Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Pak Menkes, yang Wajib Pintar Nggak Cuma Ibu, Bapaknya Juga!

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
27 Januari 2023
A A
Pak Menkes, yang Wajib Pintar Nggak Cuma Ibu, Bapaknya Juga!

Pak Menkes, yang Wajib Pintar Nggak Cuma Ibu, Bapaknya Juga! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi kalian para wanita yang kebetulan punya pacar yang kebetulan antivaksin, percaya kalau bumi itu datar, atau kombinasinya, yaitu antisains, saran saya satu: putusin. Atau kalau bisa, ditukar dengan kulkas dua pintu. Sebab, jika orang dengan kualitas seperti itu jadi suami dan bapak, ujungnya hanya bikin masa depan kalian remuk sak remuk-remuke.

Sebagai seorang bapak yang punya anak paling cantik di dunia dan suami yang bertanggung jawab, saya tahu betul bahwa menjadi laki-laki yang pintar adalah keharusan yang tak bisa ditawar. Perlu kalian ingat, urusan domestik dan membesarkan anak itu bukan semata urusan istri, tapi suami harus dan wajib terlibat. Apalagi dalam urusan mendidik anak, ayah tetap punya peran penting dan wajib untuk ikut mendidik.

Maka, ketika saya mendengar bahwa Menkes Budi Sadikin berkata tak apa jika suamimu bodoh, tapi anakmu jangan, saya bingung sendiri. Bagaimana bisa punya anak yang pintar jika orang tuanya punya logika patah bawah?

Kita tidak akan berdebat tentang definisi pintar di sini. Pertama, itu buang-buang waktu, kedua, saya tahu betul bahwa kalian sebenarnya konteks pintar di sini. Jadi, lanjut.

Kenapa saya seakan-akan maksa banget dengan opini saya, karena ya saya punya dasar. Suami dan bapak yang pintar akan mempermudah kalian menemui solusi-solusi dari masalah yang ada, dan merumuskan langkah-langkah yang tepat dalam kehidupan. Sederhananya, hidup kalian jadi mudah.

Misal, suami kalian bisa membantu menjelaskan pada mertua kalau memberi makan pada bayi baru lahir itu hal yang salah. Kalau suami kalian manut-manut bae, ya remuk bakule rambak. Itu contoh paling dasar, dan itu saja udah cukup krusial.

Plus, untuk membentuk generasi emas, selain ada peran pemerintah, peran orang tua juga penting. Generasi yang hebat lahir dari orang tua yang mau belajar. Rasanya kok percuma anak dikasih guru terbaik kalau orang tuanya percaya kalau bumi itu datar. Mesakne, Cah.

Baiklah, beberapa dari kalian yang pinternya sundul langit itu punya orang tua yang (maaf) nggak pintar-pintar amat, terlebih dibanding kalian. Tapi saya yakin betul, orang tua kalian belajar untuk memahami apa yang kalian butuh dan sadar betul pentingnya pendidikan. Kita juga harus paham betul, zaman dulu pendidikan tak mudah diakses dan begitu terbatas. Sekarang sebenernya sama aja sih, tapi ya lebih mudah lah ketimbang zaman dulu.

Baca Juga:

Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer

Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

Jadi ya, kriteria punya pasangan yang pintar di zaman sekarang itu ya memang sebuah keharusan. Nggak ada lagi “bodoh nggak apa-apa”, ya pintar itu wajib. Keterbukaan terhadap sains, mau belajar tentang hal baru, dan punya wawasan yang luas malah harusnya jadi bare minimum. Kayak orang paham perkalian dan tambah-tambahan lah, harusnya jadi bare minimum. I mean, kalau 7 X 9 aja bingung, apalagi kalau dihadapkan pada masalah hidup yang jauh lebih rumit?

Menurut saya, nggak bisa dan nggak boleh berharap punya anak yang pintar kalau sebagai orang tua, kalian malah nggak menambah kapasitas diri. Betul, anak bisa les, bisa diberi pelajaran tambahan, dan diajar oleh guru mahal di sekolah yang mahal. Tapi pendidikan kan nggak hanya sebatas di sekolah. Anakmu bakal bertanya banyak hal kepadamu, orang tuanya, dan sebagai orang tua, ya wajib menjawab.

Nggak usah berkhayal anakmu bertanya, “Ayah, Tuhan itu di mana?”, pertanyaan macam “kenapa sih Jepang menjajah kita?” atau “kenapa sih kita harus makan sayur?” itu harus bisa kita jawab dulu. Kalau cuman bisa menjawab “karena Jepang jahat, Nak” dan “karena sayur bikin sehat, Nak”, ya anak nggak akan puas. Kasihan anakmu, Lur. Lagian masak ya kalian nggak mau gitu terlihat sebagai orang paling bisa diandalkan oleh anakmu?

Kalau kita mau sok membahas pernyataan beliau secara serius, ada kesan bahwa pernyataan beliau itu membebankan tugas mendidik anak ke ibu dan hanya ibu seorang. Suami dan bapak cukup bekerja, sudah. Toh, pernyataan ini mudah juga ditemui di orang-orang yang memegang teguh patriarki selayaknya kebenaran tunggal. Kasian suami, udah capek cari duit, masak masih direpotin urusan anak.

Ya, jujur aja sih, kalau nggak mau repot, ya nggak usah menikah, simpel. Namanya pernikahan, itu udah sepaket sama kerepotan-kerepotan yang ada. Kalau nggak mau hidup yang repot ya mending berdoa minta dikutuk jadi mesin cuci aja klean.

Mencetak generasi emas (buset bahasa aing kek rang-rang pemerintahan) dimulai dari orang tua yang pintar, paham pentingnya pendidikan, keterbukaan, dan mau belajar. Kalian tak bisa berharap punya anak yang pintar jika kalian sendirinya nggak pintar. Haram mengharap anak pintar, jika kalian masih berpikir memberi kopi ke bayi adalah tindakan mencegah bayi kejang. Nope, not gonna happen.

Jadi, jika kalian punya cowok yang antivaksin, percaya kalau kita ditanami chip, sinyal 5G adalah gelombang perusak otak, flat earth society, dan percaya bahwa upah murah itu kunci bahan pokok murah, sebaiknya kalian mulai berpikir ulang untuk melanjutkan hubungan.

Kalau bisa sih, cowok kalian dituker aja dengan kulkas. Kulkas noh adem, sedangkan cowok kalian bikin kepala mendidih.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Hanya Orang Gila yang Bilang Terlahir Miskin Adalah Sebuah Privilese

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2023 oleh

Tags: anak pintarBapakgenerasi emasMenkesPendidikan
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Memangnya Kenapa kalau Pekerjaan Saya Tidak Sesuai dengan Latar Belakang Pendidikan?

Memangnya Kenapa kalau Pekerjaan Saya Tidak Sesuai dengan Latar Belakang Pendidikan?

14 November 2023
emansipasi

Berbicara Soal Emansipasi Tapi Masih Tanya Alasan Cewek Sekolah Tinggi: Ngana Sehat?

13 Agustus 2019
5 Hal Kecil yang Bisa Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris guru bahasa inggris

Betapa Pentingnya Guru Bahasa Inggris di Sekolah Dasar

12 Desember 2022
pascasarjana

Apa Iya, Pendidikan Pascasarjana Itu Pelarian Saja?

28 Agustus 2019
Informasi Bayar UKT yang Mepet Adalah Bukti Betapa Jeniusnya Birokrat Kampus perguruan tinggi negeri

Biaya Perguruan Tinggi Negeri yang Mahal: Katanya Pendidikan Adalah Hak untuk Setiap Warga, tapi Kenapa Biayanya Nggak Masuk Akal?

5 Juli 2023
Dear, Pemerintah, Gaji Guru Idealnya Segini, Harusnya Lebih Malah

Dear, Pemerintah, Gaji Guru Idealnya Segini, Harusnya Lebih Malah

7 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026
Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.