Informasi
ADVERTISEMENT

Jangan Berwisata ke Pantai Pulau Merah Banyuwangi saat Libur Panjang, Cuma Bikin Kesal

Jangan Berwisata ke Pantai Pulau Merah Banyuwangi saat Libur Panjang, Cuma Bikin Kesal

Jalan yang tak memadai berpotensi membahayakan wisatawan

Sama seperti destinasi wisata di Banyuwangi yang lain, jalan menuju Pantai Pulau Merah itu nggak banget. Jalannya banyak yang berlubang. Ruas jalan yang paling parah adalah setelah proyek tambang Tumpang Pitu. Melewati jalan ini seolah-olah kita sedang menjadi peserta Ninja Warrior.

Jalan yang berlubah diperburuk dengan penerangan jalan yang minim. Kombinasi yang  membahayakan pengendara. Belum lagi, di masa libur panjang, volume kendaraan yang melintas bisa naik hingga tiga kali lipat. Saya rasa tidak berlebihan kalau akses menuju tempat wisata ini dibilang rawan kecelakaan. Sebaiknya wisatawan berhati-hati. 

Banyak konten kreator yang mengganggu kenyamanan

Pantai Pulau Merah seolah menjadi arena bagi para konten kreator yang ingin unjuk gigi ketika libur panjang tiba. Seiring berkembangnya zaman, menjadi konten kreator adalah pekerjaan yang didambakan oleh kebanyakan anak muda. Tidak terkecuali bagi pemuda Banyuwangi. 

Masalahnya, masih banyak dari mereka yang tidak memperhatikan etika ketika membuat konten. Tidak semua orang merasa nyaman berada di depan kamera. Apalagi kalau dikerjain orang nggak dikenal hanya untuk kebutuhan konten semata. Liburan yang awalnya buat melepas lelah malah jadi bikin emosi.

Di atas beberapa alasan kenapa saya tidak mengunjungi Pantai Pulau Merah ketika musim liburan. Ini saya rekomendasikan juga ke kalian agar bisa menikmati keindahan pulau ini secara maksimal. 

Penulis: Rino Andreanto
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Pariwisata Banyuwangi Jangan Berharap Melampaui Bali, Perbaiki Dulu Kekurangan yang Lain

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 November 2023 oleh .

Rino Andreanto

Alumni pondok pesantren yang lahir di Banyuwangi. Hobi membaca, menulis, dan hal-hal berbau komedi.

Exit mobile version