Orang-orang Solo Baru Sukoharjo dan sekitarnya pasti tidak asing dengan Pandawa Water World. Pada zamannya, taman air ini jadi destinasi wisata impian banyak orang, khususnya anak-anak saat itu. Namun, saya yakin, tidak semua anak-anak pernah ke sana. Sebab, main ke sana lumayan menguras kantong.
Mungkin itu mengapa Pandawa Water World seperti punya tempat sendiri di hati. Bagi beberapa orang, tempat ini hanya bisa dikunjungi ketika liburan dan orang tua sedang berbaik hati. Namun, bagi banyak orang lain, tempat ini adalah mimpi masa kecil yang belum terwujud. Dan, sebagian besar dari mereka ingin mewujudkannya ketika besar dan sudah punya duit sendiri.
Persoalannya, hidup punya selera humor yang kadang keterlaluan.
Gulung tikar
Sedihnya, ketika sudah besar dan punya pendapatan sendiri, Pandawa Water World justru tutup. Asal tahu saja, dahulu tempat wisata ini sungguh hidup. Ia besar, ramai, dan pernah jadi salah satu ikon wisata keluarga di kawasan Sukoharjo. Ada perosotan tinggi, kolam ombak, patung-patung tokoh Mahabharata, dan teriakan anak-anak yang bercampur suara air tumpah. Tempat ini sungguh hidup.
Akan tetapi, sejak pertengahan 2024, taman wisata air ini berhenti beroperasi. Gerbangnya tertutup. Wahananya diam. Kolamnya tak lagi riuh. Di berbagai media sosial bertebaran foto taman air ini tidak terawat.
Ironisnya, penutupan ini bukan cuma soal sepi pengunjung atau kalah saing dengan tempat wisata baru. Pandawa Water World ikut terseret kasus korupsi besar yang membuat aset-asetnya disita negara.
Yang bikin makin perih, bangunan ini mangkrak di Solo Baru yang wilayah terkenal rapi, berkembang, dan penuh proyek baru. Di satu sisi, mall tumbuh, perumahan elite bertambah, kafe-kafe estetik bermunculan. Di sisi lain, sebuah wahana air raksasa mangkrak. Pandawa Water World yang dulu kebanggan kini bak momok bagi daerah sekitarnya.
Sekilas tentang Pandawa Water World
Pandawa Water World adalah taman wisata air bertema pewayangan Mahabharata. Taman wisata ini diresmikan pada 22 Desember 2007. Tempat ini menawarkan 27 wahana air seperti seluncuran dan kolam. Adapun nama-nama wahananya seperti Black Hole Slide, Raft Slide, Bima Slide, hingga Earth Shower. Tidak hanya wahana, tempat ini juga dilengkapi restoran dan fasilitas penunjang lain. Pokoknya nyaman dan modern pada zamannya.
Mungkin tulisan ini terdengar meromantisasi. Tapi, jujur saja, bagi generasi lawas, melewati gerbang Pandawa Water World mengingatkan akan banyak hal dalam hidup yang tidak terwujud karena di luar kendali manusia. Masih ingat betul bagaimana saat kecil diminta untuk selalu bersabar dan berharap cepat jadi dewasa agar bisa ke sana sesuka hati. Namun, ketika kesempatan itu datang, Pandawa Water World sudah “menyerah” duluan, gulung tikar.
Penulis: Putri Ardila
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Banjarsari, Kecamatan Paling Overpower di Kota Solo, Semuanya Ada di Sini.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
