Informasi
ADVERTISEMENT

Purwokerto Hari Ini Menjadi Kabupaten Penghasil Pengamen dan Pengemis yang Bertebaran Nggak Keruan

Purwokerto Kabupaten Penghasil Pengamen dan Pengemis (Unsplash)

Masyarakat urban berdatangan dengan harapan mengubah nasib

Selain mahasiswa, kaum pekerja juga berdatangan ke Purwokerto. Mereka berharap mendapatkan pekerjaan yang layak dengan gaji setimpal. Banyak di antara mereka akhirnya bekerja di restoran, hotel, dan pedagang kaki lima.

Para pekerja pendatang ini tidak bisa menghindar dari persaingan sengit di kota yang terkenal sebagai penghasil mendoan ini. Para pelaku UMKM harus bersaing dengan waralaba yang sudah memiliki nama. Bahkan, ada yang merasa buntu tatkala tak kunjung mendapat pekerjaan dan memutuskan untuk mengamen di beberapa tempat strategis.

Pengamen jalanan dan pengemis mewarnai lokasi strategi

Coba saja kalian duduk di sekitar area alun-alun barang satu jam saja. Area yang sering diromantisasi para mahasiswa itu juga menjadi “markas” para pengamen jalanan dan pengemis

Mereka sangat sigap menghampiri pengunjung dan saya salah satunya. Makanya, saya secara sengaja menyiapkan uang kecil untuk mereka. Meskipun sedikit, setidaknya saya bisa memberi. Ya, meski kata orang ngasih uang ke pengemis itu tidak tepat.

Apakah saya tidak nyaman dengan keberadaan mereka di Purwokerto? Sama sekali tidak. Justru timbul rasa simpati pada pengemis dan pengamen jalanan tersebut.

Rasa simpati ini karena mereka mau untuk mengesampingkan harga diri agar bisa bertahan hidup dan menghidupi keluarga tentu saja. Di satu sisi, ada rasa marah yang membuncah. Saya kok belum melihat ada solusi nyata dari pemerintah.

Saya melihat banyak bangunan bagus berdiri untuk “memanjakan” pelajar. Namun, warga kelas menengah ke bawah tidak mendapatkan kesempatan besar untuk mengubah nasib. 

Solusi yang muncul di kepala saya

Menurut saya, seharusnya, ada sinergi antara pemkab, universitas, dan masyarakat sendiri. Jumlah pengamen jalanan dan pengemis harus dikurangi, dan kalau bisa, hilang.

Misalnya, pemerintah melibatkan pengamen jalanan dan pengemis yang ternyata punya skill di proyek pemerintah di Purwokerto. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan gaji yang layak. 

Bukankah membuka lapangan pekerjaan adalah tugas pemerintah juga? Membiarkan jumlah pengamen jalanan dan pengemis terus naik bukan wujud kepedulian. Yah, begitulah solusi sederhana yang melintas di kepala saya.

Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Karangjambu, Daerah Padat Penduduk di Purwokerto yang Dipenuhi Masalah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Juni 2024 oleh .

Yanuar Abdillah Setiadi

Santri. Murid Cak Nun, Rocky Gerung, Sujiwo Tejo. Instagram: @yanuarabdillahsetiadi

Exit mobile version