Informasi
ADVERTISEMENT

Menyesal tidak belajar bahasa Mandarin sejak dahulu, ternyata sekarang terpakai di mana-mana

Menyesal tidak belajar bahasa Mandarin sejak dahulu, ternyata sekarang terpakai di mana-mana Mojok.co

Bahasa Mandarin tidak kalah bermanfaat dibanding bahasa Inggris sekarang ini. 

Dulu orang tua mengikutkan saya ke les bahasa Inggris. Mereka berharap, selain agar nilai akademik bagus, kesempatan-kesempatan yang mensyaratkan kemampuan bahasa Inggris juga bisa saya akses. Betul hal itu terbukti. Namun, kini saya merasa bahwa kursus bahasa Mandarin nggak kalah penting dari bahasa Inggris.

Kursus bahasa Mandarin bukan hanya bicara soal bisa nonton drachin tanpa subtitle. Kalau kita punya kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Mandarin, keuntungan yang didapat jauh lebih besar dari sekadar itu.

#1 Bahasa Mandarin membuka akses lebih lebar ke dunia kerja

Bukan cuma sekali dua kali, saya membaca pengalaman orang yang berhasil mendapatkan kehidupan yang lebih layak karena menguasai bahasa Mandarin. Sesungguhnya skill satu ini menjadi nilai plus kita ketika sedang melamar pekerjaan.

Ibaratnya begini. Pelamar kerja yang bersaing dengan kita pasti nggak cuma segelintir orang. Ketika kemampuan bahasa asing kita cuma bahasa Inggris, kita tidak menonjol. Sebab, kemungkinan besar orang lain juga menguasainya. Tapi, bahasa Mandarin bisa menjadi pembeda ketika mayoritas pelamar hanya punya kemampuan bahasa Inggris.

Untuk perusahaan yang memang basisnya di Tiongkok atau punya klien, supplier, partner, atau pasar berbahasa Mandarin tentu kita sudah mengantongi satu poin di atas pelamar kerja yang lain. Dan makin menggiurkannya lagi, pelamar yang bisa bahasa Mandarin mungkin untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi.

#2 Membuka gerbang baru ke dunia akademik

Sekarang, kuliah ke Tiongkok mulai dilirik oleh calon mahasiswa dari Indonesia. Soalnya kampus-kampus di Tiongkok pun mulai menunjukkan “taringnya” lewat kualitas dan peringkat di antara kampus-kampus lain di seluruh dunia.

Seperti yang kita tahu, bahasa Mandarin menjadi syarat mutlak utama untuk bisa mengikuti perkuliahan di kampus di Tiongkok dan negara-negara yang berbahasa Mandarin. Tapi, bukan hanya itu. 

Setelah bisa bahasa Mandarin, pintu-pintu kesempatan lain yang tadinya tertutup bisa kita buka. Misalnya, kita bisa kolaborasi riset dengan dosen dan peneliti, dan bahkan bisa kerja sekalian.

Ketika berhadapan langsung dengan orang Tiongkok, Taiwan, Singapura, dan Hongkong, dengan kemampuan bahasa Mandarin, kita bisa langsung masuk ke ruang komunikasi mereka. Dengan begitu, kita bisa lebih cepat beradaptasi dan membaur dengan warga lokal. Asal tahu saja, menguasai bahasa bukan hanya untuk bercakap-cakap. Itu juga membantu kita lebih peka terhadap budaya dan cara pikir lain.

Nah, kemampuan bahasa, adaptasi, dan memahami cara pikir dari budaya lain ini yang akan membantu kesuksesan kita saat belajar, bekerja, berkolaborasi, bahkan bernegosiasi dengan atasan.

#3 Bahasa Mandarin berguna untuk networking internasional

Kalian pasti pernah lihat jokes di media sosial tentang ide penelitian yang mau kita teliti ternyata sudah lebih dulu dipublikasikan oleh Wang et al. atau Zhang et al. Sebenarnya ini tuh salah satu bukti bahwa Tiongkok memang mulai menguasai dunia akademik dan bisnis yang lebih maju dibandingkan negara-negara lain.

Untuk bisa masuk ke ekosistem mereka, kita butuh menguasai bahasa mereka sebagai social currency yang memungkinkan kita untuk mengobrol langsung dengan para peneliti, pebisnis, hingga pejabat di konferensi, organisasi internasional, kampus, atau acara bisnis tanpa Google Translate.

Dan networking internasional yang saya maksud ini bukan hanya diperuntukkan bagi seseorang yang mau kerja di perusahaan Cina. Kita yang bekerja di bidang hospitality, perdagangan, diplomasi, ekspor-impor, atau apapun yang masih bersentuhan dengan bahasa Mandarin, bahasa ini tetap bisa menjadi kompetensi tambahan dan skill lintas bidang.

#4 Bahasa Mandarin bisa jadi backup skill di masa depan

Kita nggak akan tahu sepuluh tahun lagi akan bekerja di mana. Nggak ada yang bisa memastikan apakah kita masih tetap di kantor yang sama atau harus cari pekerjaan baru selama rentang waktu itu. Atau apakah posisi kita akan masih sama atau kita bisa dapat promosi nantinya.

Dengan Tiongkok yang mulai menguasai banyak bidang di kancah internasional, saya rasa nggak ada salahnya mulai ikut kursus bahasa Mandarin dan menjadikannya investasi di masa depan.

Berdasarkan pengalaman saya, skill bahasa itu butuh waktu untuk dibangun. Jadi, daripada baru belajar ketika perusahaan punya partner dari Tiongkok dan kita harus bisa bahasa Mandarin bulan depan, lebih masuk akal mulai dari sekarang. Atau lebih parah lagi mau cari pekerjaan baru di perusahaan Cina tapi baru belajar H-seminggu padahal posisi yang dilamar membutuhkan active speaker. Bahasa nggak bisa dipelajari secara SKS soalnya.

Intinya, bahasa Mandarin itu akan membuka peluang lebih lebar. Nah, untuk bisa menguasainya, tentu saja jalan yang paling aman adalah dengan ikut kursus. Dimulai dari ruang belajar di tempat kursus, pendidikan tinggi, hingga gaji yang lebih layak akan bisa kita dapatkan.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Orang tua bersyukur ada les mata pelajaran karena menemani anak belajar nyatanya tak mudah.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Oktober 2026 oleh .

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki