Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Privilese Warga Bantargebang yang Nggak Dimiliki Warga Daerah Lain

Abdul Hamid oleh Abdul Hamid
18 Agustus 2023
A A
3 Privilese Warga Bantargebang yang Nggak Dimiliki Warga Daerah Lain

3 Privilese Warga Bantargebang yang Nggak Dimiliki Warga Daerah Lain (22Kartika via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Bicara soal sampah Jakarta berarti kita juga harus membicarakan Bantargebang biar makin afdal. Buat yang belum tahu, Bantargebang adalah sebuah nama kecamatan di Kota Bekasi. Di kecamatan ini terdapat tempat penampungan sampah akhir yang menjadi tempat pembuangan sampah dari Jakarta setiap harinya. Kecamatan Bantargebang sendiri meliputi empat kelurahan: Kelurahan Bantargebang, Kelurahan Ciketing Udik, Kelurahan Cikiwul, dan Kelurahan Sumur Batu.

Tulisan ini nggak akan membahas masalah sampah yang ada di sana. Biarlah sampah-sampah itu menjadi urusan DLH DKI Jakarta. Urusan saya dan pembaca Terminal Mojok cukup tau aja. Kita nggak perlu menghujatnya karena kalau membaca tulisan ini sampai selesai, ada kemungkinan kalian pengin tinggal di sana.

ADVERTISEMENT

Jika kalian mengenal Bantargebang hanya dengan sampahnya, kayaknya kalian perlu menambah pengetahuan soal daerah ini. Sebab nyatanya, di sana ada keistimewaan yang bisa bikin daerah lain iri.

Salah seorang teman saya yang beralamat di Bantargebang merasa senang dan bangga tinggal di sana. Lha, lha, kok bisa? Bukannya di sana bau?

Berbeda dari kebanyakan orang, teman saya malah pengin terus beralamat di sana. Meski suatu hari nanti dia harus menikah dengan orang yang bukan berasal dari Bantargebang, katanya dia pengin tetap tinggal di sana. Mungkin saking cintanya ya.

Berdasarkan penuturan teman saya, rupanya ada keistimewaan yang dia rasakan sejak lahir dan besar di Bantargebang. Apa saja keistimewaannya? Silakan disimak.

#1 Melihat kendaraan besar lalu-lalang di Bantargebang

Bagi anak kecil, melihat kendaraan berukuran besar dan nggak biasa tentu merupakan sebuah pengalaman yang menyenangkan. Kita saja yang tiap hari melihat motor matic biasa tentu akan melirik dan bahkan menatap tak berkedip saat ada motor gede macam Harley lewat. Hayo, ngaku aja. Nah, begitu juga yang dirasakan anak-anak di Bantargebang.

Menurut teman saya, sejak kecil, setiap pagi warga yang tinggal di Bantargebang sudah disambut dengan truk-truk berukuran besar yang lewat di depan rumah mereka. Truk yang lewat ini juga bukan truk sembarangan, melainkan truk yang besar dan kuat karena harus mengangkut sampah yang sering kali disertai cairan penyebab korosif.

Baca Juga:

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

Sepulang sekolah, anak-anak yang tinggal di Bantargebang juga bisa menikmati pemandangan excavator, bulldozer, dan alat berat lainnya memindahkan sampah. Sungguh sebuah privilese yang nggak bisa dirasakan anak-anak daerah lain. Di saat anak Jakarta hanya bisa melihat gambarnya, anak Bantargebang bisa merasakan pengalaman langsung melihat alat-alat berat tersebut bekerja memindahkan sampah. Yah, meskipun harus sambil mencium baunya…

#2 Dapat mainan baru

Teman saya kemudian melanjutkan ceritanya. Saat dia duduk di bangku SD, teman sekolahnya sering kali membawa mainan keren, terutama mereka yang tinggal pas di pinggir TPST.

Mainan anak Jakarta memang selalu yang terbaru. Saat anak-anak ini bosan atau ada sedikit bagian yang rusak, biasanya solusinya ya membuang mainan tersebut. Mainan yang dibuang tersebut biasanya terbawa hingga ke pembuangan sampah terakhir. Makanya teman sekolah teman saya yang tinggal persis di pinggir TPST ini bisa menemukan mainan-mainan terbaru walaupun sudah rusak.

Teman saya mengaku, teman sekelasnya bisa tiba-tiba membawa mobil tamiya. Di hari lain, temannya juga membawa sepatu roda hingga skateboard ke sekolah. Luar biasa juga, ya.

#3 Dapat uang kompensasi bau

Alasan kuat lainnya yang membuat teman saya sebagai warga Bantargebang enggan mengubah alamatnya adalah uang kompensasi yang bisa dia dapatkan. Uang kompensasi atau lebih dikenal “uang bau” adalah sejumlah yang diberikan tiap bulan kepada warga yang tinggal di Bantargebang. Yah, mirip kayak uang pensiunan gitu, tinggal menunggu cair saja tiap bulan.

Teman saya mengakui bahwa uang yang diberikan memang nggak banyak, tapi nggak akan ada warga yang menolaknya. Katanya cukup menunjukkan KK yang beralamat di empat kelurahan di Bantargebang sebagai syarat utama. Selanjutnya, warga tinggal menunggu uang masuk ke rekening.

Terbaru, uang kompensasi bau yang diberikan berjumlah Rp400 ribu. Cukup untuk membeli pengharum ruangan untuk ditaruh di semua sudut ruangan supaya bau sampah nggak terlalu menyengat.

Itulah beberapa privilese yang dirasakan teman saya si anak Bantargebang. Kalau kalian jadi teman saya, kira-kira bakal pindah alamat atau tetap tinggal di sana?

Penulis: Abdul Hamid
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Buat Piyungan, kalo Mau Jadi Wisata Gunung Pertama di Dunia, Lewati Dulu Bantargebang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Agustus 2023 oleh

Tags: bantargebangbekasiSampahTPST Bantargebang
Abdul Hamid

Abdul Hamid

Pengabdi kemanusiaan dengan upah seadanya. Menjalani peran sebagai pahlawan di garis depan, sembari tetap berjuang menjinakkan realita angka di akhir bulan

ArtikelTerkait

Cikarang Semakin Merana, Kalah Segalanya dari Kota Bekasi (Unsplash)

Cikarang dan Kota Bekasi, Dua Daerah dari Rahim yang Sama tapi Kesenjangan di Sana bagai Bumi dan Langit

22 Januari 2024
Derita Orang dengan Logat Bekasi yang Hidup di Solo (Unsplash)

Derita Orang Bekasi Seperti Saya Hidup di Solo, Dibilang Sok Jawa sampai Susah Nimbrung di Tongkrongan

10 Mei 2026
Saran Bagi Orang yang Suka Bakar Sampah Sembarangan di Lingkungan Permukiman Penduduk MOJOK.CO

Saran Bagi Orang yang Suka Bakar Sampah Sembarangan di Lingkungan Permukiman Penduduk

29 Juli 2020
Bakar Sampah Pagi-pagi Adalah Dosa Besar Terminal mojok

Bakar Sampah Pagi-pagi Adalah Kerjaan Manusia Jahat di Muka Bumi

19 Februari 2021
Motor RX King, Motor Legendaris yang Malah Jadi Beban di Planet Bekasi

RX King, Motor Legendaris yang Malah Jadi Beban di Planet Bekasi

28 Maret 2025
Seni Memulung Sampah di Jepang terminal mojok

Seni Memulung Sampah di Jepang

17 Desember 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026
Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan faslitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi Mojok.co

Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan fasilitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi

23 Agustus 2026
30 menit ngopi di angkringan, puluhan info bawah tanah saya dapat (Shutterstock)

30 menit ngopi di angkringan, saya bisa mengakses puluhan informasi bawah tanah

23 Agustus 2026
5 kesalahan penjual es dawet yang sulit dimaafkan, bikin rasanya kurang enak Mojok.co

5 kesalahan penjual es dawet yang sulit dimaafkan, bikin rasanya kurang enak

27 Agustus 2026
Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa Mojok.co

Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa

24 Agustus 2026
Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru Mojok.co

Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru

22 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.