Pejaten Park: Mall yang Kurang Dilirik Anak Jaksel, padahal Paling Nyaman

Pejaten Park: Mall yang Kurang Dilirik Anak Jaksel, padahal Paling Nyaman

Pejaten Park: Mall yang Kurang Dilirik Anak Jaksel, padahal Paling Nyaman (Pixabay.com)

Meski tak terlihat ramai, tapi bagi saya, Pejaten Park adalah mal paling nyaman di Jaksel dan tidak pantas untuk dipandang sebelah mata

Kalau anak Jaksel kepingin ke mal, biasanya yang terlintas di kepala mereka adalah Kemang Village, Senayan City, Pacific Place, Aeon Tanjung Barat dan mal hits lainnya. Harus diakui memang mal-mal tersebut sangat berkelas dan begitu megah.

Namun, ada satu mal di Jaksel yang sebetulnya sudah berdiri sejak 1991, tetapi dipandang sebelah mata oleh anak Jaksel. Jarang sekali mal ini dijadikan opsi utama untuk sekadar nongkrong atau jalan-jalan.

Padahal, menurut saya ini mal yang paling nyaman di Jaksel dan nggak neko-neko. Mal ini tidak menawarkan kemegahan, melainkan kecukupan. Mal tersebut adalah Pejaten Park.

Ukuran Pejaten Park yang nggak terlalu besar justru jadi keunggulan

Mengunjungi mal yang megah dan besar mungkin dapat membuat kita terkesima bila melihatnya. Namun, belum tentu membuat nyaman. Kalau mal terlalu besar dan luas yang ada hanya membuat pengunjung lelah berjalan kaki dari satu outlet ke outlet lainnya.

Pejaten Park sendiri memiliki ukuran yang pas buat saya. Tidak terlalu kecil hingga sumpek. Tidak terlalu besar hingga bisa bikin tersesat dan lelah. Pindah dari satu outlet ke outlet yang lain tidak perlu mengeluarkan energi yang terlalu besar.

Dan, outlet yang ada memang tidak terlalu bervariasi. Tapi, justru itu membuat kita tidak kebingungan bila ingin membeli sesuatu. Misalnya, ketika kita ingin membeli jaket di suatu mal, maka kita akan cenderung membandingkan jaket di satu outlet dengan outlet lainnya. Nah, kalau mal terlalu banyak menyediakan variasi dengan beberapa outlet, justru itu dapat membuat saya pusing dan bingung untuk memilih jaket mana yang tepat.

Meskipun kurang bervariasi, mal ini tidak kekurangan outlet untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan kita sehari-hari kok. Dari kebutuhan kosmetik, makanan, fashion, peralatan rumah tangga, semuanya tersedia di sini.

Cocok untuk jalan-jalan bersama keluarga

Dari kecil saya sudah dibawa oleh orang tua saya untuk mengunjungi mal ini. Dan,sepertinya memang ada alasannya. Ketika saya pikir-pikir, Pejaten Park memang cocok untuk dikunjungi bersama keluarga.

Untuk orang tua yang membawa anak, terdapat Fun World yang dapat dikunjungi agar anak bisa bersenang-senang dengan permainan yang ada. Kalau mau belanja bulanan, ada Hypermart di lantai underground. Atau mau nonton film bersama-sama? Ada Cinépolis di lantai paling atas.

Dan, yang terpenting adalah untuk melakukan perpindahan aktivitas tersebut, tidak perlu mengeluarkan tenaga yang banyak sehingga anak kecil tidak perlu rewel karena kelelahan berjalan.

BACA JUGA: Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Juga Pasar Minggu yang Nggak Kalah Seru

Tidak terlalu ramai hingga bikin pusing

Mungkin karena Pejaten Park seringkali dipandang sebelah mata, mal ini jadi tidak terlalu ramai. Dan, justru keadaan tersebut membuat saya nyaman.

Bila saya bandingkan dengan mal Aeon Tanjung Barat, saya justru merasa kurang nyaman karena ramainya minta ampun. Apalagi kalau weekend, rasanya semua orang di Jaksel berkumpul di situ entah untuk keperluan apa.

Mal yang tidak terlalu crowded membuat suasana yang nyantai dan justru diperlukan ketika kita mengunjungi sebuah mal. Seringkali kita ke mal untuk melakukan refreshing dan mencari hiburan, bukan? Tentunya kita tidak selalu menginginkan keriuhan yang membuat diri tidak tenang.

Itulah beberapa alasan mengapa Pejaten Park adalah mal paling nyaman di Jaksel dan tidak pantas untuk dipandang sebelah mata.

Ya sebetulnya pemilihan mal lagi-lagi tergantung pada kebutuhan dan keinginan masing-masing orang. Tidak semua mal memiliki outlet dari brand tertentu. Tidak semua mal menawarkan fasilitas yang sama.

Tapi, buat saya yang mengutamakan kenyamanan, Pejaten Park adalah pilihan yang ideal.

Penulis: Mohammad Rafatta Umar
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version