berubah, saya dan teman seorang teman yang menemani naik lift menuju lantai tiga menuju di Pujasera. Betapa kagetnya saya ketika keluar dari lift, kondisinya gelap dan kosong melompong. Kursi-kursi yang dulunya menjadi tempat para pengunjung menyantap makanan sambil bercengkrama sudah dibalik dan dinaikkan ke meja. Begitu juga dengan Kids Fun yang tampak horor, padahal dulu menjadi sumber tawa anak-anak.

Saya keluar dari Ramai Mall dan kembali ke rumah dengan perasaan sedih. Kedengarannya dramatis tapi saya benar-benar nggak menyangka Ramai Mall mengalami nasib yang berkebalikan dari namanya. Sangat disayangkan Ramai Mall yang pernah one-stop shopping and entertainment menjadi seperti ini. Semoga saja Ramai Mall masih bisa diselamatkan dan nggak berakhir seperti Toko Sami Jaya. Sebuah mal di kawasan Malioboro yang dulu juga menjadi primadona, tapi kini tinggal kenangan.

Harapan masih ada, banyak orang Jogja punya kenangan berbelanja di Ramai Mall. Selain itu lokasinya dan harga barang-barangnya sangat terjangkau. Cocok dengan warga Jogja yang UMR-nya cekak. 

Baca Juga:

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi?

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Sisi Lain Pakuwon Mall Jogja yang Sebaiknya Jadi Pertimbangan Pengunjung 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 15 Juli 2024 oleh

Tags: JogjaMalioboroMall Jogjaramai mallRamai Mall Jogja
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag- Cuma Bikin Sakit Hati! (Wikimedia Commons)

6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Sakit Hati

22 Februari 2026
6 Dosa Penjual Gudeg yang Ngaku Asli Jogja

6 Dosa Penjual Gudeg yang Ngaku Asli Jogja

11 Januari 2023
Warmindo Sidoarjo Kalah dari Jogja, Menunya Mengecewakan (Hammam Izzuddin-Mojok.co)

Warmindo di Sidoarjo Semakin Menjamur, tapi Kalah Jauh dari Warmindo Jogja karena Menunya Monoton dan Mengecewakan

2 Mei 2024
3 Daerah Tidak Ramah Perantau di Jogja yang Perlu Dihindari

Sisi Lain Perkampungan di Kota Jogja yang Nggak Banyak Diketahui: Kotor, Sanitasi Buruk, serta Banyaknya Anak Putus Sekolah di Kota Pelajar

4 September 2024
nasi goreng di jogja pakem wonosari tegal jawa timur ciri khas mojok.co

Mengidentifikasi 3 Jenis Nasi Goreng di Jogja: Pakem Wonosari, Tegal, dan Jawa Timuran

28 Juli 2020
10 Lagu tentang Jogja Paling Memorable Sepanjang Masa Terminal Mojok

10 Lagu tentang Jogja Paling Memorable Sepanjang Masa

31 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rezeki memang tak melulu soal uang, tapi senang juga rasanya kalau dapat duit bertubi-tubi Mojok.co

Rezeki memang tak melulu soal uang, tapi senang juga rasanya kalau dapat duit bertubi-tubi

18 Juli 2026
Ironi Puncak Pulek Cilacap: Ramai Dikunjungi karena Viral, padahal Area Privat

Ironi Puncak Pulek Cilacap: ramai dikunjungi karena viral, padahal area privat

15 Juli 2026
Di Mata Kurir, Metode Pembayaran COD Lebih Baik Dihapuskan Mojok.co kurir paket

Lika-liku kurir saat mengantar paket COD ke desa, kadang jadi pahlawan, seringnya jadi pesakitan

16 Juli 2026
Seminggu buka jastip sudah cukup membuat saya paham kenapa jastiper sering pasang fee mahal

Seminggu buka jastip sudah cukup membuat saya paham kenapa jastiper sering pasang fee mahal

18 Juli 2026
Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng Mojok.co

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

16 Juli 2026
Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg, padahal tahu gudeg yang enak, gurih, dan murah?

19 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.