Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Pemkot Surabaya yang Tak Bisa Urus Diri, Malah Pengendara Plat M yang Dihakimi

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
25 Juli 2024
A A
Pemkot Surabaya yang Tak Bisa Urus Diri, Malah Pengendara Plat M yang Dihakimi

Pemkot Surabaya yang Tak Bisa Urus Diri, Malah Pengendara Plat M yang Dihakimi (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pelanggar lalu lintas di Surabaya utara bukan hanya orang Madura

Meskipun Mas Adhitiya mengiyakan bahwa tak semua tapi kebanyakan pelanggar lalin di Surabaya utara adalah pengendara plat M, saya rasa analisanya kurang tepat. Sebab ia meninggalkan perbandingan rasio jumlah plat kendaraan di Surabaya utara, di mana memang banyak orang Madura di wilayah tersebut.

Maka dari itu, saya pun tak menampik bahwa pelanggar lalin di Surabaya utara memang banyak pegendara plat M, lebih jelasnya orang Madura. Tapi, apakah ada pelanggar selain orang Madura? Jawabannya jelas ada. Apakah banyak? Banyak juga. Tapi jika dibandingkan dengan plat M, saya akui lebih banyak plat M. Karena jelas-jelas mayoritas penduduk di sana berasal dari Madura.

Saya yakin kalian berpikir, mungkin saja itu orang Madura yang memakai plat selain M. Saya tegaskan TIDAK. Mukanya kelihatan kalau bukan orang Madura, bukan Melayu malah. Saya tak akan terus terang, pasti kalian paham. Saya rasa, pelanggar lain hanya bersembunyi di balik mayoritas orang Madura.

Pemkot Surabaya saja yang tak bisa urus diri

Dari kondisi kenyamanan berkendara di Bangkalan Madura dan kekacauan lalu lintas di Surabaya, terutama Surabaya utara, saya dengan percaya diri menyimpulkan bahwa ini hanyalah hasil ketidakbecusan Pemkot Surabaya. Buktinya, di Bangkalan Madura orang-orang tertib berkendara.

Tapi, saya paham mengapa dalam kasus ini plat M menjadi korban. Mungkin akibat stigma buruk yang selalu disematkan pada orang Madura. Apalagi warga Surabaya utara memang kebanyakan berasal dari Madura sehingga masyarakat lebih fokus pada stigma mayoritasnya daripada kinerja pemerintah dan pihak berwenang lainnya.

Saya coba contohkan yang terjadi di Bali. Di sana, kita sepakat banyak turis asing yang juga melanggar lalu lintas, mulai dari tak memakai helm, berbonceng tiga, sampai menyetir ugal-ugalan. Saya pun yakin tak ada dari mereka yang memiliki SIM Indonesia. Tapi respons masyarakatnya tak seperti yang terjadi di Surabaya utara. Kita lebih banyak mengkritik ketidakbecusan Pemkot Bali yang tak tegas daripada menghujat si turis asing tersebut.

Beginilah nasib orang Madura yang dipenuhi stigma. Saya pun sebagai pengendara yang tertib pasti dilirik sinis ketika berkendara di Surabaya. Sebab, motor Supra saya memiliki plat M. Mau bagaimana lagi, kami harus bisa bersabar menerima takdir ini. Tapi saya tetap berharap, semoga stigma tersebut lambat laun bisa hilang. Karena tak semua orang Madura bisa tahan.

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Intan Ekapratiwi

Baca Juga:

Simpang Tuwowo Surabaya pantas dijuluki lampu merah paling semrawut, kalahkan lampu merah Pegirian 

Jangan cintai Surabaya secara berlebihan, ia juga punya kekurangan yang patut dibicarakan

BACA JUGA Kendaraan Plat M Meresahkan, Jadi Momok Jalanan di Surabaya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 26 Juli 2024 oleh

Tags: orang madurapengendaraPlat MSurabayaSurabaya Utara
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Jalan Raya Menganti-Lidah Wetan Surabaya Menguji Kesabaran Pengendara, Cocok untuk Try Not to Misuh Challenge

Jalan Raya Menganti-Lidah Wetan Surabaya Menguji Kesabaran Pengendara, Cocok untuk Try Not to Misuh Challenge

14 Maret 2024
Review Wizzmie Surabaya, Saingan Mie Gacoan di Jagat Kuliner Mie Pedas

Review Wizzmie Surabaya, Saingan Mie Gacoan di Jagat Kuliner Mie Pedas

31 Oktober 2023
KA Probowangi, Penghubung Surabaya dan Banyuwangi yang Sayangnya Cuma Ada 1

KA Probowangi, Penghubung Surabaya dan Banyuwangi yang Sayangnya Cuma Ada 1

3 Agustus 2023
Tahu Tek Surabaya Lebih Enak daripada Tahu Tek Sidoarjo terminal mojok.co

Tahu Tek Surabaya Lebih Enak daripada Tahu Tek Sidoarjo

30 November 2021
Kendaraan Plat F Adalah Maut, Musuh Bersama Pengendara Se-Jadetabek!

Kendaraan Plat F Adalah Maut, Musuh Bersama Pengendara Se-Jadetabek!

29 Juli 2024
Jalan Raya Sukowono–Sumberjambe, Jalan Rusak Penyumbang Angka Kecelakaan di Jember Mojok.co

Jalan Raya Sukowono–Sumberjambe, Jalan Rusak Penyumbang Angka Kecelakaan di Jember

13 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026
Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli sudah bikin senang? (Unsplash)

Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli apa-apa sudah bikin senang?

3 Agustus 2026
Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.