Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno-Hatta, Hotel Alternatif yang Memudahkan Hidup

Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno Hatta (Unsplash)

Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno Hatta (Unsplash)

Beberapa tahun yang lalu, saya cukup sering bolak-balik Jawa-Kalimantan untuk urusan pekerjaan. Tentu, saya melakukan sebagian besar penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Maklum, penerbangan komersil tidak ada lagi di Bandara Husein Sastranegara, Bandung

Selain itu, berangkat dari Bandara Soekarno Hatta membuat saya bisa barengan sama rekan kerja. Sebagian besar dari mereka bermukim di Jabodetabek. Nah, inilah tantangan yang saya hadapi.

Saya terbang ke Kalimantan memakai penerbangan pertama, yaitu pukul 5 subuh. Bagi yang belum pernah, penerbangan pukul 5 subuh itu menyiksa fisik dan mental banget.

Saya harus sudah siap sejak sehari sebelumnya. Jadi, mau nggak mau, 2 jam sebelumnya saya harus sudah berada di Bandara Soekarno Hatta untuk check-in biar nggak hectic. 

Maka, saya berangkat ke Tangerang naik travel pada pukul 11 atau 12 malam dari Bandung. Bisa juga saya minta tolong seseorang untuk memesan hotel di sekitar Bandara Soekarno Hatta. Khususnya yang sudah include fasilitas shuttle bandara gratisan. Selama beberapa waktu, itulah yang saya lakukan.

Hingga akhirnya saya menemukan harta karun. Namanya Digital Airport Hotel alias hotel kapsul di Bandara Soekarno Hatta.

Hotel kapsul Bandara Soekarno Hatta yang memudahkan hidup

Sebagai perbandingan, menginap di hotel sekitar Bandara Soekarno Hatta memang menyenangkan. Saya bisa berangkat siang atau sore hari sebelum hari keberangkatan dengan santai. 

Saya juga bisa mandi dan makan malam di hotel sebelum berangkat keesokan harinya dengan shuttle. Tapi, karena jumlah armada shuttle terbatas, saya harus bangun pukul 2 atau 3 pagi buat berangkat bareng tamu hotel lainnya ke bandara. 

Kalau begini, ya sama saja. Saya naik travel dari Bandung pukul 11 atau 12 malam. Makanya, begitu tahu ada hotel kapsul di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, saya langsung hijrah ke sana.

Sesuai namanya, hotel kapsul ini ya beneran hotel kapsul. Alih-alih twin bed atau king size spring bed, kita cuma mendapat ruangan berukuran 2×1 meter. Saya mendapat fasilitas kasur ala anak kos, colokan charger, smart TV dan juga wifi. Tapi buat traveler, ini sudah lebih dari cukup.

Sebab, setibanya di hotel kapsul pada malam sebelum keberangkatan, saya bisa dengan santainya mandi air panas, lanjut makan malam, sebelum akhirnya tidur. Saya juga nggak harus bangun dengan terburu-buru seperti saat menginap di hotel dekat bandara karena saya sudah berada “di dalam bandara. Yah, hanya perlu jalan beberapa ratus meter dari loket check-in Terminal 3

Bahkan kalau penerbangannya dari Terminal 1 atau Terminal 2, saya hanya tinggal naik Skytrain aja buat menuju ke sana. Praktis, nggak usah khawatir telat, cukup cuci muka dan sikat gigi saja karena sudah mandi sebelum tidur!

Murah

Bagian terpenting, fasilitas hotel kapsul Bandara Soekarno Hatta ini cukup terjangkau. Saat itu, harga yang harus saya bayar sekitar beberapa ratus ribu saja untuk penggunaan satu malam. Ini nggak beda jauh dengan hotel sekitar bandara. 

Memang, tidur di hotel “beneran” itu jauh lebih nyaman. Kamarnya jauh lebih luas dan tempat tidurnya lebih nyaman. Tapi di hotel kapsul, saya bisa hemat tenaga dan hemat waktu seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya.

Yah, hotel kapsul ini bukan buat semua orang. Suara dengkuran, batuk, bersin, dan lainnya dari bilik sebelah bisa terdengar jelas. Mungkin, nggak semua bakal bisa tidur nyenyak. Tapi, buat yang butuh tempat istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan, ini solusi yang ideal.

Kalau mau lebih hemat lagi, saya bisa ngemper di kursi bandara atau dengan cueknya tidur lesehan kayak backpacker. Tapi, ketimbang nggak tidur nyenyak karena takut kena rampok, mending spend beberapa ratus ribu buat tidur di hotel kapsul. Bisa mandi air panas juga!

Saya rasa, setiap bandara, pelabuhan, stasiun atau bahkan jalan tol di seluruh dunia harus memperbanyak hotel kapsul! Jadi penumpang yang mau berangkat bisa istirahat sejenak, terutama yang jam keberangkatannya pada pagi buta gini. 

Saya yakin, bakal banyak yang setuju dan terbantu kalau hal tersebut bisa terwujud. Hemat waktu, biaya, dan tenaga dibanding harus capek-capek keluar Bandara Soekarno Hatta. Iya kan?

Penulis: Raden Muhammad Wisnu

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Bobobox: Hotel Kapsul yang Murah, Estetik, tapi Agak Ribet

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version