Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Derita Operator SPBU: Gaji UMR dan Harus Nombok Duit kalau Ada Kekurangan

Budi oleh Budi
12 September 2025
A A
Derita Operator SPBU: Gaji UMR dan Harus Nombok Duit kalau Ada Kekurangan Mojok.co

Derita Operator SPBU: Gaji UMR dan Harus Nombok Duit kalau Ada Kekurangan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sempat bekerja sebagai teknisi di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Itu mengapa, saya tahu betul seluk-beluk di baliknya. Tempat ini bukan sekadar area singgah, isi bensin, hingga nunut toilet. Tempat ini menyimpan kisah getir bagi para operator SPBU. 

Jadi begini, SPBU itu rutin diaudit. Auditor datang dengan kertas berisi daftar panjang kriteria. Mulai dari hal sederhana seperti kebersihan kamar mandi sampai hal teknis soal takaran BBM, apakah sesuai standar atau dicurangi. Dari luar terlihat seperti kontrol kualitas yang ketat. Tapi, praktiknya, banyak hal yang hanya indah di laporan.

Salah satu isu terbesar adalah soal gaji operator SPBU. Secara formal, gaji yang tertera di slip gaji memang sesuai dengan UMK. Namun, kenyataannya tidak demikian, operator SPBU menerima jumlah yang jauh lebih kecil dari itu. Praktik ini dilakukan dengan begitu sistematis sehingga terlihat normal. Tidak ada yang berani protes karena risikonya jelas, bisa diberhentikan atau dikucilkan.

Operator SPBU kerap jadi tumbal sistem 

Pengalaman operator SPBU paling miris yang kerap saya saksikan, mereka sering menjadi tumbal sistem. Misalnya, ketika ada selisih antara jumlah BBM yang terjual dengan uang yang diterima, maka operator yang harus mengganti.

Padahal selisih itu bisa terjadi karena banyak faktor. Ada kendaraan yang membeli bahan bakar, tapi belum membayar. Ada juga human eror di tengah padatnya antrean atau karena mesinnya bermasalah. Namun, kebijakan yang berlaku sederhana. Siapa yang pegang pompa dispenser saat itu, dialah yang salah.

Saya pernah menyaksikan seorang operator muda menangis karena harus menutup selisih ratusan ribu. Bayangkan saja, gaji yang tidak seberapa itu harus dipotong dan dia masih harus keluar uang pribadi untuk menutup kekurangan. Secara kasat mata, ini jelas bentuk eksploitasi tenaga kerja. Teori manajemen risiko tidak pernah mengajarkan bahwa resiko harus dilimpahkan penuh pada pekerja lapangan dengan upah rendah.

Belum lagi soal perlakuan yang tidak mengenakkan dari konsumen. Operator kerap jadi sasaran. Mulai dari dimarahi karena antrean panjang, dituduh main mata soal takaran, sampai dicatchcalling oleh pengendara iseng. Semua dianggap biasa. Operator dipaksa kuat mental, padahal mereka hanya manusia yang ingin bekerja dengan tenang.

Audit yang menjadi panggung kepalsuan

Audit di SPBU sebenarnya bisa jadi alat untuk memperbaiki sistem. Sayangnya, ia sering hanya menjadi panggung kepalsuan oleh manajemen SPBU. Saat audit tiba, semua serba mendadak rapi. Toilet dibersihkan ekstra, seragam operator diseterika, bahkan kadang ada uang lembur khusus untuk membuat semua tampak sesuai standar. Auditor pun mencatat dengan tenang bahwa semua sesuai prosedur.

Baca Juga:

3 Alasan Toilet Indomaret Jadi Pilihan Saya Pas Kebelet Saat Berkendara daripada Toilet SPBU

5 Alasan Saya Menyesal Tidak “Hijrah” Jadi Pelanggan SPBU Shell sejak Dahulu

Padahal sehari setelah audit selesai, keadaan kembali seperti semula. Toilet dibiarkan seadanya, operator masih menerima gaji palsu, dan selisih uang masih harus ditanggung pribadi. Audit hanya menjadi formalitas birokratis. Proses yang dirancang bukan untuk memperbaiki kondisi, melainkan untuk menciptakan ilusi kepatuhan.

Saya pernah iseng bertanya pada seorang auditor yang datang, apakah mereka tidak pernah memeriksa slip gaji secara mendalam. Ia hanya tersenyum dan berkata bahwa dokumen formal adalah patokan. Kalau di slip gaji tertulis sesuai UMK, maka dianggap sah. Dari situ saya belajar, betapa rapuhnya sistem pengawasan ketika lebih percaya pada kertas daripada realitas hidup pekerja.

Keluh kesah yang tak pernah sampai ke permukaan

Sebagai teknisi, saya memang tidak mengalami langsung kerasnya hidup operator. Tapi, saya sering mendengar keluh kesah mereka. Ada operator yang merasa diperlakukan seperti mesin. Jam kerja panjang, istirahat minim, gaji di bawah standar, namun tetap harus tersenyum di depan konsumen. Ada juga yang bercerita tentang pengalaman paling pahit ketika totalan tidak cocok dan dia harus menombok dari uang pinjaman.

Saya juga pernah melihat bagaimana operator berusaha menertawakan penderitaannya sendiri. Mereka bercanda soal toilet yang selalu jadi sorotan audit, padahal gaji mereka jauh lebih kotor dari kamar mandi SPBU. Humor semacam itu menjadi mekanisme bertahan hidup. Mereka sadar suara mereka tidak pernah benar-benar didengar.

Saya menulis ini bukan untuk mencari simpati. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa SPBU tidak sesederhana isi bensin lalu jalan. Ada manusia di balik seragam yang hidupnya penuh beban. Mereka tidak hanya melayani, mereka juga berjuang melawan sistem yang sering tidak adil.

Jika audit hanya berhenti pada kertas, maka semua masalah ini akan terus berulang. Operator tetap akan jadi tumbal, gaji tetap akan dipalsukan, dan toilet tetap akan dibersihkan hanya ketika auditor datang.

Pada akhirnya, pengalaman saya di SPBU meninggalkan kesan pahit. Namun, justru dari kepahitan itu saya belajar banyak hal tentang realitas kerja. Saya belajar bahwa di balik setiap pelayanan yang tampak rapi, ada sistem yang bisa jadi penuh cacat. Dan, saya belajar bahwa kritik, sekecil apa pun, tetap penting untuk disuarakan.

Penulis: Budi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 3 Dosa Operator SPBU Pertamina yang Bikin Jengkel Pelanggan. Apakah Kamu Pernah Merasakan Salah Satunya?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 September 2025 oleh

Tags: operator SPBUpom bensinspbuStasiun Pengisian Bahan Bakar Umumtukang pom bensin
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

3 Hal yang Saya Benci Ketika Mengisi Bahan Bakar di SPBU Pertamina

3 Hal yang Saya Benci Ketika Mengisi Bahan Bakar di SPBU Pertamina

5 Oktober 2025
Membandingkan Kenyamanan Mandi di Minimarket, Pom Bensin, dan Masjid

Membandingkan Kenyamanan Mandi di Minimarket, Pom Bensin, dan Masjid

7 November 2022
menggoyangkan

Penting Ya Ritual “Menggoyangkan” Kendaraan Bermotor di SPBU

29 Agustus 2019
Shell, Pom Bensin Terbaik untuk Mengisi Bahan Bakar

Shell Adalah Pom Bensin Terbaik untuk Mengisi Bahan Bakar, yang Lain Lewat

4 Juli 2023
Suzuki Thunder, Raja Tangki Besar Penguras SPBU di Luwu Timur

Suzuki Thunder, Raja Tangki Besar Penguras SPBU di Luwu Timur

30 September 2025
3 Pekerjaan Gaji Tinggi yang Nggak Butuh Skill Dewa dan Nggak Butuh Pengalaman 25 Tahun Kerja

3 Pekerjaan Gaji Tinggi yang Nggak Butuh Skill Dewa dan Nggak Butuh Pengalaman 25 Tahun Kerja

26 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Kasta Varian FreshCare dari yang Wanginya Estetik sampai yang Baunya Paling Kuno

7 Kasta Varian FreshCare dari yang Wanginya Estetik sampai yang Baunya Paling Kuno

24 Januari 2026
Nama Kretek Bantul Nggak Banyak Dikenal Orang, Terhalang Nama Besar Parangtritis

Nama Kretek Bantul Nggak Banyak Dikenal Orang, Terhalang Nama Besar Parangtritis

25 Januari 2026
4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain Mojok.co

4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain

27 Januari 2026
6 Tips Makan Soto Ayam Jalan Bank H. Loso Purwokerto Agar Makin Nikmat Mojok.co

6 Tips Makan Soto Ayam Jalan Bank H. Loso Purwokerto agar Makin Nikmat

26 Januari 2026
Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot Mojok.co

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

30 Januari 2026
Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

24 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Album “Pamitan” Megadeth Jadi Eulogi Manis dan Tetap Agresif, Meskipun Agak Cringe
  • Perempuan Surabaya Beramai-ramai Ceraikan Suami, karena Cinta Tak Lagi Cukup Membayar Tagihan Hidup
  • Salah Kaprah Soal Tinggal di Perumahan, Padahal Lebih Slow Living-Frugal Living Tanpa Dibebani Tetangga ketimbang di Desa
  • Sebagai “Alumni” KA Airlangga, Naik KA Taksaka Ibarat “Pengkhianatan Kelas” yang Sesekali Wajib Dicoba Untuk Kesehatan Mental dan Tulang Punggung 
  • Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul
  • Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.