Kalau sedang jalan-jalan ke mall, kalian mungkin tidak terlalu memperhatikan siapa yang bertugas menjaga kebersihan toiletnya. Selama lantainya bersih, tidak bau pesing, handsoap tersedia, dan tisu masih ada, rasanya semua baik-baik saja kan? Kalian tinggal masuk saja, menunaikan keperluan hajat dan menyiramnya, lalu pergi begitu saja.
Padahal, di balik kenyamanan toilet mall itu, ada petugas yang setiap hari sibuk memastikan toilet harus tetap bersih di tengah lalu-lalang dan kelakuan random pengunjung. Sayangnya, pekerjaan ini sering kali dipandang sebelah mata, seolah-olah tugasnya cuma menyapu, mengepel, dan membersihkan kotoran. Padahal, kalau dipikir-pikir, tugas penjaga toilet mall ini tidak sesederhana yang dibayangkan kebanyakan orang.
Penjaga toilet mall bukan cuma sekedar pegang alat pel
Banyak yang mengira pekerjaan ini cuma soal menyapu dan mengepel lantai semata. Kenyataannya jauh dari kata sepele. Bayangkan saja, toilet mall dikunjungi ratusan hingga ribuan orang setiap harinya. Tanpa pembersihan dan disinfeksi yang rajin, tempat itu bisa dengan cepat berubah jadi sarang bakteri dan sumber penyakit.
Belum lagi urusan keselamatan pengunjung. Lantai basah sedikit saja bisa bikin orang terpeleset, jadi petugas harus selalu siaga mengeringkan lantai dan memasang papan peringatan (warning sign). Mereka juga harus memastikan handsoap dan tisu tidak pernah habis di tengah serbuan pengunjung pada jam-jam ramai. Kalau ada keran yang bocor atau kloset mampet, merekalah yang pertama kali harus merespons dan melaporkannya ke pihak gedung.
Tantangan terbesar penjaga toilet mall
Namun, tantangan terbesar pekerjaan ini sebenarnya bukan berasal dari kotoran atau bau pesing, melainkan dari sikap pengunjung toilet iitu sendiri.
Tidak sedikit pengunjung yang meninggalkan toilet dalam kondisi berantakan, membuang sampah sembarangan, tidak disiram atau punya pikiran kalau nanti juga bakal ada penjaganya yang membersihkan. Lebih nyesek lagi kalau ada pengunjung yang marah-marah dan berbicara dengan nada merendahkan cuma karena hal sepele, misalnya tisu habis.
Dalam situasi seperti itu, petugas dituntut untuk tetap sabar, tersenyum, dan menahan emosi demi menjaga standar pelayanan mall sesuai SOP yang harus selalu ramah.
Wajah asli dari kenyamanan publik
Coba bayangkan kalau satu hari saja di mall paling mewah seluruh petugas toilet mogok kerja selama beberapa jam saat akhir pekan. Dalam hitungan singkat, mall yang megah itu pasti langsung berubah jadi tempat yang tidak nyaman, berbau, dan bikin orang kapok berkunjung lagi. Penjualan toko-toko mahal di dalamnya pun bakal ikut kena dampaknya.
Ini membuktikan kalau keberadaan mereka bukanlah sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama dari kenyamanan sebuah mall itu sendiri.
Saatnya mengubah cara pandang pada petugas jaga toilet mall
Sudah saatnya kita mengubah cara pandang dan mulai menaruh empati pada profesi ini. Pekerjaan apa pun yang dilakukan secara halal dan bertujuan menjaga kenyamanan orang banyak adalah pekerjaan yang sangat mulia. Kita bisa mulai dari hal-hal kecil, seperti menjaga kebersihan saat menggunakan fasilitas, membuang sampah pada tempatnya, dan tidak lupa mengucapkan terima kasih saat berpapasan dengan mereka.
Penjaga toilet mall mungkin memang tidak memakai kemeja rapi atau berdasi. Tapi lewat kerja keras dan keringat merekalah, para pengunjung bisa menikmati liburan dengan tenang dan nyaman di mall. Penjaga toilet sangat pantas mendapatkan rasa hormat yang sama besarnya dengan siapa pun yang bekerja di dalam mall megah tersebut.
Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA 8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya dan artikel menarik lainnya di Terminal Mojok