Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pertigaan Cidadap Setiabudi, Saksi Betapa Nggak Tertib Pengendara di Kota Bandung

Handri Setiadi oleh Handri Setiadi
31 Juli 2024
A A
Pertigaan Cidadap Setiabudi, Saksi Betapa Nggak Tertib Pengendara di Kota Bandung Mojok.co

Pertigaan Cidadap Setiabudi, Saksi Betapa Nggak Tertib Pengendara di Kota Bandung (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kota Bandung sebenarnya lebih cocok disebut sebagai kota dengan banyak peraturan lalu lintas daripada kota romantis. Namun, banyaknya peraturan tidak menjamin lalu lintas Kota Kembang ini jadi aman terkendali. Kenyataannya, peraturan lalu lintas banyak yang dilanggar. Salah satunya, rambu-rambu di pertigaan Cidadap Setiabudi Bandung. Pertigaan di Kota Bandung itu menjadi bukti bahwasanya peraturan ada untuk dilanggar.

Sedikit gambaran, pertigaan Cidadap Setiabudi merupakan pertemuan 2 jalan vital di Kota Bandung, yakni Jalan Dr. Setiabudi yang membentang dari arah utara ke selatan dan Jalan Gegerkalong yang membentang dari arah barat. Letak pertigaan berada di perbatasan Kecamatan Cidadap di sisi timur dan Kecamatan Sukasari di sisi barat. 

Dua jalan vital tersebut memiliki ukuran yang berbeda. Jalan Dr. Setiabudi lebih luas ketimbang Jalan Gegerkalong. Itu mengapa kemacetan tidak bisa terhindarkan. Apalagi ketika volume kendaraan dari jalan yang lebih besar masuk ke jalan yang lebih kecil. 

Kemacetan menjadi-jadi ketika ada acara wisuda. Asal tahu saja, di sekitar pertigaan ini ada dua kampus ternama yakni Politeknik NHI dan Universitas Pasundan. Sebenarnya, tidak ada wisuda pun pertigaan ini sudah menjengkelkan, terutama ketika jam-jam berangkat dan pulang kerja saja sudah macet. 

Pertigaan Cidadap Setiabudi yang ruwet

Mungkin, rambu-rambu lalu lintas di kawasan itu dipasang demi mengantisipasi kepadatan lalu lintas di sana. Sayangnya, rambu-rambu tersebut sia-sia belaka karena banyak pengguna jalan melanggarnya. Bahkan, oleh pihak-pihak yang seharusnya menegakkan aturan tersebut.

Pelanggaran paling mudah disaksikan ketika menjelang petang, tepatnya ketika jam-jam pulang kerja. Di pertigaan itu akan muncul beberapa polisi yang akan mengatur lalu lintas. Biasanya, disediakan pembatas jalan agar pengendara dari arah Jalan Gegerkalong tidak melanggar batas jalan. Anehnya, pengatur lalu lintasnya alias polisinya sendiri yang memerintahkan pengendara melewati batas tersebut mentok sampai memenuhi zebra cross. 

Saya memahami, mungkin niat polisi memang baik agar kemacetan tidak berlangsung lama. Namun, tetap saja, hal itu melanggar aturan dan melanggar hak pengguna jalan lain yakni pejalan kaki. 

Mural sembarangan yang memperkeruh suasana

Di Pertigaan Cidadap Setiabudi ini terdapat taman yang luasnya hanya sepetak di Jalan Gegerkalong. Taman tersebut diisi dengan 4 ornamen yang menjulang tinggi di taman. Keberadaaan taman itu mungkin baik, memberi nuansa segar di jalanan yang padat. Sayangnya, ornamen yang belum lama dipasang itu sudah rusak oleh mural yang dilukis secara semabrangan. 

Baca Juga:

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

Jalan Merdeka Bandung, jalan yang “menjajah” karena bikin warganya tersiksa

Tidak hanya di situ, di titik di sekitar pertigaan Cidadap Setiabudi dipenuhi dengan mural yang sama sekali tidak ada unsur estetikanya. Termasuk di pos polisi Cidadap yang terletak di pertigaan ini, habis sudah digambar sehingga lebih mirip seperti gudang ketimbang pos polisi.

Itulah pertigaan Cidadap Setiabudi Kota Bandung. Pertigaan itu seolah membuktikan kalau banyak aturan akan menjadi sia-sia kalau pengendara maupun pihak lain tidak mengindahkannya. Saya jadi bertanya-tanya, kalau seperti ini kenyataan di lapangan, sebetulnya aturan-aturan itu diciptakan untuk siapa sih? 

Penulis: Handri Setiadi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Kendaraan Plat M Meresahkan, Jadi Momok Jalanan di Surabaya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Juli 2024 oleh

Tags: Bandungkota bandungPertigaan Cidadap SetiabudiPertigaan Cidadap Setiabudi Bandung
Handri Setiadi

Handri Setiadi

Kadang guru, kadang suka baca buku, anggap saja teman baikmu.

ArtikelTerkait

Menata Ulang Kawasan Gedung Sate Bandung Adalah Hal yang Sia-Sia Mojok.co

Menata Ulang Kawasan Gedung Sate Bandung Adalah Hal yang Sia-Sia

21 November 2025
Dari Bandung ke Bekasi Cuma Modal Rp15 Ribu, Naik Apa Terminal Mojok

Dari Bandung ke Bekasi Cuma Modal Rp15 Ribu, Naik Apa?

17 Januari 2023
Saya Setuju Usulan Dedi Mulyadi, Teras Cihampelas Lebih Baik Dirobohkan Saja

Saya Setuju Usulan Dedi Mulyadi, Teras Cihampelas Lebih Baik Dirobohkan Saja

4 Juli 2025
Taman Fitnes Bandung Nggak Direkomendasikan untuk Berolahraga: Bukannya Bikin Sehat malah Bikin Sakit Warga

Taman Fitnes Bandung Nggak Direkomendasikan untuk Berolahraga: Bukannya Bikin Sehat malah Bikin Sakit Warga

30 Mei 2025
Es Cendol Elizabeth, Minuman Legendaris dari Bandung yang Cocok Jadi Hidangan Buka Puasa

Es Cendol Elizabeth, Minuman Legendaris dari Bandung yang Cocok Jadi Hidangan Buka Puasa

25 Maret 2023
Rahasia Pegawai Mixue di Bandung supaya Cepat Naik Level (Unsplash)

Rahasia Pegawai Mixue di Bandung supaya Cepat Naik Level

13 November 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

16 Agustus 2026
Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026
Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat stres untuk wargi Jogja

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat mujarab buat wargi Jogja yang stres karena padatnya jalanan

19 Agustus 2026
Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1 Mojok.co

Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1

18 Agustus 2026
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026
5 hal berkesan selama jadi peneliti lapangan yang bikin saya bersyukur telah memilih pekerjaan ini (Mojok.co)

5 hal berkesan selama jadi peneliti lapangan yang bikin saya bersyukur telah memilih pekerjaan ini 

16 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.