Pantai di Tuban itu indah, tapi tidak layak dikunjungi

Pantai di Tuban itu indah, tapi tidak layak dikunjungi

Ada sesuatu yang menarik dari pantai-pantai di Tuban. Laut pesisir utara ini punya pesona tersendiri. Lautnya mungkin tidak selalu berwarna biru jernih seperti pantai-pantai yang sering muncul dalam brosur wisata. Memang, pasirnya tidak selalu putih, ombaknya tidak selalu besar, dan pemandangannya tidak selalu terlihat dramatis ketika difoto. Tapi keindahannya tidak bisa dimungkiri.

Masalahnya adalah, meski keindahannya tak perlu kita debatkan, tapi bagi saya, pantai-pantai di Tuban tak menarik untuk dikunjungi. Sebelum kalian mengambil obor dan bata, perkenankan saya menjelaskan.

ADVERTISEMENT

Masuk gratis tapi banyak sampah

Saya akui, pantai Tuban itu paling murah karena jarang ada biaya masuk. Seperti contoh pantai mangrove Tuban ini masuknya gratis dan tidak ada parkir. Tapi ya ada juga yang menarik masuk 5 ribu hingga 10 ribu per orang dan parkir 3 ribu untuk sepeda motor dan 5 ribu untuk mobil.

Namun, mau gratis atau tidak rasanya tak masalah asal bersih. Masalahnya, ini tidak.

Sebagai contoh, banyak pantai yang kamar mandinya berkerak. Tempat salat seperti tidak pernah disinggahi. Padahal Tuban adalah Kota Wali. Tidak hanya itu, banyak sampah berceceran di bibir pantai dan jalan menuju pantai. Pengunjung merasa seenaknya sendiri karena tidak ada pengelolaan yang ketat. Bungkus makanan dibuang begitu saja, tanpa rasa bersalah, tanpa tekanan.

Pantai di Tuban indah, tapi tak terawat

Masalah pantai di Tuban itu amat sederhana: tidak terawat. Tapi, masalah sederhana ini efeknya begitu luar biasa.

Keindahan mangrove yang tidak ada banding itu harus rusak karena sampah berserakan dan niat perawatan yang entah ke mana. Padahal ini potensi yang tidak main-main. Bisa mengolah sedikit saja, ini bisa jadi potensi pemasukan daerah yang amat oke.

Betul, airnya mungkin tidak sebiru pantai selatan, pasirnya juga tak seputih pasir-pasir lain. Masalahnya keindahan tak pernah punya satu indikator, tapi semuanya butuh dirawat. Sesederhana itu.

Saya rasa, pemerintah harusnya perhatian betul dengan pantai di Tuban ini. maksudnya, sudah diberi start yang amat bagus oleh Tuhan dengan diberi pantai yang indah, masak merawat saja nggak bisa?

Setelah dibersihkan, dengan detil dan saksama, barulah bikin event-event yang menarik pengunjung luar. Event-nya apa terserah, pemerintah punya SDM yang cukup untuk memikirkan itu. Tapi syaratnya sih sederhana: bersih, terawat, dan mau merawat. Sudah, itu saja.

ADVERTISEMENT

Tanpa itu ya, mohon maaf, potensi terbesar Tuban justru disia-siakan.

Penulis: Nurul Fauziah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pantai Semilir Tuban, Tetap Menawan di Tengah Kepungan Industri dan artikel menarik lainnya di Terminal Mojok

Terakhir diperbarui pada 30 Oktober 2026 oleh .

Nurul Fauziah

Anak rumahan yang suka dengan isu sosial.